Pakar Ungkap 10 Pohon Buah Pendek yang Tetap Berbuah Lebat
JAKARTA — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) resmi merilis panduan terbaru tentang budidaya pohon buah pendek yang mampu berbuah le
JAKARTA — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) resmi merilis panduan terbaru tentang budidaya pohon buah pendek yang mampu berbuah lebat meskipun ditanam di lahan terbatas. Rilis ini disampaikan dalam seminar daring bertajuk “Urban Orchard: Solusi Pangan Segar dari Pekarangan Sempit” yang diikuti ratusan pegiat urban farming, Rabu (13/3/2025). Dr. Ir. Budi Santoso, M.Si., peneliti utama Balitbangtan, menegaskan bahwa revolusi pertanian perkotaan kini memasuki babak baru dengan diperkenalkannya varietas-varietas unggul yang tidak hanya mudah dirawat tetapi juga sangat produktif.
Latar Belakang: Keterbatasan Lahan Perkotaan yang Kian Mendesak
Urbanisasi yang pesat menyebabkan semakin sempitnya ruang hijau di kota-kota besar. Data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional mencatat bahwa pada 2024, sekitar 68 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan, sementara luas pekarangan rata-rata menyusut dari 120 meter persegi menjadi hanya 45 meter persegi dalam satu dekade terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan ketahanan pangan keluarga dan akses terhadap buah segar. “Kami melihat gelombang minat berkebun pasca-pandemi tidak boleh padam begitu saja. Justru harus diakselerasi dengan teknologi tepat guna seperti pohon buah pendek,” ujar Budi dalam wawancara khusus setelah seminar.
Kronologi Penelitian: Dari Laboratorium ke Pekarangan Warga
Proyek identifikasi pohon buah pendek bukanlah upaya instan. Berikut rangkaian proses yang memakan waktu empat tahun sebelum akhirnya panduan ini dirilis ke publik:
- 2021 – Pemetaan Genetik: Tim Balitbangtan mulai memetakan 47 varietas buah tropis dan subtropis yang memiliki potensi genetik untuk tumbuh kerdil secara alami maupun melalui metode sambung pucuk dengan batang bawah dwarf.
- 2022 – Uji Adaptasi: Sebanyak 15 varietas terpilih diuji di lima kota dengan kondisi iklim dan lahan berbeda, melibatkan 200 keluarga binaan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
- 2023 – Evaluasi Produktivitas: Hasil uji menunjukkan bahwa 10 varietas mampu menghasilkan 85–95 persen volume panen pohon normal, dengan tinggi maksimal hanya 1,5–2,5 meter.
- 2024 – Perbanyakan Massal: Benih dan bibit unggul mulai diperbanyak melalui kerja sama dengan 12 penangkar di Pulau Jawa dan Bali.
- 2025 – Rilis dan Sosialisasi: Panduan resmi diluncurkan bersamaan dengan peluncuran aplikasi mobile “SiPohon” untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi perawatan.
Daftar 10 Pohon Buah Pendek Rekomendasi
Kesepuluh jenis yang masuk dalam daftar resmi Balitbangtan mencakup buah-buahan favorit masyarakat yang sudah terbukti dapat beradaptasi di pot maupun lahan minimalis. Berikut uraiannya:
- Mangga kerdil (Mangifera indica ‘Irwin’): Tinggi 1,8 m, cocok di dataran rendah, panen setelah 2 tahun.
- Jeruk keprok ‘Mini Tawangmangu’: Maksimal 1,5 m, produktivitas hingga 25 kg per pohon per tahun.
- Jambu air ‘Delima’: Tinggi 2 m, toleran terhadap pemangkasan keras, mulai berbuah umur 1,5 tahun.
- Srikaya ‘Kebo’: Postur kompak, buah besar, hanya butuh lahan 1×1 m².
- Belimbing madu ‘Dewi’: Genjah, panen perdana 1 tahun, rasa manis konsisten.
- Pohon tin (Ficus carica ‘Brown Turkey’): Varietas self-fertile, tinggi 1,7 m, produktif di pot tanam.
- Delima ‘Nana’: Kerdil alami, tinggi 90 cm, banyak khasiat kesehatan.
- Ceri Barbados (Malpighia glabra): Tinggi 1,2 m, kaya vitamin C, dapat dipangkas sebagai pagar.
- Alpukat mini ‘Wina’: Hasil sambung pucuk, tinggi terkendali 2,5 m, daging buah tebal.
- Lengkeng ‘Kateki’: Varietas dataran rendah, berbuah lebat, tinggi 2 m, rasa manis legit.
“Kunci keberhasilan bukan hanya varietas, tetapi juga teknik pemangkasan rutin setiap tiga bulan, penggunaan pupuk organik terfermentasi, serta pemilihan pot berdiameter minimal 50 cm. Masyarakat urban bisa memanen buah segar seperti jeruk atau mangga tanpa perlu halaman luas,” kata Budi.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap dapat mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Ke depan, Balitbangtan menjanjikan akan meluncurkan paket pelatihan gratis di 100 titik komunitas perkotaan hingga akhir 2025.
[SOCIAL_TWEET]: Punya halaman sempit tapi pengen panen buah segar? 🍊🥭 Pakar Balitbangtan bocorkan 10 jenis pohon buah mini yang tetap berbuah lebat! Dari mangga sampai alpukat, semua bisa di pot. Yuk mulai berkebun! #UrbanFarming #KebunMini #PohonBuahPendek[SOCIAL_TG]: 🌴🍋 Siapa bilang pohon buah harus menjulang? Kini hadir 10 varietas kerdil yang panennya membanggakan. Cocok buat hunian perkotaan. Baca selengkapnya di sini! 👇
Comments (0)