Kantor Agrifood di Cengkareng Terbakar, Api Padam Setelah 5 Jam
Jakarta — Sebuah gedung perkantoran milik perusahaan agrifood di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, dilanda kebakaran hebat pada Minggu siang (13/7). Api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas ...
Jakarta — Sebuah gedung perkantoran milik perusahaan agrifood di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, dilanda kebakaran hebat pada Minggu siang (13/7). Api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas pemadam kebakaran setelah perjuangan selama hampir lima jam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat, Eko Sumarno, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 14.00 WIB. “Begitu laporan masuk, kami langsung mengerahkan 15 unit mobil pemadam beserta 75 personel ke lokasi. Titik api berada di lantai dua dan tiga gedung, dengan material yang mudah terbakar seperti dokumen dan perabot kantor,” ujar Eko saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Kronologi dan Penyebab Awal
Berdasarkan keterangan saksi mata, kepulan asap hitam tebal pertama kali terlihat dari celah jendela lantai dua sekitar pukul 13.45 WIB. Dalam waktu singkat, api membesar dan merembet ke lantai tiga. Karyawan yang masih berada di dalam gedung segera dievakuasi secara mandiri sebelum petugas tiba. Belum diketahui secara pasti pemicu awal kebakaran, namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di ruang server yang terletak di lantai dua.
“Saya mendengar suara ledakan kecil dari arah ruang panel listrik, lalu tiba-tiba asap menyebar. Kami langsung lari keluar,” tutur Dian, seorang staf administrasi yang enggan menyebut nama lengkapnya. Tim investigasi dari Sudin Gulkarmat dan Kepolisian Sektor Cengkareng telah memasang garis polisi dan memulai olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti.
Operasi Pemadaman Selama Lima Jam
Petugas pemadam menghadapi sejumlah kendala selama operasi. Akses jalan menuju gedung yang sempit serta banyaknya kendaraan parkir di sekitar lokasi sempat menghambat manuver mobil pemadam. Selain itu, angin kencang di sore hari mempercepat perluasan api ke bagian atap gedung. Meski demikian, dengan strategi pemadaman dari sisi depan dan belakang gedung, api berhasil dilokalisasi dan akhirnya padam total pada pukul 19.00 WIB.
“Kesulitan utama adalah padatnya kawasan dan material bangunan yang sudah tua sehingga mudah menjalar. Namun, tidak ada korban jiwa dan api bisa kami kendalikan sebelum merembet ke bangunan lain,” tambah Eko Sumarno. Petugas juga melakukan pendinginan selama satu jam pasca-pemadaman untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Dampak dan Respons Perusahaan
Pihak manajemen perusahaan agrifood yang identitasnya masih dirahasiakan menyampaikan bahwa seluruh data dan dokumen penting sudah dicadangkan secara digital, sehingga operasional bisnis tidak akan terganggu secara signifikan. Corporate Communication perusahaan tersebut, Melisa Putri, menyatakan, “Kami bersyukur seluruh karyawan selamat. Saat ini kami fokus pada inventarisasi kerugian dan percepatan pemulihan agar aktivitas kembali normal.”
Kejadian ini turut mengundang perhatian Komisi B DPRD DKI Jakarta yang membidangi perekonomian dan ketahanan pangan. Anggota Komisi B, Basuki Rahmat, mendesak agar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu segera berkoordinasi untuk memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja sepihak dan agar proses perizinan perusahaan untuk relokasi sementara dipermudah. “Ini pukulan bagi ketahanan pangan Jakarta. Kami akan kawal agar hak pekerja terlindungi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, area kebakaran masih dalam status steril dan hanya dapat dimasuki oleh petugas investigasi. Rencananya, hasil penyelidikan awal akan diumumkan dalam dua hari ke depan.
Baca juga:
Comments (0)