Jelang MPLS 2026, Kemensos Matangkan Kesiapan Sekolah Rakyat Se-Indonesia
Apaberita.com, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menggelar Rapat Dinas Persiapan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/20
Apaberita.com, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menggelar Rapat Dinas Persiapan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 di Kantor Kementerian Sosial. Rapat yang berlangsung intensif tersebut secara khusus membahas kesiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan dimulai secara serentak di seluruh Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026. Agenda utama ini menandai langkah akhir sebelum satuan pendidikan di bawah naungan Kemensos itu resmi memulai kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik baru.
Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Berbasis asrama atau boarding school, sekolah ini dirancang untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar mereka mendapatkan akses pendidikan berkualitas secara gratis mulai dari jenjang dasar hingga menengah. Menjelang tahun ajaran baru, Kemensos memfokuskan perhatian pada kesiapan menyeluruh di seluruh titik Sekolah Rakyat yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Lima Pilar Kesiapan Sekolah Rakyat
Dalam rapat tersebut, pembahasan dikerucutkan pada lima aspek krusial yang menjadi pilar keberhasilan penyelenggaraan MPLS. Pertama, kesiapan sarana dan prasarana meliputi asrama, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga fasilitas olahraga dan kesehatan. Kedua, kesiapan siswa, mulai dari verifikasi data dan kondisi sosial-ekonomi calon peserta didik hingga kesiapan mental mereka memasuki lingkungan asrama. Ketiga, kesiapan guru dan tenaga kependidikan—Kemensos memastikan rekrutmen pendidik profesional dan program orientasi bagi guru baru agar mampu membimbing siswa dengan pendekatan yang ramah anak. Keempat, kesiapan teknis pelaksanaan MPLS, termasuk penyusunan modul pengenalan lingkungan yang aman, kreatif, dan bebas dari perundungan. Kelima, dukungan anggaran untuk memastikan operasional sekolah berjalan lancar sepanjang tahun ajaran.
“Kami ingin memastikan seluruh Sekolah Rakyat siap menyambut siswa baru dengan standar yang sama. MPLS bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi fondasi awal bagi anak-anak untuk mencintai lingkungan sekolah dan betah tinggal di asrama. Karena itu, sarana, tenaga pendidik, dan dukungan anggaran harus benar-benar final sebelum Juli,” tegas Gus Ipul dalam arahannya.
Pemerintah menargetkan MPLS di Sekolah Rakyat menjadi pengalaman awal yang positif bagi para siswa, mengingat mayoritas dari mereka berasal dari latar belakang keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Pendekatan pengenalan lingkungan akan lebih menitikberatkan pada penguatan karakter, nilai-nilai kebangsaan, serta adaptasi kehidupan berasrama. Para guru pun diinstruksikan untuk memetakan kebutuhan individual siswa sejak hari pertama guna mencegah potensi putus sekolah. Dengan rampungnya rapat koordinasi ini, Kemensos optimistis pembukaan tahun ajaran baru seluruh Sekolah Rakyat dapat berlangsung tepat waktu tanpa kendala berarti, sekaligus menjadi bukti komitmen negara dalam menghadirkan keadilan pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
Comments (0)