Topan Bavi Lumpuhkan Penerbangan Jepang, China Keluarkan Peringatan Oranye

Tokyo, 26 Juli 2024 – Topan Bavi menerjang wilayah selatan Jepang dan memicu pembatalan massal penerbangan di Prefektur Okinawa pada Jumat pagi. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat kecepatan ang...

Jul 12, 2026 - 05:35
0 0

Tokyo, 26 Juli 2024 – Topan Bavi menerjang wilayah selatan Jepang dan memicu pembatalan massal penerbangan di Prefektur Okinawa pada Jumat pagi. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat kecepatan angin maksimum mencapai 180 kilometer per jam, disertai curah hujan ekstrem yang memutus sejumlah jalur transportasi udara dan laut. Sementara itu, pemerintah Tiongkok meningkatkan status siaga menjadi peringatan oranye untuk provinsi-provinsi pesisir tenggara seiring pergerakan siklon tropis tersebut ke arah barat laut.

Gangguan operasional paling parah terjadi di Bandara Naha, pintu masuk utama Kepulauan Ryukyu. Otoritas bandara mengonfirmasi sedikitnya 217 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan hingga pukul 14.00 waktu setempat, berdampak pada sekitar 34.000 penumpang. Maskapai Japan Airlines dan All Nippon Airways menghentikan seluruh layanan dari dan menuju Okinawa, sementara sejumlah penerbangan dari Bandara Ishigaki dan Miyako juga mengalami penundaan tanpa batas waktu.

Evakuasi dan Kerusakan Infrastruktur di Okinawa

Pemerintah Prefektur Okinawa menerbitkan instruksi evakuasi untuk lebih dari 120.000 warga di wilayah pesisir Kota Naha, Ginowan, dan Urasoe. Pusat Penanggulangan Bencana setempat melaporkan bahwa gelombang tinggi hingga 9 meter menghantam tanggul pelabuhan dan merusak puluhan kapal nelayan. Rekaman dari badan penjaga pantai menunjukkan banjir rob menggenangi permukiman di Distrik Tomigusuku, memaksa petugas menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi lansia dan anak-anak.

"Kami belum pernah menghadapi tekanan topan sekuat ini dalam satu dekade terakhir. Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan warga yang terjebak di zona rawan," tegas Hiroshi Shimabukuro, Kepala Divisi Manajemen Krisis Okinawa, dalam konferensi pers darurat. Plt. Gubernur Okinawa juga mengaktifkan permintaan bantuan logistik kepada Pasukan Bela Diri Jepang untuk mendistribusikan air bersih dan bahan makanan ke tempat pengungsian yang tersebar di 11 titik.

China Perketat Siaga Lewat Peringatan Oranye

Administrasi Meteorologi Tiongkok (CMA) menaikkan level peringatan dari kuning menjadi oranye pada pukul 18.00 waktu Beijing, menandakan potensi bencana hidrometeorologi serius dalam 24–48 jam ke depan. Berdasarkan pemodelan lintasan, Topan Bavi diperkirakan mendekati perairan timur Provinsi Fujian dan Zhejiang pada Sabtu dini hari, membawa serta hujan lebat dan angin kencang yang dapat memicu banjir bandang serta tanah longsor.

"Peringatan oranye ini berarti seluruh pemerintah daerah wajib mengaktifkan posko darurat dan menyiagakan tim reaksi cepat. Kami memproyeksikan tinggi gelombang laut mencapai 6–10 meter di Selat Taiwan," ujar Dr. Chen Wei, Kepala Pusat Peringatan Siklon Tropis CMA. Sebanyak 13 kota di Fujian telah menangguhkan kegiatan belajar-mengajar dan meliburkan aparatur sipil negara yang bertugas di lapangan. Kapal-kapal nelayan dengan tonase di bawah 500 GT dilarang melaut hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok juga mengeluarkan peringatan dini untuk lima waduk besar di Zhejiang yang level airnya mendekati ambang batas kritis. Operasi pintu air secara bertahap mulai dilakukan guna mengurangi risiko jebolnya tanggul. Di Provinsi Guangdong, pemerintah provinsi menyiagakan lebih dari 10.000 personel gabungan dari TNI, polisi, dan sukarelawan untuk mengantisipasi evakuasi massal.

Dampak Meluas ke Taiwan dan Filipina

Biro Cuaca Pusat Taiwan (CWB) menerbitkan peringatan darat dan laut untuk Kabupaten Pingtung, Taitung, dan Kota Kaohsiung. Siklon tropis itu diperkirakan membawa hujan dengan intensitas 300–500 milimeter dalam kurun 24 jam di wilayah pegunungan selatan. Otoritas transportasi Taiwan telah menutup sementara Jalan Raya Provinsi No. 9 di segmen yang rawan longsor, serta membatalkan 43 layanan feri antarpulau.

Sementara itu, Biro Cuaca Filipina (PAGASA) menempatkan wilayah Luzon Utara—khususnya Provinsi Batanes, Cagayan, dan Ilocos Norte—dalam status siaga merah. Administrator PAGASA, Dr. Vicente Malano, menyatakan bahwa meskipun Topan Bavi tidak langsung menghantam daratan Filipina, pita hujan luarnya tetap berpotensi menyebabkan banjir lahar dingin di sekitar Gunung Mayon dan Taal. Ribuan keluarga di daerah aliran sungai Cagayan telah diungsikan ke tempat penampungan sementara sejak Kamis malam.

Semua pihak yang terlibat dalam mitigasi bencana di empat negara terus memantau pergerakan Topan Bavi yang diprediksi tidak melemah secara signifikan dalam waktu dekat. Koordinasi lintas batas oleh badan meteorologi regional diharapkan mampu mempercepat peringatan dini dan mengurangi risiko korban jiwa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User