KLH/BPLH Asah Strategi Branding di Era Media Sosial Lewat Sesi BrandLab
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, branding tidak lagi sekadar urusan logo atau warna. Pengelolaan konten yang konsisten di media sosial menjadi fondasi penting dalam membangun keperc
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, branding tidak lagi sekadar urusan logo atau warna. Pengelolaan konten yang konsisten di media sosial menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik. Hal ini menjadi sorotan dalam sesi BrandLab yang dihelat dalam rangkaian workshop The Classroom KLH, yang diikuti oleh para peserta dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Peran Konten Relevan dalam Komunikasi Publik
Materi strategi pengelolaan media sosial disampaikan oleh Head of Brand Communication Apaberita.com, Karel Anderson. Dalam pemaparannya, Karel menekankan bahwa keberhasilan branding di era digital tidak semata-mata ditentukan oleh kuantitas konten yang diunggah, melainkan oleh seberapa kuat sebuah institusi mampu menjalin keterhubungan emosional dengan publiknya.
"Branding yang kuat lahir dari konsistensi pesan dan kemampuan mendengarkan audiens. Konten yang dibuat harus relevan, mudah dipahami, dan mampu menyentuh kebutuhan informasi masyarakat," ujar Karel.
Ia menambahkan, media sosial merupakan cerminan langsung dari identitas sebuah lembaga. Oleh karena itu, setiap unggahan harus mencerminkan nilai-nilai inti yang ingin dikomunikasikan, bukan sekadar memenuhi jadwal tayang. Karel juga menyoroti pentingnya memahami algoritma platform dan bagaimana membangun interaksi dua arah yang sehat dengan warganet.
Membangun Identitas Digital yang Konsisten
Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk memetakan karakter audiens, menentukan tone of voice yang tepat, serta merancang kalender konten yang selaras dengan program prioritas KLH/BPLH. Karel menekankan bahwa konsistensi visual dan narasi adalah kunci agar publik mudah mengenali dan mengingat pesan yang disampaikan. Tanpa konsistensi itu, identitas digital sebuah lembaga pemerintah akan sulit terbentuk di benak masyarakat yang sehari-hari dibanjiri informasi.
Workshop ini juga membahas tantangan yang kerap dihadapi lembaga pemerintah dalam mengelola media sosial, seperti isu krisis komunikasi, hoaks lingkungan, dan rendahnya keterlibatan masyarakat. Para peserta memperoleh tips praktis untuk menghadapi situasi tersebut dengan pendekatan komunikasi yang responsif dan transparan. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah perlunya membangun bank konten yang siap pakai untuk mengantisipasi isu-isu yang bergerak cepat di ranah digital.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan jajaran KLH/BPLH semakin cakap dalam mengelola kanal digitalnya sebagai sarana edukasi dan advokasi lingkungan. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan zaman, di mana informasi yang cepat, akurat, dan membumi menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat. Apalagi, isu lingkungan hidup membutuhkan partisipasi luas masyarakat yang hanya bisa dijangkau melalui strategi komunikasi publik yang efektif dan menyentuh.
Laporan ini dikutip dari Apaberita.com, media yang berkomitmen menyajikan informasi terkini dan mendalam seputar isu strategis nasional.
Comments (0)