Pemkot Bekasi Luncurkan Bekasipreneur Camp 2026

Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah resmi membuka gelaran Bekasipreneur Camp 2026 di kompleks Karang Kitri, Senin (15/6). Acara yang akan berlangsung selama tiga har...

Jul 12, 2026 - 05:34
0 4

Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah resmi membuka gelaran Bekasipreneur Camp 2026 di kompleks Karang Kitri, Senin (15/6). Acara yang akan berlangsung selama tiga hari ini dirancang untuk mendorong akselerasi kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta wirausaha muda agar mampu menembus pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Pembukaan dihadiri Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Heru Prasetyo, perwakilan Bank Indonesia, akademisi, serta lebih dari 1.000 peserta yang memadati area utama. Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Bekasipreneur Camp tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari strategi besar pemulihan ekonomi daerah pascaperlambatan.

"Kami menempatkan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Kota Bekasi. Bekasipreneur Camp adalah instrumen untuk mengonsolidasikan kekuatan wirausaha muda agar naik kelas dan terkoneksi dengan rantai pasok global," ujar Mochtar Mohamad.

Panitia mencatat, hingga hari pembukaan sudah terdaftar 3.842 peserta dari 12 kecamatan di Kota Bekasi dan sekitarnya. Jumlah itu melampaui target awal sebanyak 3.500 pendaftar. Mayoritas peserta adalah pelaku usaha berusia 21–35 tahun yang bergerak di sektor kuliner, fesyen, kerajinan, dan teknologi digital.

Rangkaian Pelatihan dan Pendampingan Terstruktur

Bekasipreneur Camp 2026 menyajikan 47 sesi pelatihan yang terbagi dalam tiga klaster: literasi keuangan dan permodalan, transformasi digital, serta akses pasar ekspor. Materi disampaikan oleh praktisi dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), perbankan, marketplace nasional, hingga konsultan bisnis internasional.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Heru Prasetyo, menyatakan bahwa pendekatan tahun ini lebih terukur karena setiap peserta wajib mengikuti uji kompetensi mikro sebelum dan sesudah acara. "Kami ingin ada dampak konkret: peningkatan skor literasi bisnis minimal 25 persen bagi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian," katanya di sela acara.

Selain pelatihan, tersedia pula klinik konsultasi perizinan, stand pameran produk unggulan, hingga sesi business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon investor dan jaringan ritel modern. Heru menyebutkan, dari gelaran tahun sebelumnya, sedikitnya 140 UMKM berhasil menandatangani kontrak penyediaan produk dengan jaringan minimarket dan e-commerce.

Dukungan Anggaran dan Regulasi Pro-UMKM

Untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Bekasi mengalokasikan dana sebesar Rp12,3 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dana kemitraan dari perbankan dan BUMN. Dana itu digunakan untuk subsidi pelatihan, pembangunan infrastruktur co-working space semipermanen di Karang Kitri, serta bantuan modal bergulir tanpa bunga bagi peserta terpilih.

Wali Kota Mochtar menegaskan, alokasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pemberdayaan UMKM. Regulasi itu mewajibkan setiap pusat perbelanjaan modern di Bekasi menyediakan 30 persen area usahanya bagi produk UMKM lokal. "Kami tidak hanya memberi pelatihan, tetapi juga memastikan produk mereka memiliki tempat di pasar yang sesungguhnya," tegasnya.

"Aturan 30 persen itu sudah berjalan. Saat ini, 11 dari 14 mal besar di Bekasi telah menyediakan lantai khusus UMKM lokal. Bekasipreneur Camp menjadi etalase bagi produk-produk yang siap mengisi ruang tersebut," jelas Mochtar.

Sementara itu, Wakil Ketua KADIN Kota Bekasi, Rina Sulistiawati, mengapresiasi inisiatif pemerintah daerah. Ia menilai sinergi antara pemerintah, swasta, dan asosiasi usaha menjadi kunci keberhasilan program. "KADIN siap memfasilitasi sertifikasi produk, termasuk label halal dan Standar Nasional Indonesia, agar UMKM Bekasi tidak hanya kuat di lokal tapi juga siap ekspor," ujarnya.

Kolaborasi Multipihak Perluas Jejaring Bisnis

Bekasipreneur Camp 2026 menggandeng 23 mitra strategis, termasuk Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia, serta sejumlah platform e-commerce. Kolaborasi ini diharapkan membuka akses pembiayaan murah, pelatihan pemasaran digital, hingga pendampingan ekspor.

Kepala Perwakilan BI Jabar, Doddy Zulverdi, yang hadir secara virtual, menyatakan pihaknya telah menyalurkan insentif bagi UMKM berbasis ekspor melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga 6 persen per tahun. "Kami mendukung penuh Bekasipreneur Camp. Dari 1.100 UMKM binaan BI di Bekasi, 8 persennya sudah melakukan ekspor perdananya," kata Doddy.

Selama acara, peserta juga diberikan kesempatan memamerkan produk di 200 stan yang disediakan secara gratis. Area pameran dibagi dalam empat zona: kuliner, kriya, fesyen, dan teknologi. Zona teknologi menjadi magnet tersendiri karena menampilkan inovasi wirausaha muda di bidang aplikasi pembukuan digital, Internet of Things pertanian perkotaan, dan solusi logistik mikro.

Heru Prasetyo menambahkan, panitia menargetkan transaksi bisnis selama acara mencapai Rp8 miliar, meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp5,2 miliar. "Kami optimistis karena tahun ini kami mengundang 50 buyer dari jaringan hotel, restoran, dan kafe se-Jabodetabek," pungkasnya.

Dengan skema pelatihan yang lebih terstruktur, dukungan regulasi yang mengikat, dan kolaborasi multipihak yang semakin solid, Bekasipreneur Camp 2026 diyakini menjadi katalisator penguatan ekonomi kerakyatan di Kota Bekasi. Pemerintah setempat berharap, dalam tiga tahun ke depan, minimal 20 persen dari pelaku UMKM peserta program mampu menembus pasar ekspor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User