Tabrakan Maut di Lintas Sumatra, Dua Warga Sarolangun Tewas di Tempat
SAROLANGUN – Kecelakaan lalu lintas fatal kembali terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di wilayah Kabupaten Sarolangun, Jambi, pada Rabu (19/3) malam. Sebuah sepeda motor Honda yang dikend...
SAROLANGUN – Kecelakaan lalu lintas fatal kembali terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di wilayah Kabupaten Sarolangun, Jambi, pada Rabu (19/3) malam. Sebuah sepeda motor Honda yang dikendarai dua orang bertabrakan dahsyat dengan mobil Toyota Innova. Akibat insiden ini, dua korban yang merupakan pengendara dan penumpang sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.
Detik-Detik Tabrakan di Jalur Padat
Peristiwa nahas itu berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB di kilometer 18 Jalan Lintas Sumatra, ruas yang menghubungkan Kecamatan Pauh dengan pusat Kota Sarolangun. Berdasarkan keterangan saksi mata yang berada di sekitar tempat kejadian perkara, sepeda motor Honda bernomor polisi BH xxxx FA melaju dari arah selatan menuju utara. Pada saat bersamaan, sebuah Toyota Innova berpelat nomor BH xxxx YZ datang dari arah berlawanan.
Salah seorang saksi, Amiruddin (47), pedagang warung di tepi jalan, menuturkan bahwa dirinya sempat mendengar suara benturan keras yang memecah keheningan malam. “Saya lihat motor itu oleng saat menyalip kendaraan lain, lalu langsung bertabrakan dengan mobil Innova yang tidak sempat menghindar. Benturannya sangat keras, pengendara motor langsung terpental,” ungkap Amiruddin ketika ditemui di lokasi. Kondisi jalan yang minim penerangan serta tikungan landai di sekitar titik tabrakan disebut turut menjadi pemicu. Pihak berwenang masih mendalami apakah faktor kelelahan pengemudi atau kondisi teknis kendaraan turut berperan.
Identitas dan Upaya Evakuasi Korban
Keduanya korban diketahui merupakan warga Desa Batu Ampar, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Korban yang mengendarai sepeda motor berinisial SA (31), sementara penumpang di boncengan belakang adalah RA (26). Keduanya tercatat sebagai buruh harian di salah satu perkebunan kelapa sawit setempat. Tim medis dari Puskesmas Pauh yang tiba segera setelah mendapat laporan, mendapati kedua korban dalam kondisi kritis dengan luka berat di bagian kepala dan dada. Nyawa keduanya tak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Kapolres Sarolangun, AKBP Muhammmad Ridwan, melalui Kasat Lantas Iptu Andi Setiawan, membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Jenazah korban langsung kami evakuasi ke RSUD Sarolangun untuk proses visum dan identifikasi lebih lanjut,” ujar Iptu Andi Setiawan saat dikonfirmasi pada Kamis (20/3) pagi. Sementara itu, pengemudi Toyota Innova, seorang pria berusia 43 tahun berinisial MS, warga Kota Jambi, hanya mengalami luka ringan. Ia telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan dan tes alkohol guna memastikan ada tidaknya unsur kelalaian.
Penyelidikan dan Langkah Prefentif
Unit Laka Lantas Polres Sarolangun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti berupa bangkai kedua kendaraan, serta memeriksa sejumlah saksi tambahan. Barang bukti sepeda motor dan mobil telah dibawa ke Mapolres guna penyelidikan lebih mendalam. Petugas juga mengukur titik benturan dan memeriksa rem serta sistem penerangan kedua kendaraan. Iptu Andi menyatakan, pihaknya akan melakukan rekonstruksi pada Jumat (21/3) untuk memastikan penyebab pasti sebelum menetapkan tersangka, jika ditemukan pelanggaran pidana lalu lintas.
Peristiwa ini kembali membuka mata akan tingginya angka kecelakaan di jalur lintas barat Sumatra yang dikenal padat dan rawan. Data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi mencatat, sepanjang triwulan pertama 2025 telah terjadi 37 kecelakaan di Kabupaten Sarolangun saja, dengan 11 korban meninggal dunia. Kepolisian mengimbau para pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, untuk lebih waspada dan tidak memaksakan diri saat berkendara malam hari. “Jalan Lintas Sumatra bukan hanya milik kendaraan pribadi, tetapi juga truk dan bus besar. Selalu disiplin, gunakan helm standar, dan jangan menyalip di tikungan. Keselamatan adalah yang utama,” tegas Iptu Andi.
Jenazah kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga yang berada di Desa Batu Ampar masih diliputi duka mendalam. Kepala Desa Batu Ampar, Samsul Bahri, mengonfirmasi bahwa SA dan RA adalah warganya yang dikenal sebagai pekerja keras dan tulang punggung keluarga. “Kami sangat kehilangan. Ini pelajaran bagi kita semua agar lebih hati-hati di jalan,” katanya singkat. Pemerintah desa serta dinas sosial setempat turut membantu proses pemakaman dan memberikan santunan duka.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian sudah kembali normal. Polisi memasang rambu peringatan tambahan di titik rawan tersebut guna menekan risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.
Baca juga:
Comments (0)