Oct 14, 2026
Politik

TNI AL Ungkap 4.364 Liquid Vape Terindikasi Kokain Senilai Rp34,9 Miliar

BANDARLAMPUNG — Komando Daerah Armada (Kodaeral) III mengungkap penyelundupan 4.364 cartridge liquid vape yang terindikasi mengandung narkotika jenis kokain dengan estimasi nilai mencapai Rp34,9 mil...

TNI AL Ungkap 4.364 Liquid Vape Terindikasi Kokain Senilai Rp34,9 Miliar

BANDARLAMPUNG — Komando Daerah Armada (Kodaeral) III mengungkap penyelundupan 4.364 cartridge liquid vape yang terindikasi mengandung narkotika jenis kokain dengan estimasi nilai mencapai Rp34,9 miliar. Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia dalam konferensi pers yang digelar di Bandarlampung, Lampung.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan uji laboratorium, ribuan cartridge yang kami amankan ini terindikasi mengandung kokain," tegas Uki Prasetia di hadapan awak media. Ia menyatakan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil operasi pengawasan maritim yang dilakukan jajaran Kodaeral III terhadap jalur pelayaran di perairan Lampung.

Menurut keterangan resmi yang disampaikan, barang bukti tersebut diamankan dari sebuah kapal yang dicurigai membawa muatan ilegal. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menemukan ribuan cartridge vape yang disembunyikan di dalam ruang muatan kapal. Seluruh barang bukti selanjutnya dibawa ke markas Kodaeral III untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Modus Penyamaran dalam Kemasan Vape

Dalam paparannya, Uki Prasetia menjelaskan bahwa para pelaku diduga kuat memanfaatkan produk vape sebagai modus penyamaran untuk mengelabui petugas. Liquid vape dipilih karena bentuknya yang cair dan mudah dicampur dengan zat lain tanpa menimbulkan kecurigaan. Cara ini dinilai sebagai modus baru dalam jaringan peredaran narkotika yang selama ini lebih sering menggunakan kargo konvensional.

"Ini merupakan modus yang cukup baru. Pelaku memanfaatkan tren penggunaan vape di kalangan masyarakat untuk menyelundupkan narkotika," ujar Uki. Ia menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, nilai ekonomi dari 4.364 cartridge tersebut ditaksir mencapai Rp34,9 miliar. Angka ini dihitung berdasarkan harga jual yang berlaku di pasaran gelap. Nilai tersebut menunjukkan skala penyelundupan yang signifikan dan berpotensi mengancam generasi muda jika berhasil beredar.

Pengembangan Kasus dan Pemeriksaan Saksi

Kodaeral III menyatakan telah mengamankan sejumlah awak kapal untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan guna mengungkap peran masing-masing pihak dalam rantai penyelundupan tersebut. Penyidik juga menelusuri dokumen pelayaran dan manifes muatan untuk memastikan asal dan tujuan pengiriman barang haram itu.

"Kami masih melakukan pengembangan. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat, termasuk di luar jajaran awak kapal," kata Uki Prasetia. Ia menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam memberantas peredaran narkotika melalui jalur laut. Operasi serupa, lanjutnya, akan terus dilakukan secara berkelanjutan di wilayah kerja Kodaeral III yang mencakup perairan Lampung dan sekitarnya.

Ancaman bagi Generasi Muda

Dalam kesempatan yang sama, Uki Prasetia mengingatkan bahwa peredaran narkotika dalam bentuk liquid vape memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan remaja. Bentuknya yang menyerupai produk legal membuat pengguna tidak menyadari bahwa cairan yang dikonsumsi mengandung zat berbahaya. Kondisi ini dinilai memerlukan kewaspadaan bersama antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih waspada terhadap peredaran vape ilegal. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menekan peredaran narkotika. Kodaeral III menyatakan siap berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional, Kepolisian, serta Bea Cukai untuk menelusuri jaringan yang lebih besar. Koordinasi lintas lembaga tersebut dinilai penting mengingat modus penyelundupan terus berkembang dan semakin kompleks.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung. Seluruh barang bukti berupa 4.364 cartridge liquid vape masih berada di markas Kodaeral III untuk kepentingan penyidikan. Pihak berwenang belum mengumumkan apakah ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini, namun menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User