Pasokan Listrik Kalimantan Pulih, PLN Imbau Warga Segera Melapor

JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memastikan sistem interkoneksi kelistrikan di wilayah Kalimantan telah berangsur pulih dan pasokan daya kembali normal setelah mengalami gangguan pad...

Jul 13, 2026 - 07:19
0 0

JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memastikan sistem interkoneksi kelistrikan di wilayah Kalimantan telah berangsur pulih dan pasokan daya kembali normal setelah mengalami gangguan pada jaringan transmisi utama yang menghubungkan sejumlah provinsi di pulau tersebut. Kepastian ini disampaikan PLN dalam keterangan resmi yang dirilis pada Jumat (14/3/2025) melalui pusat pengaturan beban regional Kalimantan.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan bahwa seluruh tim teknis di lapangan telah bekerja maksimal selama masa pemulihan untuk memastikan tidak ada lagi titik gangguan yang tersisa. “Kami bersyukur proses recovery berjalan sesuai prosedur dan saat ini pasokan listrik ke seluruh pelanggan di Kalimantan sudah kembali normal,” ujar Gregorius dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa sistem interkoneksi yang membentang dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan dan Timur kini beroperasi dalam parameter tegangan dan frekuensi standar.

Kronologi Pemulihan Sistem

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Pengatur Beban (Load Dispatch Center) PLN Regional Kalimantan, proses normalisasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan pemulihan pada sektor pelayanan publik seperti rumah sakit, fasilitas pengolahan air bersih, dan pusat-pusat pelayanan darurat lainnya. Penormalan dimulai dengan melakukan isolasi pada segmen jaringan yang terdampak, kemudian dilanjutkan dengan pengujian bertingkat sebelum akhirnya beban dialirkan kembali secara menyeluruh ke konsumen rumah tangga dan industri.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Abdul Salam Nganro, dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring pada Kamis (13/3/2025) menginstruksikan seluruh unit pelaksana untuk melakukan inspeksi menyeluruh terhadap aset transmisi kritis. “Kami mengerahkan 27 tim gabungan yang terdiri dari teknisi pemeliharaan, gardu induk, dan proteksi untuk memastikan keandalan sistem pasca-pemulihan,” tegasnya. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan susulan.

Imbauan Pelaporan melalui PLN Mobile

PLN mengimbau seluruh pelanggan yang masih mengalami kendala kelistrikan di lokasi masing-masing agar segera melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile. Aplikasi tersebut, yang dapat diunduh melalui Play Store dan App Store, menyediakan fitur pengaduan gangguan secara real-time yang terintegrasi langsung dengan sistem manajemen distribusi PLN. Petugas akan segera menerjunkan tim teknis ke lokasi pelanggan begitu laporan diterima dan terverifikasi dalam sistem.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pemulihan. Bagi pelanggan yang masih menemukan gangguan, dimohon untuk segera melapor melalui PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Gregorius menambahkan. Pihaknya menegaskan bahwa tidak ada biaya tambahan yang dibebankan kepada pelanggan untuk layanan penanganan gangguan pasca-pemulihan ini.

Penguatan Infrastruktur Jangka Panjang

Sebagai langkah strategis jangka panjang, PLN tengah mengakselerasi pembangunan jalur transmisi backbone tambahan yang akan memperkuat interkoneksi antarprovinsi di Kalimantan. Proyek yang dijadwalkan mulai konstruksi pada triwulan ketiga 2025 ini mencakup pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV sepanjang 420 kilometer sirkit dan empat gardu induk baru yang tersebar di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp 3,8 triliun dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2027.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI pada awal Maret 2025, menegaskan komitmen perseroan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan di seluruh Indonesia. “Interkoneksi Kalimantan adalah tulang punggung energi di pulau ini. Kami terus berinvestasi untuk meningkatkan redundansi jaringan agar kejadian serupa dapat diminimalkan dampaknya di masa depan,” ujar Darmawan saat itu. Komisi VII DPR RI, melalui Ketua Komisi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis PLN dengan catatan agar pelaksanaan proyek tetap mematuhi prinsip tata kelola yang baik dan tepat waktu.

Data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa rasio elektrifikasi di Kalimantan pada 2024 mencapai 98,7 persen dengan total pelanggan PLN di wilayah tersebut sebanyak 6,8 juta rumah tangga dan pelaku usaha. Pemulihan penuh sistem interkoneksi ini menjadi krusial mengingat pertumbuhan konsumsi listrik di Kalimantan yang diproyeksikan mencapai 7,2 persen per tahun, didorong oleh peningkatan aktivitas industri pengolahan dan pertumbuhan kawasan perkotaan baru.

Tim teknis PLN di seluruh unit layanan Kalimantan saat ini masih bersiaga penuh untuk memantau stabilitas sistem dan merespons setiap laporan gangguan dari masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses pemulihan dan penguatan sistem kepada PLN sebagai penyelenggara tunggal ketenagalistrikan nasional.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User