Oct 09, 2026
Politik

Trase Baru Batutulis Bogor Dikebut, Dedie Rachim Klaim Capai 79 Persen

BOGOR — Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa pembangunan trase atau jalan baru di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, telah mencapai progres 79 persen per awal Oktober. Proyek ...

Trase Baru Batutulis Bogor Dikebut, Dedie Rachim Klaim Capai 79 Persen

BOGOR — Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa pembangunan trase atau jalan baru di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, telah mencapai progres 79 persen per awal Oktober. Proyek infrastruktur tersebut ditargetkan rampung sebelum penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat, dengan tenggat paling lambat akhir Oktober 2026.

"Berdasarkan laporan terakhir dari dinas teknis, progres pekerjaan fisik sudah mencapai 79 persen. Kami menargetkan seluruh pekerjaan selesai sebelum Porprov Jabar digelar," tegas Dedie A. Rachim dalam keterangan resminya kepada awak media di Balai Kota Bogor, Kamis (8/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan kepala daerah usai memimpin Rapat Koordinasi percepatan infrastruktur bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta perangkat daerah terkait. Dalam rapat itu, sejumlah kendala lapangan dibahas, termasuk pengadaan lahan dan penyesuaian geometri jalan.

Posisi Strategis Trase Batutulis bagi Mobilitas Warga

Trase baru di Batutulis difungsikan sebagai jalur alternatif yang menghubungkan kawasan wisata budaya dengan permukiman padat di Bogor Selatan. Selama ini, ruas Jalan Batutulis dikenal menyempit dan kerap menjadi titik kemacetan, terutama pada akhir pekan ketika wisatawan mengunjungi kawasan Situgede dan Prasasti Batutulis. Kehadiran jalur baru diharapkan memecah beban lalu lintas sekaligus mempercepat waktu tempuh warga menuju pusat kota.

Menurut Dedie, penataan trase tidak hanya menyasar pelebaran badan jalan, tetapi juga mencakup perbaikan drainase, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), serta penataan trotoar bagi pejalan kaki. "Kami ingin memastikan pembangunan ini tidak sekadar menyelesaikan konektivitas, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan sekitar," ujarnya.

Pemerintah Kota Bogor menetapkan pembangunan trase Batutulis sebagai bagian dari prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Proyek ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor, dengan skema multiyears yang telah disahkan dalam pembahasan anggaran bersama DPRD.

Porprov Jabar Jadi Momentum Percepatan

Dedie menegaskan bahwa penyelenggaraan Porprov Jabar menjadi momentum penting bagi percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Bogor. Sejumlah venue olahraga dan jalur akses menuju lokasi pertandingan mendapat perhatian khusus agar lalu lintas selama perhelatan berlangsung tetap lancar.

"Porprov bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga ujian kesiapan infrastruktur dan pelayanan publik. Setiap hari kami evaluasi agar tidak ada keterlambatan," tuturnya.

Dalam rapat tersebut, jajaran DPUPR melaporkan bahwa pekerjaan yang tersisa meliputi penyelesaian lapis permukaan aspal, pemasangan marka jalan, serta finishing trotoar. Proses pengaspalan dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada pekan-pekan mendatang dengan memperhatikan kondisi cuaca, mengingat Bogor kerap dilanda hujan pada sore hari.

Wali Kota meminta kontraktor pelaksana menambah jam kerja dan tenaga kerja guna mengejar target penyelesaian. Ia juga menginstruksikan Dinas Perhubungan menyiapkan rekayasa lalu lintas sementara selama masa pengerjaan agar tidak menimbulkan kemacetan baru.

Pemkot Janji Transparansi dan Evaluasi Berkala

Dedie A. Rachim menyatakan Pemerintah Kota Bogor akan mengumumkan progres pembangunan trase Batutulis secara berkala kepada publik. Menurutnya, transparansi menjadi kunci agar masyarakat dapat mengawal jalannya proyek sekaligus memberikan masukan apabila menemukan persoalan di lapangan.

"Laporan progres akan kami buka. Masyarakat berhak mengetahui penggunaan anggaran dan hasil pekerjaannya," ucap Dedie.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan lembaga pengawas dalam memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan. Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pembangunan infrastruktur daerah menjadi kewenangan pemerintah kota yang wajib dipertanggungjawabkan kepada publik.

Sejumlah warga Bogor Selatan menyambut positif rencana tersebut. Mereka berharap trase baru dapat segera difungsikan sehingga aktivitas ekonomi, khususnya sektor kuliner dan UMKM di sekitar Batutulis, kembali bergeliat.

Dengan capaian 79 persen, Pemerintah Kota Bogor optimistis trase Batutulis rampung sesuai jadwal. "Kami akan terus mengevaluasi setiap pekan hingga pekerjaan tuntas 100 persen," pungkas Dedie A. Rachim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User