Aktivitas Vulkanik Gunung Karangetang Meningkat, Lontarkan Bara Api

Manado — Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik signifikan pada Selasa malam. Pusat Vulkanologi dan Miti...

Jul 13, 2026 - 06:57
0 1

Manado — Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik signifikan pada Selasa malam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan gunung api tipe strato tersebut melontarkan material pijar dari kawah utamanya yang menghantam area vegetasi di sekitar lereng.

Peristiwa itu terekam jelas oleh kamera pemantau yang terpasang di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang di Desa Tatahadeng. Berdasarkan data seismograf, lontaran material pijar terjadi bersamaan dengan gempa letusan beramplitudo maksimum 32 milimeter dengan durasi sekitar 185 detik. Kolom abu vulkanik tidak teramati secara visual karena tertutup kabut tebal, namun suara dentuman terdengar hingga radius tiga kilometer dari pusat kawah.

Kronologi dan Dampak Visual

Kepala Pos PGA Karangetang, Yudia Tatipang, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa lontaran material pijar menyebar ke arah tenggara dan selatan dengan jarak luncur diperkirakan mencapai 750 hingga 1.000 meter dari titik pusat erupsi. Material bersuhu tinggi itu kemudian menyambar rerumputan kering dan semak belukar yang mendominasi lereng bagian atas gunung.

"Material pijar yang terlontar dari kawah utama langsung membakar vegetasi alang-alang di sekitar area kawah. Api tampak membesar dengan cepat karena kondisi angin di ketinggian cukup kencang," jelas Yudia saat dihubungi melalui sambungan telepon satelit pada Rabu dini hari.

Tim pemantau di lapangan mencatat setidaknya tiga titik api muncul secara simultan pasca-lontaran material pijar tersebut. Beruntung, area yang terbakar masih berada dalam zona berbahaya yang direkomendasikan kosong dari aktivitas penduduk, tepatnya di atas elevasi 1.500 meter di atas permukaan laut. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur pemukiman dalam peristiwa ini.

Status dan Rekomendasi Resmi

PVMBG masih menetapkan Gunung Karangetang pada Status Level III atau Siaga. Status ini telah berlaku sejak 5 Maret 2025 lalu menyusul peningkatan kegempaan vulkanik yang konsisten. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi terhadap data pemantauan visual dan instrumental selama 24 jam penuh oleh tim di Pos PGA Karangetang.

Dalam rekomendasi resmi yang diterbitkan, PVMBG melarang keras seluruh aktivitas pendakian maupun kegiatan masyarakat dalam radius 2,5 kilometer dari kawah utama. Zona perkiraan bahaya turut diperluas menjadi 3,5 kilometer pada sektor selatan dan tenggara mengingat arah bukaan kawah yang cenderung mengarah ke wilayah tersebut. Ancaman bahaya primer berupa awan panas guguran, aliran lava, dan lontaran batu pijar menjadi dasar utama perluasan zona terlarang ini.

"Kami mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari Gunung Karangetang, terutama di Desa Kinali, Desa Hiung, dan Desa Mini, agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin. Material vulkanik yang terakumulasi di lereng sangat rentan terbawa arus air saat hujan deras turun di area puncak," tegas Kepala PVMBG dalam keterangan tertulisnya.

Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro telah mengaktifkan posko siaga darurat di tiga titik strategis. Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Sitaro pada Senin kemarin memutuskan untuk menyiagakan armada evakuasi dan logistik di Kecamatan Siau Timur dan Siau Barat. Personel gabungan dari TNI, Polri, dan relawan diterjunkan untuk memverifikasi jalur evakuasi dan memastikan ketersediaan tempat pengungsian jika eskalasi ancaman terus meningkat.

Berdasarkan catatan sejarah kegunungapian, Karangetang merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan tipe letusan efusif dan eksplosif yang kerap bergantian. Karakteristik ini memerlukan kewaspadaan ekstra karena peralihan fase erupsi dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului gejala signifikan. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dan tremor menerus dengan energi relatif stabil. PVMBG berjanji akan terus memperbarui informasi jika terjadi perubahan status aktivitas vulkanik.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User