Parkir Liar di Cawang Makan Tiga Perempat Jalan, Dishub DKI Buka Suara

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi parkir liar di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial pada Minggu (21/6/2026). Dalam re

Jul 08, 2026 - 19:44
0 0
Parkir Liar di Cawang Makan Tiga Perempat Jalan, Dishub DKI Buka Suara
Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi parkir liar di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial pada Minggu (21/6/2026). Dalam rekaman tersebut, puluhan sepeda motor dan mobil terparkir secara tidak teratur hingga memakan lebih dari separuh badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas yang seharusnya bisa mengalir di dua lajur terpaksa menyempit drastis, menyisakan hanya satu lajur sempit bagi kendaraan yang hendak melintas. Kepadatan parkir liar itu tidak hanya menimbulkan kemacetan panjang, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Sejumlah pengemudi terlihat harus ekstra hati-hati saat bermanuver di antara kendaraan yang terparkir sembarangan. Aspal jalan yang menjadi lahan parkir darurat tersebut semakin menambah pelik situasi, terutama pada jam-jam sibuk.

Penjelasan Resmi Dinas Perhubungan DKI

Menanggapi video yang viral tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, angkat bicara. Ia membenarkan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai situasi di Jalan Mayjen Sutoyo. Budi menjelaskan bahwa secara regulasi, area jalan tersebut memang memiliki toleransi untuk digunakan sebagai area parkir pada malam hari, khususnya untuk menunjang kegiatan ekonomi warga sekitar. Akan tetapi, ia menyayangkan praktik di lapangan yang sudah sangat jauh melampaui batas toleransi.
"Memang benar area itu diperbolehkan untuk parkir di malam hari. Tetapi yang menjadi masalah adalah perluasannya yang sudah tidak terkendali. Saat ini parkir di sana sudah melebar hingga memakan tiga perempat badan jalan. Ini jelas sangat mengganggu," ujar Budi Awaluddin dalam keterangannya kepada awak media.
Menurut Budi, perluasan area parkir yang agresif ini diduga kuat dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mencoba mengambil keuntungan lebih dari pengguna jalan yang memarkirkan kendaraannya. Aktivitas ini telah berlangsung cukup lama dan kerap luput dari pengawasan ketat.

Koordinasi dengan Pedagang Sekitar

Untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah meresahkan pengguna jalan ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta tidak bisa bertindak sendiri. Budi menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan koordinasi dengan para pedagang kaki lima serta pemilik usaha di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo. Pihaknya berencana untuk memanggil perwakilan warga dan pedagang guna mencari solusi terbaik yang tidak saling merugikan. "Kami akan segera berkoordinasi dengan para pedagang. Kita ingin mencari titik temu, bagaimana aktivitas ekonomi di malam hari tetap bisa berjalan tanpa harus mengorbankan hak pengguna jalan lainnya," lanjut Budi. Dishub DKI Jakarta juga akan mengintensifkan patroli di titik rawan parkir liar dan mempertimbangkan penempatan petugas secara permanen di lokasi demi mencegah perluasan area parkir yang kembali terjadi di masa mendatang. Dinas Perhubungan berjanji akan menindak tegas apabila masih ditemukan aktivitas parkir yang membahayakan ketertiban lalu lintas. Sementara itu, pengguna media sosial terus mendesak pemerintah DKI Jakarta untuk bersikap lebih tegas dalam menertibkan aktivitas parkir ilegal yang merampas hak pejalan kaki dan pengendara. Situasi terkini di sekitar Cawang akan terus dipantau oleh tim liputan Apaberita.com untuk memastikan tindak lanjut dari janji yang telah disampaikan pihak Dinas Perhubungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User