Wali Kota Medan Serukan Warga Cintai Kota demi Kemajuan Bersama
MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat agar menumbuhkan kecintaan terhadap kota tempat tinggalnya sebagai modal utama pembangunan daerah. Seruan ter...
MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat agar menumbuhkan kecintaan terhadap kota tempat tinggalnya sebagai modal utama pembangunan daerah. Seruan tersebut ia sampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-436 Kota Medan yang dihadiri jajaran Pemerintah Kota Medan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan warga di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu.
Rico menyatakan, peringatan hari jadi kota bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang Medan sejak didirikan pada 1 Juli 1590. Menurutnya, kecintaan terhadap kota tidak cukup diucapkan, melainkan harus dibuktikan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Rasa cinta terhadap Kota Medan harus kita tanamkan dalam diri masing-masing. Cinta itu kita buktikan dengan menjaga kebersihan, mematuhi aturan, merawat kerukunan, dan ikut serta menyukseskan pembangunan," ujar Rico dalam sambutannya.
Kecintaan Diwujudkan melalui Perilaku Nyata
Wali Kota menegaskan bahwa wujud kecintaan warga terhadap kota dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Ia mencontohkan kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga fasilitas umum, tertib berlalu lintas, serta peduli terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Menurut Rico, persoalan klasik perkotaan seperti sampah, banjir, dan kemacetan tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan kesadaran kolektif warga agar setiap kebijakan yang ditetapkan Pemerintah Kota Medan berjalan efektif dan menyentuh akar persoalan.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sebesar apa pun anggaran yang kita siapkan, tidak akan berarti tanpa partisipasi masyarakat. Karena itu, mari kita rawat kota ini bersama-sama seperti kita merawat rumah sendiri," katanya.
Kolaborasi Seluruh Elemen untuk Kemajuan Kota
Dalam kesempatan tersebut, Rico juga mengajak para pemangku kepentingan — mulai dari tokoh agama, tokoh adat, akademisi, pelaku usaha, hingga generasi muda — untuk bahu-membahu membangun Medan. Ia menyebut keberagaman suku, agama, dan budaya di Medan sebagai kekuatan besar yang harus terus dirawat demi kemajuan bersama.
Sebagai salah satu kota paling multikultural di Indonesia, Medan dinilai memiliki modal sosial yang kuat. Rico menegaskan, kerukunan antarumat beragama dan antaretnis yang selama ini terjalin harus dijaga agar kota tetap kondusif, sekaligus menarik bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi.
"Medan ini rumah kita bersama. Keberagaman yang ada bukan untuk dipertentangkan, melainkan kekuatan untuk memajukan kota. Mari kita jadikan momentum ulang tahun ini sebagai titik awal memperkuat kolaborasi," ucapnya.
Refleksi 436 Tahun Kota Medan
Kota Medan menapaki usia 436 tahun sejak didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada 1 Juli 1590. Dalam rentang lebih dari empat abad, Medan bertransformasi dari sebuah kampung kecil di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura menjadi salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia.
Rico mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, antara lain peningkatan kualitas infrastruktur, penanganan banjir, penataan ruang kota, serta perbaikan layanan publik. Ia memastikan jajaran Pemerintah Kota Medan akan terus menindaklanjuti berbagai program pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Di penghujung sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh warga menjadikan peringatan HUT ke-436 sebagai momentum memperbarui komitmen bersama. Ia berharap, dengan kecintaan yang tumbuh dari setiap warganya, Kota Medan dapat terus berkembang menjadi kota yang maju, aman, bersih, dan sejahtera.
"Dengan semangat kebersamaan dan rasa cinta terhadap kota ini, saya yakin Medan akan terus maju. Mari kita wariskan kota yang lebih baik kepada generasi penerus," tuturnya.
Comments (0)