TNI Gelar Nobar Piala Dunia di 25.912 Titik, 1,1 Juta Penonton Terlibat

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) sukses menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 25.912 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indon...

Jul 17, 2026 - 21:31
0 0
TNI Gelar Nobar Piala Dunia di 25.912 Titik, 1,1 Juta Penonton Terlibat

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) sukses menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 25.912 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini berhasil menarik partisipasi lebih dari 1,1 juta warga yang antusias menyaksikan laga-laga akbar sepak bola dunia secara kolektif. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memfasilitasi hiburan rakyat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa gelaran nobar ini tidak sekadar menjadi ajang menonton pertandingan, melainkan juga instrumen strategis untuk mempererat kohesi sosial. "Kami ingin masyarakat dapat menikmati siaran langsung Piala Dunia secara layak dan bersama-sama, tanpa terbebani biaya akses. Lebih dari itu, momen ini kami jadikan sebagai perekat kebangsaan di tengah keberagaman," ujar Kasad seusai meninjau salah satu titik nobar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/7/2026).

Jangkauan Nobar Menyeluruh Hingga Pelosok

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Penerangan TNI AD, sebanyak 25.912 titik nobar tersebar mulai dari balai desa, lapangan terbuka, hingga markas koramil di daerah terpencil. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen titik berada di wilayah pedesaan dan perbatasan yang selama ini minim akses terhadap siaran televisi berlangganan. Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) di masing-masing wilayah mengoordinasikan langsung pemasangan layar lebar, sistem tata suara, serta pengamanan lokasi bersama aparat kepolisian dan pemerintah daerah.

Kasad menambahkan, operasi skala besar ini melibatkan lebih dari 500 ribu prajurit yang bertugas secara bergiliran untuk memastikan kelancaran acara. "Kami menyiagakan personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) di setiap titik. Mereka tidak hanya mengamankan, tetapi juga menjadi motor penggerak partisipasi warga, khususnya di daerah rawan konflik agar fokus pada hiburan dan persatuan," jelasnya.

Dampak Ekonomi dan Geliat Usaha Kecil

Di luar aspek hiburan, nobar massal ini memberikan efek domino yang signifikan terhadap perekonomian warga sekitar. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatat transaksi ekonomi di sekitar titik nobar melonjak hingga 43 persen dibandingkan hari biasa. Para pelaku UKM, pedagang kaki lima, dan penyedia jasa transportasi lokal meraup keuntungan dari kerumunan penonton yang membeli makanan, minuman, cendera mata, serta aksesoris bernuansa tim favorit.

Di Kabupaten Malang, misalnya, Sutrisno (52), pemilik warung kopi keliling, mengaku pendapatannya naik tiga kali lipat selama berlangsungnya pertandingan fase grup. "Sejak ada nobar di lapangan desa, warga tidak lagi menonton sendiri di rumah. Mereka berkumpul, beli kopi, gorengan, rokok. Saya bisa menjual lebih dari 150 cangkir semalam, biasanya paling 50 gelas," tuturnya. Laporan serupa mengalir dari berbagai daerah, menunjukkan bahwa kebijakan nobar ini secara tidak langsung menjadi katalis pemulihan ekonomi pascapandemi yang masih dirasakan sektor informal.

Sinergi TNI-Rakyat dan Semangat Kebangsaan

Kegiatan ini juga menjadi panggung bagi sinergi TNI dengan seluruh elemen masyarakat. Di banyak lokasi, prajurit TNI bersama pemuda karang taruna dan organisasi kemasyarakatan bergotong royong membangun panggung, menyediakan genset, serta mengatur lalulintas penonton. Tak jarang, acara nobar diselingi dengan pembacaan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pengibaran bendera Merah Putih sebelum kick-off.

Pengamat pertahanan dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Widjajanto, menilai langkah ini sebagai diplomasi pertahanan lunak yang efektif. "Dengan menjadikan sepak bola sebagai medium, TNI mampu mendekatkan diri kepada rakyat tanpa kesan militeristik. Ini membangun kepercayaan publik yang sangat penting dalam konsep pertahanan rakyat semesta," ujarnya saat dihubungi terpisah. Ia menambahkan bahwa model nobar kebangsaan ini bisa direplikasi untuk ajang olahraga internasional lainnya yang memiliki daya tarik massa besar.

Kasad memastikan bahwa TNI AD akan terus memfasilitasi nobar-nobar serupa, termasuk untuk final Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung Minggu depan. "Kami sudah siapkan 35.000 titik tambahan untuk laga final. Target kami, lebih dari 2 juta warga bisa menonton bersama di seluruh penjuru negeri. Ini komitmen kami untuk mendukung kebahagiaan dan persatuan rakyat Indonesia," pungkas Jenderal Maruli. Dengan keberhasilan awal ini, nobar kebangsaan Piala Dunia 2026 ditetapkan sebagai program nasional yang akan dievaluasi dan dikembangkan untuk even-even olahraga global selanjutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User