Trump Ancam Serang Lagi, Iran: Sebaiknya Mereka Berhati-hati!
Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali memanas setelah Ketua Parlemen Iran sekaligus Kepala Negosiator Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat
Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali memanas setelah Ketua Parlemen Iran sekaligus Kepala Negosiator Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Peringatan itu disampaikan menyusul ancaman terbaru dari Presiden AS Donald Trump yang menyatakan akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Dukungan Iran kepada kelompok Hizbullah di Lebanon menjadi alasan utama di balik ancaman tersebut, yang memicu respons tajam dari penguasa di Teheran.
Menurut laporan yang dihimpun Apaberita.com pada Senin (22/6/2026), Ghalibaf menegaskan agar Washington tidak lagi mengeluarkan ancaman-ancaman yang dianggapnya tidak akan mempan terhadap negaranya. Ia justru mempertanyakan efektivitas strategi intimidasi yang selama ini dijalankan Amerika Serikat.
Peringatan Langsung dari Ghalibaf
Dalam pernyataannya yang penuh dengan ketegasan, Ghalibaf menyatakan bahwa keberanian Iran tidak akan surut hanya karena gertakan dari pihak luar. Ia bahkan menuding bahwa ancaman-ancaman yang dilontarkan Amerika justru menjadi pertanda keputusasaan.
“Tidakkah mereka berpikir bahwa jika ancaman mereka berpengaruh, mereka tidak akan sampai pada keadaan putus asa seperti sekarang? Kami tidak memperhitungkan ancaman Amerika.”
Tokoh senior di kancah politik Iran ini juga menggarisbawahi bahwa kebijakan luar negeri negaranya sudah teruji dan tak bisa digoyahkan oleh tekanan berskala global sekalipun. Menurutnya, setiap ancaman yang datang dari luar justru menjadi momentum bagi Iran untuk menunjukkan ketangguhan dan kesiapan militernya.
Lebih lanjut, Ghalibaf menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan tinggal diam jika keselamatan dan kedaulatan nasional benar-benar terancam. Ia memastikan bahwa berbagai skenario respons telah disiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan yang muncul dari langkah agresif Amerika Serikat.
Respons Militer Multidimensional
Ghalibaf tidak menjelaskan secara rinci bentuk respons yang dimaksud, namun ia mengindikasikan bahwa respons itu tidak akan bersifat tunggal atau satu arah saja. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Iran memiliki berbagai opsi strategis, mulai dari jalur diplomatik hingga aksi militer yang tersebar di berbagai kawasan yang menjadi panggung persaingan dua negara tersebut.
“Sebaiknya mereka berhati-hati dengan pernyataan mereka; angkatan bersenjata kami siap untuk merespons mereka dengan cara yang berbeda. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang akan bertindak.”
Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang tidak hanya bersifat defensif, melainkan juga proaktif dalam menghadapi setiap perkembangan ancaman. Bagi para analis di bidang keamanan internasional, pernyataan Ghalibaf tersebut merupakan sinyal bahwa Teheran tidak ingin kehilangan inisiatif dalam konflik retorika maupun potensi konfrontasi militer dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Situasi ini menambah daftar panjang adu retorika antara kedua negara yang sudah berlangsung selama beberapa dekade. Hingga kini belum ada perubahan signifikan pada pendekatan diplomatik kedua belah pihak, namun masing-masing terus memperlihatkan postur siaga tinggi. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan selanjutnya dari dinamika ketegangan di kawasan Timur Tengah ini.
Comments (0)