Puncak Arus Balik, Rest Area Banjaratma Dipadati Ribuan Kendaraan

Puncak arus balik libur sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 memicu lonjakan trafik di Jalan Tol Pejagan–Pemalang, terutama di Rest Area Heritage Banjaratma yang berada di Kilometer 260 jalur B arah Jakar...

Jul 13, 2026 - 06:56
0 0

Puncak arus balik libur sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 memicu lonjakan trafik di Jalan Tol Pejagan–Pemalang, terutama di Rest Area Heritage Banjaratma yang berada di Kilometer 260 jalur B arah Jakarta. Pada Minggu, 13 Juli 2026, ribuan kendaraan pribadi, bus antarkota, dan kendaraan komersial membanjiri area peristirahatan tersebut, mengakibatkan antrean kendaraan mengular hingga ke bahu jalan tol. Manajemen jalan tol mencatat peningkatan volume kendaraan secara signifikan sejak pagi hari, dan puncak kepadatan terjadi antara pukul 14.00 hingga 19.00 WIB.

Lonjakan Volume Hingga 170 Persen

PT Pejagan–Pemalang Toll Road (PPTR) melaporkan bahwa total kendaraan yang memasuki Rest Area Banjaratma pada periode puncak arus balik H+7 libur sekolah mencapai 4.100 unit. Angka itu meningkat tajam hingga 170 persen dibandingkan volume harian normal yang rata-rata hanya 1.500 kendaraan. General Manager Operasional PPTR, Bambang Hermawan, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel tambahan sejak Jumat, 11 Juli 2026, untuk mengantisipasi kepadatan. “Kami memprediksi puncak arus balik jatuh pada akhir pekan ini karena banyak keluarga yang memanfaatkan momen terakhir libur sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai kembali,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu sore.

Data yang dihimpun di lapangan menunjukkan bahwa pada pukul 15.30 WIB, jumlah kendaraan yang terparkir di area rest area tembus 600 unit, sementara kapasitas ideal lahan parkir hanya 250 slot. Akibatnya, lebih dari 350 kendaraan terpaksa antre di jalur masuk, dan sebagian pengemudi nekat memarkir kendaraan di bahu jalan tol sekitar rest area. Petugas kepolisian dari Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Tengah terpaksa melakukan penutupan sementara akses masuk rest area pukul 16.00–17.15 WIB untuk mengurai kemacetan yang mengganggu arus lalu lintas utama.

Cagar Budaya yang Kini Jadi Magnet Wisatawan

Rest Area Heritage Banjaratma bukan sekadar tempat istirahat biasa. Bangunan ini merupakan bekas Pabrik Gula Banjaratma yang didirikan pada 1908 oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menetapkannya sebagai cagar budaya peringkat nasional pada 2019. Keunikan arsitektur industrial Eropa yang dipadukan dengan fungsi modern sebagai rest area menjadikan lokasi ini sebagai destinasi wisata tersendiri. Pada masa libur sekolah, banyak keluarga yang sengaja singgah lebih lama untuk berfoto dan menjelajah museum gula yang ada di kompleks tersebut.

Pengelola rest area, PT Heritage Banjaratma Nusantara, mengakui bahwa daya tarik cagar budaya berkontribusi pada lonjakan traffic. Direktur Utama perusahaan, Sari Wulandari, dalam wawancara telepon menjelaskan bahwa rata-rata waktu parkir pengunjung pada hari biasa sekitar 30 menit, namun pada puncak arus balik bisa mencapai 90–120 menit. “Ruang terbuka hijau dan area kuliner kami penuh. Kami sudah menyiapkan tambahan petugas kebersihan dan keamanan, tetapi tetap kewalahan,” katanya. Ia menambahkan, total transaksi di gerai-gerai komersial rest area melonjak tiga kali lipat dibandingkan hari biasa, menandakan tingginya tingkat konsumsi pemudik.

Rekayasa Lalu Lintas dan Alternatif Rest Area

Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan, PT PPTR bersama Korlantas Polri menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Mulai Sabtu, 12 Juli 2026, pukul 06.00 WIB, kendaraan golongan III, IV, dan V diimbau menggunakan rest area di KM 252A dan KM 275B. Dua rest area tersebut difungsikan sebagai lokasi penyangga dengan kapasitas parkir masing-masing 500 slot. Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Dwi Prasetyo, menegaskan bahwa kebijakan itu diambil demi keselamatan pengguna jalan. “Kami tidak ingin antrean di bahu jalan menimbulkan risiko kecelakaan. Pengalihan ini terpaksa kami lakukan meskipun ada resistensi dari pengemudi yang ingin singgah di Banjaratma,” ujarnya saat memantau situasi di Posko Terpadu KM 260.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengeluarkan imbauan agar pengguna jalan tol mengatur waktu keberangkatan dan memanfaatkan aplikasi navigasi untuk memantau kepadatan rest area secara real-time. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno, dalam keterangan pers di Jakarta menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan operator jalan tol untuk menambah kapasitas toilet portabel dan posko kesehatan di lima rest area strategis sepanjang Tol Trans-Jawa. “Kami imbau pemudik untuk tidak memaksakan masuk ke rest area yang sudah penuh. Istirahat bisa dilakukan di luar jalan tol, lalu masuk kembali,” katanya.

Dampak Terhadap Arus Lalu Lintas Tol Trans-Jawa

Kepadatan di Rest Area Banjaratma berdampak langsung terhadap kelancaran arus di ruas Tol Pejagan–Pemalang. Jasa Marga mencatat kecepatan rata-rata kendaraan di lajur kiri sekitar KM 258 hingga KM 263 turun menjadi 20 km/jam pada puncak kepadatan. Beberapa pengemudi mengeluhkan waktu tempuh yang bertambah. Seorang pemudik tujuan Jakarta, Andi Prasetyo (42), mengaku terjebak antrean di bahu jalan selama 40 menit. “Saya dari Semarang menuju Bekasi, terpaksa antre karena anak-anak ingin ke toilet. Seharusnya setelah Banjaratma lancar, tapi ini malah macet,” tuturnya.

PT PPTR menargetkan penambahan lahan parkir di Rest Area Banjaratma seluas 3.500 meter persegi pada akhir 2026. Namun, rencana itu masih menunggu rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya mengingat status bangunan yang dilindungi. Bambang Hermawan mengakui, pengembangan infrastruktur di kawasan cagar budaya memerlukan kajian yang hati-hati. “Kami tidak bisa asal memperluas. Semua harus seizin Balai Pelestarian Cagar Budaya,” pungkasnya. Sementara itu, arus lalu lintas di Tol Pejagan–Pemalang secara bertahap kembali normal pada Senin dini hari, 14 Juli 2026, pukul 02.00 WIB, setelah volume kendaraan menurun signifikan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User