Wacana Piala Dunia 2030 Diperluas Jadi 64 Tim

Presiden FIFA Gianni Infantino secara resmi menggulirkan proposal ekspansi besar-besaran terhadap format putaran final Piala Dunia 2030. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Zurich, Swiss, pada...

Jul 13, 2026 - 06:58
0 0

Presiden FIFA Gianni Infantino secara resmi menggulirkan proposal ekspansi besar-besaran terhadap format putaran final Piala Dunia 2030. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Zurich, Swiss, pada Kamis (6/3), ia mengajukan wacana penambahan jumlah peserta dari 48 menjadi 64 tim. Proposal ini, jika disahkan, akan menggandakan ukuran turnamen dibandingkan edisi 2022 di Qatar yang hanya diikuti 32 negara.

Infantino menegaskan bahwa konfederasi-konfederasi anggota FIFA perlu mengkaji ulang format yang baru saja direformasi tersebut. “Kami memiliki tanggung jawab untuk terus mengevaluasi struktur kompetisi demi mencerminkan pertumbuhan sepak bola global yang semakin pesat,” ujar Infantino di hadapan awak media. Ia menyebut bahwa usulan ini lahir dari analisis mendalam terhadap hasil Piala Dunia 2026 yang akan dihelat di Amerika Utara.

Argumen Inklusivitas Global

Dorongan untuk menambah kuota menjadi 64 negara didasarkan pada keyakinan bahwa semakin banyak federasi nasional yang memiliki infrastruktur dan talenta kompetitif untuk bersaing di level tertinggi. Infantino menyatakan bahwa mimpi tampil di Piala Dunia bukan lagi sekadar partisipasi simbolis bagi negara-negara berkembang, melainkan sebuah target realistis yang harus difasilitasi oleh regulator. “Terlalu banyak negara yang telah berinvestasi besar dalam pembinaan usia muda dan liga domestik, namun belum pernah merasakan atmosfer putaran final. Ini adalah momen untuk membuka pintu lebih lebar,” tegasnya.

Pernyataan ini merujuk langsung pada sejumlah tim nasional di Afrika, Asia, dan Karibia yang secara konsisten menunjukkan peningkatan performa di kualifikasi tetapi kerap gagal di fase akhir akibat ketatnya persaingan slot regional. Dengan format 64 tim, FIFA menghitung distribusi slot konfederasi akan mengalami perombakan fundamental untuk mengakomodasi lonjakan peserta.

Implikasi Logistik dan Regulasi

Wacana ini langsung memicu diskusi teknis di internal FIFA terkait durasi turnamen dan kesiapan negara tuan rumah. Berdasarkan simulasi awal, ekspansi ke 64 tim akan menambah jumlah pertandingan dari 104 laga menjadi lebih dari 128 pertandingan. Hal ini berpotensi memperpanjang masa penyelenggaraan hingga lebih dari 40 hari. “Kami tidak bisa mengabaikan kompleksitas kalender internasional dan beban fisik pemain,” ujar Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström dalam Rapat Koordinasi Teknis di Paris, merespons arahan Presiden Infantino.

Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah bersama 2030—ditambah tiga laga pembuka di Uruguay, Argentina, dan Paraguay—harus menyiapkan skema perluasan venue. Sumber di Komite Penyelenggara menyebutkan bahwa penambahan stadion di kawasan Eropa Selatan dan Afrika Utara sedang dipetakan sebagai antisipasi jika proposal ini disetujui oleh Kongres FIFA. Keputusan final dijadwalkan akan ditetapkan dalam sidang pleno pada kuartal ketiga 2027.

Fragmentasi di Tubuh Konfederasi

Proposal ini tidak serta merta mendapat dukungan bulat. Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dilaporkan menunjukkan resistensi awal karena kekhawatiran akan degradasi kualitas kompetisi dan penumpukan jadwal yang bertabrakan dengan Liga Champions serta kompetisi domestik. Sebaliknya, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyambut positif wacana tersebut sebagai bentuk keadilan representasi. “Kami akan mengawal proposal ini di Kongres. Ini adalah koreksi historis terhadap ketimpangan kuota yang sudah berlangsung puluhan tahun,” kata Presiden CAF Patrice Motsepe dalam forum tertutup di Kairo, beberapa jam setelah pernyataan Infantino.

Analis politik olahraga menilai bahwa langkah Infantino tidak hanya bersifat ideologis, tetapi juga strategis untuk memperkuat basis dukungan menjelang pemilihan Presiden FIFA periode berikutnya. Dengan memperluas partisipasi, ia secara efektif menggalang suara dari federasi-federasi kecil yang menginginkan akses lebih mudah ke panggung global. Berdasarkan statistik internal yang dikutip dalam rapat Komite Eksekutif FIFA, lebih dari 70 persen negara anggota belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia sepanjang sejarah.

Menindaklanjuti arahan Presiden, Biro Dewan FIFA akan membentuk gugus tugas multidisiplin yang melibatkan pakar hukum olahraga, perwakilan klub, dan serikat pemain untuk menguji kelayakan format baru ini. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar negosiasi antara Kongres FIFA dan enam konfederasi benua. Jika disahkan, Piala Dunia 2030 akan menjadi tonggak sejarah baru sebagai edisi dengan peserta terbanyak sekaligus format paling inklusif sejak turnamen ini pertama kali digelar di Uruguay seratus tahun sebelumnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User