Trump dan Senator Cassidy Saling Teriak dalam Pertemuan Tertutup

Washington DC - Suasana politik di Gedung Putih kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlibat adu mulut sengit dengan Senator dari Partai Republik, Bill Cassidy. Perdeba

Jul 07, 2026 - 23:48
0 0
Trump dan Senator Cassidy Saling Teriak dalam Pertemuan Tertutup

Washington DC - Suasana politik di Gedung Putih kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlibat adu mulut sengit dengan Senator dari Partai Republik, Bill Cassidy. Perdebatan yang terjadi secara tertutup ini menyoroti ketegangan yang kian meruncing di internal Partai Republik terkait kebijakan perang AS melawan Iran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami dari berbagai sumber, insiden mengejutkan ini terjadi hanya berselang sehari setelah Senat AS meloloskan sebuah resolusi penting yang secara tegas menyerukan penghentian konflik bersenjata melawan Teheran. Pertemuan tertutup antara Presiden Trump dengan sejumlah anggota parlemen dari partainya itu digelar pada Rabu (24/6) waktu setempat, namun detail keributannya baru mencuat ke publik pada Kamis (25/6/2020).

Beberapa politisi Partai Republik yang hadir dalam pertemuan itu mengungkapkan bahwa suasana berubah menjadi sangat tegang. Adu mulut itu bahkan diwarnai dengan aksi saling berteriak antara Presiden Trump dan Senator Cassidy yang mewakili negara bagian Louisiana.

Pemicu Keributan Masih Menjadi Misteri

Hingga berita ini diturunkan, pemicu pasti yang memicu perang verbal antara kedua tokoh tersebut belum diketahui secara jelas oleh publik. Namun, laporan media kami menduga kuat bahwa ketegangan ini tidak terlepas dari manuver Senat yang menantang otoritas Presiden sebagai Panglima Tertinggi dalam urusan perang. Resolusi penghentian perang yang diloloskan oleh Senat, yang notabene dikuasai oleh mayoritas Partai Republik, dianggap sebagai tamparan keras bagi kebijakan luar negeri Trump.

Senator Cassidy sendiri dikenal sebagai sosok yang vokal mengenai kebijakan luar negeri, dan meskipun berasal dari partai yang sama dengan Presiden, dukungannya terhadap resolusi pembatasan kekuasaan perang tampaknya menjadi salah satu garis merah yang menyulut kemarahan Trump di ruang pertemuan. Kejadian ini menambah daftar panjang bentrokan antara Gedung Putih dan anggota parlemen dari partainya sendiri, memperlihatkan retakan serius dalam tubuh Partai Republik menjelang tahun politik yang krusial.

Ketegangan antara AS dan Iran memang telah mencapai titik didih dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran global akan perang skala penuh di Timur Tengah. Meskipun Trump bersikeras bahwa kebijakan tekanan maksimum terhadap Teheran adalah langkah yang benar, suara-suara di Kongres, termasuk dari sesama anggota Partai Republik seperti Cassidy, semakin keras menuntut de-eskalasi dan solusi diplomatik. Insiden saling teriak ini menjadi bukti nyata bahwa pertarungan terkait arah kebijakan perang tidak hanya terjadi di medan tempur, tetapi juga memanas di koridor kekuasaan Washington DC.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User