FIFA Nyatakan Gol Bellingham ke Norwegia Sah, Bola Tak Terkena Kabel
OSLO — Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi menegaskan bahwa gol yang dicetak gelandang Inggris, Jude Bellingham, ke gawang Norwegia dalam laga uji coba di Stadion Ullevaal, Senin (...
OSLO — Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi menegaskan bahwa gol yang dicetak gelandang Inggris, Jude Bellingham, ke gawang Norwegia dalam laga uji coba di Stadion Ullevaal, Senin (12/5/2025) malam, dinyatakan sah sepenuhnya. Keputusan itu menghentikan polemik yang sempat memanas akibat dugaan bola menyentuh kabel gantung di atas lapangan.
Insiden kontroversial terjadi pada menit ke-67 ketika kiper Norwegia, Orjan Nyland, melepaskan tendangan gawang yang melambung tinggi. Di udara, lintasan bola tiba-tiba berubah secara tajam sehingga menimbulkan kecurigaan. Pemain dan ofisial Norwegia langsung mengajukan protes kepada wasit Daniele Orsato asal Italia. Mereka meyakini bola telah membentur salah satu kabel yang melintang di atas stadion, yang biasa digunakan untuk kebutuhan penyiaran.
Detik-detik setelah Nyland menendang bola, para pemain Inggris tetap melanjutkan permainan. Bola jatuh di sekitar kotak penalti Norwegia, dan dalam situasi kemelut, Bellingham berhasil menyambar bola dan melepaskan tembakan mendatar yang menjebol gawang. Wasit sempat meniup peluit untuk menghentikan pertandingan setelah gol terjadi, menyusul protes keras dari kapten Norwegia, Martin Odegaard, dan beberapa pemain lain.
Di tribun penonton, sorakan bercampur kekecewaan. Pengelola Stadion Ullevaal mengonfirmasi bahwa kabel-kabel tersebut memang terpasang untuk mendukung kamera aerial dan sistem audio. Namun, belum ada bukti visual yang cukup untuk memastikan kontak bola di saat pertandingan berlangsung. Wasit Orsato, setelah berkomunikasi dengan asisten wasit dan perangkat VAR, memutuskan untuk mengesahkan gol sambil menunggu investigasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kronologi Insiden yang Memicu Kontroversi
Kronologi bermula dari tendangan gawang Nyland yang mengarah ke tengah lapangan. Saat bola mencapai ketinggian maksimal, pergerakannya secara tiba-tiba berbelok ke kiri, seakan mendapat gaya tambahan. Sejumlah pemain Norwegia, termasuk Jorgen Strand Larsen dan Alexander Sorloth, sontak mengangkat tangan dan memprotes karena yakin bola terkena kabel. Sorloth bahkan terlihat berdebat dengan wasit Orsato sambil menunjuk ke atas.
Di sisi lain, pemain Inggris tetap fokus dan tidak menghentikan permainan. Bola yang jatuh kemudian dikuasai oleh Bukayo Saka yang mengirim umpan ke dalam kotak penalti. Bellingham yang tidak terpengaruh kontroversi berhasil menyelesaikan peluang dengan baik. Gol tersebut sempat membuat skor berubah menjadi 2-1, setelah sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1.
Penghentian pertandingan selama hampir empat menit terjadi ketika ofisial pertandingan berdiskusi. Pemain Norwegia mengelilingi wasit, sementara pelatih Stale Solbakken terlihat berbicara dengan ofisial keempat. Suasana sempat memanas, namun keputusan sementara adalah gol disahkan, dengan peninjauan lebih lanjut akan dilakukan oleh FIFA.
Investigasi FIFA dan Keputusan Resmi
Menindaklanjuti protes tersebut, FIFA mengerahkan tim teknis yang dipimpin oleh Kepala Divisi Teknologi dan Inovasi Sepak Bola, Johannes Holzmüller. Proses analisis menggunakan rekaman dari 16 kamera sudut tinggi dan sensor lidar yang memetakan posisi bola tiga dimensi secara real-time. Hasil rekonstruksi lintasan bola menunjukkan bahwa perubahan arah di udara disebabkan oleh faktor aerodinamika, bukan akibat kontak fisik.
Juru Bicara FIFA, Bryan Swanson, dalam konferensi pers di Zurich, Selasa (13/5/2025), menyampaikan hasil investigasi.
"Berdasarkan data teknis yang kami miliki, tidak ada bukti bola menyentuh kabel. Semua sensor menunjukkan lintasan bola yang konsisten tanpa gangguan eksternal. Oleh karena itu, gol yang dicetak oleh Jude Bellingham dinyatakan sah sepenuhnya,"tegas Swanson. Ia menambahkan, federasi tidak akan melakukan perubahan prosedur karena perangkat yang ada sudah memadai.
Pihak FIFA juga menguraikan bahwa jika terjadi kontak, maka sesuai Laws of the Game, gol harus dianulir dan permainan dimulai kembali dengan tendangan gawang. Namun, karena tidak terbukti, maka keputusan wasit di lapangan bersifat final. Swanson juga menyatakan bahwa FIFA akan terus memantau teknologi di stadion untuk menghindari insiden serupa.
Reaksi Tim dan Implikasi Gol
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, dalam konferensi pers seusai pertandingan mengungkapkan kekecewaan namun menghormati putusan.
"Kami sangat kecewa karena momen itu sangat mempengaruhi hasil akhir. Tapi sebagai profesional, kami harus menerima keputusan yang didukung oleh data. Saya rasa ini adalah bagian dari sepak bola modern,"ujarnya.
Di kubu Inggris, kemenangan 2-1 ini disambut gembira. Pelatih Thomas Tuchel memuji mentalitas timnya, khususnya Bellingham.
"Jude menunjukkan ketenangan luar biasa dalam situasi yang penuh tekanan. Golnya membuktikan kualitasnya sebagai pemain top dunia. Kami akan menjadikan kemenangan ini sebagai modal penting menuju Piala Dunia 2026,"kata Tuchel.
Sementara itu, Bellingham sendiri mengaku tidak terganggu oleh kontroversi.
"Saya tidak melihat ada yang aneh. Saya hanya berkonsentrasi untuk menyelesaikan peluang. Saat bola masuk, saya baru sadar ada protes. Tapi yang terpenting, kami mendapat tiga poin,"ungkapnya singkat kepada media.
Keputusan FIFA sekaligus menutup perdebatan mengenai validitas gol tersebut. Meski demikian, insiden ini kembali mengangkat diskusi tentang standar fasilitas pertandingan internasional. Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) telah menyatakan akan meninjau kembali penempatan kabel di Stadion Ullevaal untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. FIFA juga diharapkan memperketat regulasi terhadap instalasi teknis di dalam stadion yang bisa berpotensi mengganggu jalannya pertandingan.
Dengan demikian, Inggris menutup laga uji coba dengan kemenangan penting, sementara Norwegia harus menerima hasil yang pahit di kandang sendiri. Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa teknologi dan keputusan cepat di lapangan tetap menjadi pusat perhatian dalam sepak bola modern.
Baca juga:
Comments (0)