PKB Pertimbangkan Kiai Marzuki Mustamar untuk Pilgub Jawa Timur
Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mengerucutkan pilihan calon gubernur untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2024. Nama KH Marzuki Mustamar, mantan Ketua Pengurus Wilayah ...
Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mengerucutkan pilihan calon gubernur untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2024. Nama KH Marzuki Mustamar, mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, mencuat sebagai figur yang paling mungkin diusung oleh partai besutan Muhaimin Iskandar tersebut. Sinyal dukungan ini mengemuka dalam serangkaian rapat internal yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB sepanjang pekan pertama Juni 2024.
“Pak Marzuki adalah salah satu tokoh nahdliyin yang punya kedalaman ilmu agama sekaligus jaringan luas di akar rumput. Tentu kami pertimbangkan dengan sangat serius,” ujar Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, saat dihubungi Apaberita melalui telepon, Rabu (12/6/2024).
Nama KH Marzuki Mustamar Mencuat di Bursa Internal
Keberadaan KH Marzuki Mustamar dalam bursa kandidat Pilgub Jatim terkonfirmasi setelah sejumlah petinggi PKB secara terbuka maupun tertutup menyebut namanya dalam forum resmi. Menurut seorang sumber di lingkungan DPP PKB yang enggan dikutip namanya, pembahasan mengenai pencalonan Kiai Marzuki telah berlangsung sejak dua pekan lalu dan kini memasuki tahap finalisasi komunikasi politik.
KH Marzuki Mustamar merupakan Rais Syuriyah PWNU Jatim periode 2018-2023 yang juga pernah menjabat sebagai Ketua PWNU Jatim. Ia dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Malang, yang memiliki ribuan santri. Kapasitasnya sebagai ulama kharismatik dan kedekatannya dengan berbagai elemen masyarakat di Jawa Timur dinilai menjadi modal berharga bagi PKB dalam menghadapi kontestasi pemilihan gubernur yang akan digelar November 2024 mendatang.
“Beliau bukan hanya dikenal di kalangan nahdliyin, tetapi juga dihormati lintas kelompok. Ini menjadi kekuatan tersendiri,” tambah Jazilul Fawaid.
Basis Massa Nahdliyin Jadi Pertimbangan Utama
Jawa Timur dikenal sebagai kantong utama nahdliyin dengan basis massa yang sangat kuat. PKB, sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, berkepentingan memastikan calon yang diusung benar-benar merepresentasikan aspirasi warga nahdliyin. Oleh karena itu, figur Kiai Marzuki dianggap paling ideal untuk menyatukan basis tradisional partai sekaligus memperluas ceruk pemilih di luar segmen politik identitas.
Menurut hasil jajak pendapat internal yang dilakukan Lembaga Survei PKB pada pekan ketiga Mei 2024 terhadap 1.200 responden di 38 kabupaten/kota, elektabilitas KH Marzuki Mustamar mencapai 18,5 persen, hanya terpaut 4,2 poin dari Gubernur petahana Khofifah Indar Parawansa yang berada di posisi pertama. Sementara itu, calon lain seperti Mochamad Nur Arifin dan Hendy Siswanto masing-masing memperoleh sekitar 6,1 dan 5,8 persen. Margin of error survei tersebut sebesar 2,8 persen, sehingga data ini semakin menguatkan keyakinan DPP PKB untuk mendorong nama Kiai Marzuki.
Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman, menilai langkah PKB mengincar Kiai Marzuki merupakan strategi yang tepat. “PKB butuh tokoh yang bisa mengonsolidasikan suara nahdliyin yang selama ini terpecah. Kiai Marzuki punya posisi terhormat di NU, dan itu bisa menjadi magnet elektoral,” katanya saat dihubungi Apaberita, Rabu (12/6/2024).
PKB sendiri memiliki 16 kursi di DPRD Jawa Timur hasil Pemilu 2024, yang artinya partai ini masih harus membangun koalisi dengan partai lain untuk memenuhi syarat 20 persen kursi atau 25 persen suara sah untuk mengusung pasangan calon sendiri. Hingga saat ini, komunikasi intens dengan sejumlah partai, seperti Partai Gerindra dan Partai Demokrat, dikabarkan tengah berlangsung untuk menggalang poros koalisi pendukung Kiai Marzuki.
Keputusan Final Menunggu Rapat Pleno DPP
Meskipun sinyal dukungan sudah menguat, keputusan final resmi mengenai pencalonan KH Marzuki Mustamar masih menunggu rapat pleno DPP PKB yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Sekretaris Dewan Syuro PKB, Maman Imanulhaq, menyatakan bahwa partai menghormati mekanisme internal yang berlaku.
“Semua akan diputuskan melalui rapat pleno DPP. Nama Pak Marzuki memang sudah dibahas, tapi kami masih mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kesiapan beliau dan dukungan koalisi,” kata Maman Imanulhaq kepada Apaberita, Rabu (12/6/2024).
Sebelumnya, PKB juga sempat dikaitkan dengan beberapa nama potensial lain, seperti mantan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, dan Bupati Jember, Hendy Siswanto. Namun, kedua nama tersebut dinilai belum memiliki daya ungkit sebesar Kiai Marzuki di segmen nahdliyin. Sejumlah politikus PKB menyebut internal partai kini lebih condong pada figur ulama untuk mendongkrak citra sekaligus memenangkan kontestasi yang diprediksi akan ketat.
Kiai Marzuki sendiri belum memberikan pernyataan terbuka terkait peluangnya dicalonkan. Saat dikonfirmasi terpisah, ia hanya menjawab singkat. “Semua kita serahkan pada yang menentukan,” ujarnya melalui pesan singkat. Sikap rendah hati ini justru dipandang sebagai nilai tambah oleh sebagian elite PKB, yang melihat keteladanan dan ketenangan sebagai karakter pemimpin yang diperlukan.
Dengan tensi politik yang semakin meningkat menjelang pendaftaran calon pada Agustus 2024, publik Jawa Timur kini menanti pengumuman resmi dari PKB. Jika benar terealisasi, pencalonan KH Marzuki Mustamar akan menambah warna dalam peta politik Jatim yang sudah mulai diramaikan oleh sejumlah tokoh, termasuk incumbent Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang digadang-gadang maju kembali melalui koalisi lain.
“Kami berharap ada kepastian dalam waktu satu atau dua minggu ke depan. Jatim butuh pemimpin yang mampu merawat harmoni dan membawa kemajuan, dan kami yakin Kiai Marzuki punya itu,” tutup Jazilul Fawaid.
Baca juga:
Comments (0)