Upaya Penculikan Bocah di Bogor Gagalkan Aksi Pelaku

Seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berhasil terhindar dari upaya penculikan yang dilakukan oleh seorang pria tidak dikenal pada Senin pagi (08/05/2023). Kejadian bermula saat ...

Jul 23, 2026 - 19:58
0 0
Upaya Penculikan Bocah di Bogor Gagalkan Aksi Pelaku

Seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berhasil terhindar dari upaya penculikan yang dilakukan oleh seorang pria tidak dikenal pada Senin pagi (08/05/2023). Kejadian bermula saat korban, berinisial RA (10), sedang berjalan kaki menuju sekolahnya di kawasan Ciampea sekitar pukul 07.00 WIB.

Kronologi Upaya Penculikan

Pelaku yang mengendarai sepeda motor metic berwarna gelap mendekati korban di Jalan Raya Tegar Beriman. Pria tersebut memulai percakapan dengan berpura-pura menanyakan alamat sebuah sekolah dasar negeri di sekitar lokasi. "Pelaku menegaskan bahwa dirinya sedang mencari alamat SD Negeri 4 Ciampea," ujar Kepala Desa setempat yang mengetahui kejadian, Rudi Hartono, kepada wartawan.

Ketika korban menunjukkan arah, pelaku justru membujuk RA untuk naik ke motornya dengan alasan akan mengantarkannya ke sekolah. Berdasarkan keterangan saksi mata, warga setempat bernama Siti Nurjanah, pelaku kemudian memacu kendaraannya menuju arah lapangan terbuka yang sepi dan berjarak sekitar 200 meter dari lokasi awal pertemuan.

Situasi memanas ketika RA menyadari rute yang dilalui tidak mengarah ke sekolahnya. Korban pun berteriak meminta tolong hingga menarik perhatian warga sekitar. "Korban menunjukkan reaksi penolakan yang kuat, sehingga pelaku panik," ungkap Kapolsek Ciampea, AKP Pipit Primatama, dalam keterangan resminya di lokasi kejadian. Melihat situasi tidak menguntungkan, pelaku segera meninggalkan korban di pinggir lapangan dan melarikan diri ke arah dramaga dengan kecepatan tinggi.

Respons Cepat Warga dan Pihak Sekolah

Beberapa warga yang mendengar teriakan korban segera berhamburan keluar. Mereka menemukan RA dalam keadaan menangis namun tidak mengalami luka fisik. Selang beberapa menit, petugas keamanan sekolah yang mendapat kabar melalui orang tua murid datang untuk menjemput korban dan memastikan kondisinya aman.

Kepala Sekolah Dasar Negeri tempat RA menimba ilmu, Dian Permata, membenarkan kejadian tersebut. "Kami langsung mengadakan rapat darurat dengan seluruh guru untuk meningkatkan kewaspadaan. Kami juga menegaskan kembali prosedur kepada siswa tentang bahaya berbicara dengan orang tidak dikenal," katanya. Sekolah tersebut kemudian mengirimkan surat edaran kepada seluruh wali murid yang berisi imbauan kewaspadaan dan ciri-ciri pelaku yang sempat diingat oleh korban.

Kasus ini dilaporkan ke Polsek Ciampea pada pukul 09.30 WIB oleh orang tua korban beserta beberapa saksi. Berdasarkan laporan polisi nomor LP/123/V/2023/JBR/Res BGR, polisi segera melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari beberapa rekaman, teridentifikasi plat nomor kendaraan pelaku yang diduga palsu.

Langkah Keamanan dan Imbauan

Kapolsek Ciampea, AKP Pipit Primatama, menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim untuk memburu pelaku. "Kami sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku berdasarkan ciri-ciri fisik yang diperoleh dari keterangan korban dan saksi," ujarnya dalam konferensi pers singkat di Mapolsek. Ia menambahkan, motif pelaku masih dalam penyelidikan, namun dugaan sementara mengarah pada tindak pidana penculikan anak.

Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, percobaan penculikan terhadap anak diancam dengan hukuman penjara paling lama 12 tahun. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama dalam perjalanan ke dan dari sekolah.

Kasus ini menjadi perhatian serius Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Bogor. Komisioner KPAI Kabupaten Bogor, Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk menginstruksikan seluruh sekolah melakukan simulasi keselamatan anak. "Kami menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada anak tentang cara mengenali dan merespons situasi berbahaya," tegasnya. Pihak sekolah juga diminta untuk memastikan rute patroli penjemputan anak oleh pihak keamanan sekolah berjalan efektif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User