Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan pentingnya pembentukan karakter dan perluasan jejaring bagi seluruh peserta program Magang Kementerian Dalam Negeri (Masadagri). Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembekalan yang berlangsung di lingkungan Kementerian Dalam Negeri, sebagai bagian dari rangkaian orientasi bagi peserta yang akan menjalani masa magang di instansi tersebut.
Menurut Bima Arya, program Masadagri bukan sekadar sarana pemenuhan kewajiban akademik atau pengalaman kerja semata, melainkan ruang pembelajaran yang menuntut setiap peserta membangun integritas, disiplin, serta kemampuan berinteraksi lintas sektor. Ia menyatakan bahwa dua aspek utama yang harus diperkuat selama masa magang adalah karakter dan jejaring profesional.
Karakter sebagai Fondasi Pengabdian
Dalam arahannya, Bima Arya menekankan bahwa karakter menjadi fondasi utama bagi setiap peserta yang kelak berkarier di sektor pemerintahan maupun di luar pemerintahan. Ia menyatakan bahwa kompetensi teknis tanpa karakter yang kuat berpotensi menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
"Karakter adalah hal pertama yang harus dibangun. Tanpa karakter yang kuat, kompetensi apa pun akan rapuh ketika dihadapkan pada tekanan dan godaan," tegas Bima Arya di hadapan peserta Masadagri.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya kerja Kementerian Dalam Negeri. Berdasarkan ketentuan yang berlaku di lingkungan instansi tersebut, setiap peserta magang dituntut mematuhi kode etik dan tata tertib yang telah ditetapkan, termasuk dalam hal kehadiran, penyelesaian tugas, dan etika komunikasi dengan pegawai maupun masyarakat.
Bima Arya juga mengingatkan bahwa posisi peserta magang merupakan representasi lembaga. Karena itu, perilaku dan sikap selama menjalani program akan mencerminkan citra institusi yang menaungi mereka. Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk penindaklanjuti komitmen Kementerian Dalam Negeri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berintegritas di bidang pemerintahan dan otonomi daerah.
Jejaring Profesional sebagai Nilai Tambah
Selain karakter, Bima Arya menyoroti pentingnya pembangunan jejaring selama masa magang. Menurutnya, peserta harus memanfaatkan kesempatan berinteraksi dengan pejabat, analis kebijakan, serta sesama peserta dari berbagai latar belakang keilmuan dan daerah. Jejaring tersebut dinilai akan menjadi modal berharga ketika mereka memasuki dunia kerja.
Ia menyatakan bahwa kolaborasi lintas unit di lingkungan Kementerian Dalam Negeri membuka ruang bagi peserta untuk memahami cara kerja pemerintahan secara utuh, mulai dari perumusan kebijakan, koordinasi antarinstansi, hingga pelaksanaan program di daerah. Pemahaman semacam itu, lanjutnya, tidak dapat diperoleh hanya dari ruang kelas perkuliahan.
"Gunakan waktu magang ini untuk membangun relasi yang sehat dan produktif. Jejaring yang kalian bangun hari ini akan bermanfaat jauh setelah program ini selesai," ujar Bima Arya.
Dalam forum tersebut, Wamendagri turut mendorong peserta agar proaktif bertanya, mengajukan gagasan, dan tidak ragu menyampaikan pandangan kepada mentor masing-masing. Ia menekankan bahwa sikap aktif merupakan bagian dari proses pembelajaran, sekaligus bentuk penghargaan terhadap kesempatan yang telah diberikan oleh negara.
Masadagri sebagai Kanal Pembelajaran Pemerintahan
Program Masadagri dirancang sebagai kanal bagi mahasiswa dan pemuda untuk mengenal lebih dekat tata kelola pemerintahan dalam negeri. Melalui program ini, peserta ditempatkan pada unit-unit kerja di lingkungan Kementerian Dalam Negeri sesuai dengan bidang keahlian dan kebutuhan organisasi. Penempatan tersebut ditetapkan melalui mekanisme seleksi dan rapat koordinasi antar-unit terkait.
Bima Arya berharap, setelah menyelesaikan masa magang, para peserta dapat menjadi duta yang menyebarkan pemahaman positif mengenai kerja pemerintahan kepada lingkungan kampus dan masyarakat. Ia menilai bahwa pemahaman yang utuh mengenai administrasi pemerintahan akan mendorong partisipasi publik yang lebih berkualitas dalam proses pembangunan.
Kegiatan pembekalan ini ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta dan jajaran pimpinan Kementerian Dalam Negeri. Beberapa peserta menyampaikan pertanyaan mengenai mekanisme penugasan, etika pelaporan, serta peluang kontribusi nyata selama masa magang. Berdasarkan keputusan penyelenggara, seluruh peserta diwajibkan mengikuti evaluasi berkala sebagai bagian dari penilaian akhir program.
Dengan penekanan pada karakter dan jejaring, Kementerian Dalam Negeri menegaskan posisi Masadagri sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya mengejar pengalaman administratif, tetapi juga membentuk pribadi yang siap mengabdi pada kepentingan publik. Penegasan tersebut menjadi pesan utama yang ditetapkan dalam forum pembekalan kali ini.
Comments (0)