Penusukan Acak di Tangerang, Pelaku Misterius Buron
TANGERANG — Aksi penusukan secara acak mengguncang kawasan permukiman padat di Kota Tangerang, Banten, pada Senin malam (20/1). Seorang pria yang hingga kini belum teridentifikasi tiba-tiba mengayun...
TANGERANG — Aksi penusukan secara acak mengguncang kawasan permukiman padat di Kota Tangerang, Banten, pada Senin malam (20/1). Seorang pria yang hingga kini belum teridentifikasi tiba-tiba mengayunkan senjata tajam ke arah pejalan kaki di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepat di depan kompleks pertokoan Cimone. Akibat insiden tersebut, sedikitnya empat orang mengalami luka tusuk di bagian punggung dan lengan serta langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang.
Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota menegaskan telah membentuk tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal dan satuan intelijen untuk memburu pelaku. “Kami sudah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku dari sejumlah saksi di lokasi. Saat ini seluruh personel di lapangan melakukan penyisiran dan memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota, Komisaris Polisi Dimas Prasetyo, dalam keterangan resminya pada Selasa dini hari (21/1).
Kronologi Kejadian Menurut Saksi
Insiden bermula sekitar pukul 21.15 WIB saat arus lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan mulai lengang. Seorang saksi bernama Hendra Gunawan (42), yang saat itu sedang menutup warung makan miliknya, melihat seorang pria berjalan tergesa-gesa sambil menggenggam benda mencurigakan. “Orang itu tiba-tiba memukul bahu seorang perempuan yang sedang berjalan menuju halte. Ternyata dia menusuk. Korban menjerit, tetapi pelaku langsung kabur ke arah pasar,” tutur Hendra saat ditemui di lokasi.
Hendra melanjutkan, dalam hitungan menit pria tersebut kembali muncul dari gang sempit dan menyerang dua orang pemuda yang sedang duduk di depan toko kelontong. “Satu korban sempat menghindar, tapi yang lain tidak sempat. Darah langsung berceceran. Warga sekitar panik dan berhamburan,” imbuhnya.
Saksi lain, Ratna Sari (35), mengaku melihat pelaku sempat berhenti sejenak di bawah lampu penerangan jalan. “Tubuhnya tegap, memakai jaket hoodie hitam dengan topi menutupi sebagian wajah. Usianya kelihatan sekitar 30 tahun. Dia menenteng pisau dapur yang besar. Tidak ada yang berani mendekat,” kata Ratna yang langsung menelepon nomor darurat 112.
Data Korban dan Penanganan Medis
Berdasarkan data yang dihimpun dari instalasi gawat darurat RSUD Kabupaten Tangerang, keempat korban masing-masing berinisial N (28), S (19), F (34), dan H (45). Direktur RSUD Kabupaten Tangerang, dr. Lestari Indah, menyatakan bahwa tiga korban menjalani operasi darurat karena luka tusuk menembus lapisan otot, sementara satu korban masih dalam observasi intensif. “Kondisi korban dengan luka terdalam di punggung sudah stabil setelah tindakan bedah. Kami sedang memantau risiko infeksi. Seluruh biaya perawatan ditanggung oleh pemerintah daerah melalui kerja sama dengan dinas kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, tim medis telah menyerahkan pakaian korban yang terkena percikan darah kepada penyidik untuk analisis forensik. Langkah ini diharapkan dapat membantu identifikasi jika pelaku meninggalkan jejak material di senjata yang digunakan.
Langkah Kepolisian dan Koordinasi Lintas Sektor
Komisaris Polisi Dimas Prasetyo menegaskan bahwa pihaknya sudah memeriksa lima rekaman kamera pengawas yang dipasang oleh Dinas Perhubungan serta kamera milik warga di sepanjang rute pelarian pelaku. “Kami melihat pergerakan terduga pelaku mengarah ke barat menuju Jembatan Cisadane. Sejumlah pos pengamanan kelurahan sudah diaktifkan untuk mencegah pelaku melarikan diri ke kota tetangga,” tegasnya.
Kepolisian juga telah meminta keterangan dari tiga orang yang sempat bersinggungan langsung dengan pelaku, termasuk seorang pengemudi ojek daring yang nyaris diserang saat berhenti di lampu merah. “Keterangan para saksi mengarah pada satu ciri khas yang sama: pelaku mengenakan sepatu olahraga berwarna mencolok dan membawa ransel kecil. Kami imbau masyarakat tidak main hakim sendiri karena pelaku diduga kuat masih membawa senjata tajam,” ujar Dimas.
Dalam rapat koordinasi yang digelar Selasa pagi di Markas Polres Metro Tangerang Kota, disepakati pembentukan posko terpadu di lokasi kejadian yang melibatkan personel dari kepolisian, Satpol PP, dan unsur TNI. Posko ini difokuskan untuk menerima laporan masyarakat serta memberikan pendampingan psikososial bagi warga yang trauma, terutama anak-anak yang menyaksikan peristiwa tersebut.
Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah, telah dihubungi dan dijadwalkan mengunjungi korban di rumah sakit pada Selasa siang. “Pemkot menjamin keamanan warga menjadi prioritas utama. Kami percayakan proses hukum kepada Kepolisian, dan kami akan segera mengarahkan Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan trauma healing,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Tangerang.
Hingga berita ini diturunkan, radius satu kilometer di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan masih dijaga ketat oleh petugas bersenjata lengkap. Warga diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan segera melapor ke posko terpadu bila melihat orang dengan ciri-ciri yang telah disebarluaskan melalui media sosial resmi Polres Metro Tangerang Kota.
Baca juga:
Comments (0)