Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 7.768 Triliun per April 2026

Apaberita.com, Jakarta — Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali menunjukkan tren peningkatan. Bank Indonesia (BI) merilis data terbaru yang mencatat total ULN Tanah Air mencapai US$ 439

Jul 08, 2026 - 06:23
0 0
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 7.768 Triliun per April 2026

Apaberita.com, Jakarta — Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali menunjukkan tren peningkatan. Bank Indonesia (BI) merilis data terbaru yang mencatat total ULN Tanah Air mencapai US$ 439,8 miliar atau setara dengan Rp 7.768 triliun pada April 2026, menggunakan asumsi kurs Rp 17.664 per dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan yang diterima redaksi Apaberita.com, angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 1,9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan ini tercatat lebih tinggi dibandingkan capaian pada Maret 2026 yang hanya tumbuh sebesar 1,0% (yoy).

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa struktur pertumbuhan utang kali ini didominasi oleh kinerja sektor publik. "Posisi ini didorong oleh pertumbuhan ULN sektor publik di tengah kontraksi pada sektor swasta yang masih berlanjut," ujar Denny dalam keterangan resminya, Senin (15/6/2026).

Meskipun terjadi peningkatan secara agregat, BI mencatat bahwa laju pertumbuhan ULN pemerintah justru mengalami sedikit perlambatan. Hal ini menunjukkan adanya dinamika pengelolaan fiskal yang lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya.

"Posisi ULN pemerintah pada April 2026 sebesar US$ 216,4 miliar, atau secara tahunan tumbuh sebesar 3,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 3,8% (yoy)."

Data ini menempatkan porsi utang pemerintah sebagai komponen dominan dalam total ULN Indonesia. Dengan nilai mencapai US$ 216,4 miliar, utang sektor publik ini menyumbang hampir setengah dari total kewajiban luar negeri nasional. Sementara itu, kontraksi yang masih terjadi di sektor swasta menjadi sinyal bahwa dunia usaha masih menahan diri untuk melakukan ekspansi pembiayaan dari luar negeri di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bank sentral menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia tetap terkendali dan dikelola secara hati-hati. Peningkatan pada sektor publik dinilai wajar untuk menopang pembiayaan pembangunan dan pemulihan ekonomi nasional. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan posisi utang luar negeri ini dan dampaknya terhadap stabilitas perekonomian dalam negeri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User