SPMB Jakarta Berjalan Lancar, Pramono Klaim Minim Komplain
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di wilayah ibu kota berlangsung lancar dan nyaris tanpa hambatan berarti. Per...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di wilayah ibu kota berlangsung lancar dan nyaris tanpa hambatan berarti. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/7/2026), setelah menerima laporan evaluasi menyeluruh dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Orang nomor satu di Jakarta itu menyebut, seluruh tahapan krusial—mulai dari pendaftaran daring, verifikasi administrasi, penilaian prestasi, hingga pengumuman hasil seleksi—berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan tanpa gangguan teknis yang signifikan. “Kami bersyukur, sepanjang proses SPMB tahun ini, laporan pengaduan yang masuk sangat sedikit. Ini menunjukkan sistem yang kami bangun bersama semakin baik dan responsif terhadap kebutuhan warga,” ujar Pramono di hadapan awak media.
Proses Tanpa Gangguan Teknis
Pramono merinci bahwa keberhasilan SPMB kali ini tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta beserta jajaran terkait. Menurutnya, seluruh infrastruktur teknologi informasi, termasuk server pusat dan kanal-kanal pendaftaran daring, telah diuji coba secara berlapis sebelum masa pendaftaran dibuka pada awal Juni 2026. “Tidak ada laporan down sistem atau gangguan masif yang menghambat akses warga. Semua berkat kerja keras Disdik dan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan yang memastikan ekosistem SPMD terintegrasi dengan baik,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang diterima Apaberita, total pendaftar SPMB untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK negeri di Jakarta mencapai 802.143 peserta, meningkat sekitar 4,5 persen dibanding tahun ajaran sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 645.821 peserta dinyatakan diterima di sekolah tujuan melalui empat jalur seleksi yang disediakan: zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua.
Minim Aduan, Indikator Keberhasilan
Salah satu tolok ukur utama yang disoroti Gubernur adalah rendahnya volume pengaduan masyarakat. Pramono mengungkapkan, melalui kanal resmi pengaduan seperti Jakarta Kini (JAKI), posko aduan Disdik di tingkat kota dan kelurahan, serta pusat panggilan 112, jumlah komplain yang masuk hanya mencapai 0,01 persen dari total peserta. “Hampir tidak ada komplain berarti. Sebagian besar hanya pertanyaan teknis ringan yang bisa diselesaikan dalam hitungan menit oleh petugas kami. Bandingkan dengan tahun sebelumnya yang masih mencatat sekitar 2.500 aduan terkait zonasi dan ketidaksesuaian data,” jelas Pramono.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sarjoko, yang turut hadir dalam konferensi pers, menjelaskan bahwa penurunan drastis aduan tersebut merupakan buah dari sosialisasi masif dan penyederhanaan alur pendaftaran. “Kami membuka 1.500 posko bantuan di seluruh kelurahan serta menggandeng kader PKK dan Karang Taruna untuk mendampingi orang tua yang kurang familier dengan sistem daring. Selain itu, setiap tahapan seleksi kami umumkan secara real-time di platform resmi sehingga transparansi benar-benar terjaga,” papar Sarjoko. Ia menambahkan, jalur afirmasi yang menyasar keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas juga diperluas kuotanya, dari 20 persen menjadi 23 persen dari total daya tampung.
Komitmen Transparansi dan Evaluasi Berkelanjutan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Pramono, berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas SPMB agar kepercayaan publik semakin kuat. Salah satu terobosan yang diperkenalkan tahun ini adalah fitur pelacakan status pendaftaran berbasis nomor identitas yang memungkinkan orang tua memantau proses seleksi tanpa harus datang ke sekolah. “Kita ingin tidak ada lagi cerita warga yang bingung atau merasa dirugikan karena ketidakjelasan informasi. Mekanisme ini akan terus kita sempurnakan, termasuk dengan memperbanyak titik akses internet gratis di permukiman padat penduduk,” ujarnya.
Pramono juga menegaskan bahwa evaluasi tidak berhenti setelah pengumuman hasil seleksi. Rapat Koordinasi Evaluasi SPMB yang digelar di Ruang Pola Balaikota pada hari yang sama, dihadiri oleh seluruh wali kota, kepala dinas, dan perwakilan dewan pendidikan, menghasilkan sejumlah catatan perbaikan. Salah satu catatan penting adalah perlunya penyesuaian zonasi di kawasan perbatasan Jakarta dengan daerah penyangga, mengingat mobilitas tinggi warga di wilayah tersebut. “Kita akan duduk bersama dengan pemerintah daerah sekitar untuk menyempurnakan aturan zonasi tahun depan agar lebih berkeadilan,” janji Pramono.
Selain itu, Dinas Pendidikan akan memperkuat verifikasi faktual dokumen kependudukan secara langsung di lapangan guna mencegah potensi manipulasi data. Sarjoko menambahkan bahwa tim pengawas independen dari unsur perguruan tinggi dan LSM pendidikan telah dilibatkan sejak awal untuk mengawal integritas seleksi. “Hasil pengawasan mereka menyimpulkan bahwa seluruh proses berjalan bersih dan sesuai ketentuan. Ini menjadi modal berharga bagi Jakarta untuk menjadi contoh pelaksanaan SPMB berkualitas,” ucapnya.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Di penghujung pernyataannya, Gubernur Pramono Anung menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk para guru, operator sekolah, serta orang tua yang telah mengikuti prosedur dengan tertib. Ia menegaskan bahwa keberhasilan SPMB 2026/2027 adalah hasil kolaborasi lintas sektor yang solid. “Kami tidak boleh cepat puas. Masih ada ruang perbaikan, terutama dalam sosialisasi kepada orang tua di wilayah pinggiran dan peningkatan layanan bagi anak berkebutuhan khusus. Tahun depan, kita akan hadirkan skema yang lebih inklusif dan responsif,” tutupnya.
Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil diterima di sekolah negeri pilihan, Pemprov DKI telah menyediakan ribuan kuota di sekolah swasta melalui program bantuan biaya sekolah. Masa sanggah dan pendaftaran tahap kedua untuk kursi sisa akan dibuka mulai 20 Juli 2026, dengan pengawasan yang tetap diperketat.
Baca juga:
Comments (0)