Umat Syiah Berkumpul Sambut Asyura di Najaf
Najaf, Apaberita.com – Ribuan umat Muslim Syiah dari berbagai penjuru Irak dan mancanegara mulai memadati kota suci Najaf menjelang puncak peringatan Asyura. Momen yang jatuh pada hari kesepuluh bu
Najaf, Apaberita.com – Ribuan umat Muslim Syiah dari berbagai penjuru Irak dan mancanegara mulai memadati kota suci Najaf menjelang puncak peringatan Asyura. Momen yang jatuh pada hari kesepuluh bulan Muharam ini selalu menjadi magnet spiritual yang menggerakkan peziarah untuk menapaktilasi pengorbanan Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad, dalam Pertempuran Karbala. Di antara denyut persiapan itu, sebuah ritual turun-temurun kembali mencuri perhatian: penyalaan obor masha'al.
Api Kedukaan di Malam Muharam
Ritual penyalaan masha'al, obor tradisional berupa tongkat berlapis lilitan kain yang dibakar ujungnya, menandai dimulainya prosesi duka. Di pelataran dan jalan-jalan menuju makam Imam Ali, para peziarah mengangkat obor menyala sebagai simbol kesetiaan dan penerangan hati menuju kebenaran yang diperjuangkan cucu Nabi. Cahaya obor yang berkelap-kelip di malam hari menciptakan suasana khidmat sekaligus mencekam, seolah menggemakan kembali kobaran api penderitaan di padang Karbala ribuan tahun silam.
Seorang pengurus komunitas peziarah, Husein Al-Baghdadi, saat ditemui di kawasan Masjid Agung Kufah, menuturkan bahwa tradisi ini adalah bagian tak terpisahkan dari bulan Muharam. "Setiap nyala masha'al adalah lambang pelita hati kami yang tertuju pada Imam Hussein. Kami memastikan semuanya berjalan tertib agar luka sejarah itu kembali hidup sebagai pelajaran abadi," ujarnya. Ungkapan serupa memperkuat bahwa ritual ini bukan sekadar seremoni visual, melainkan medium kolektif untuk menyelami narasi menyayat hati dari tragedi Asyura.
"Setiap nyala masha'al adalah lambang pelita hati kami yang tertuju pada Imam Hussein. Kami memastikan semuanya berjalan tertib agar luka sejarah itu kembali hidup sebagai pelajaran abadi."
Panggung Spiritual Menjelang Puncak Tanggal Sepuluh
Kota Najaf sendiri telah berubah menjadi lautan manusia berpakaian hitam. Ribuan tenda penampungan didirikan, sementara dapur-dapur umum menyediakan hidangan gratis bagi para pejalan religi. Suasana ini akan mencapai puncaknya pada hari Asyura, saat prosesi ta'ziyah — pertunjukan teatrikal yang merekonstruksi pertempuran Karbala — digelar di berbagai sudut kota. Pukulan dada, lantunan elegi, dan tetesan air mata mewarnai setiap langkah menuju maqam suci.
Pihak berwenang Irak telah menerjunkan ribuan personel keamanan di sekitar kompleks pemakaman Wadi-us-Salaam dan rute-rute utama untuk menjamin kelancaran ibadah massal. Meski diwarnai keramaian yang padat, nuansa sakral tetap terjaga. Datangnya Asyura di Najaf selalu mengingatkan kembali bahwa kenangan atas ketidakadilan mampu menyatukan hati dalam ratapan yang sama, menjembatani masa lalu dan masa kini lewat api obor yang tidak pernah padam sepanjang sejarah Muharam.
Laporan ini disusun oleh tim Apaberita.com dari rangkaian pemantauan langsung di Irak, mengabarkan bahwa ibadah penyambutan Asyura di Najaf terus berjalan dalam semangat kebersamaan, ketakwaan, dan penghormatan terhadap jejak suci para leluhur Islam.
Comments (0)