Syukuran 46 Tahun Dekranas, Selvi Gibran Tegaskan Inovasi dan Kualitas

MAKASSAR — Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian menghadiri syukuran 46 tahun organisasi tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (13/7/2026). Mengenakan busana a...

Jul 13, 2026 - 16:20
0 0
Syukuran 46 Tahun Dekranas, Selvi Gibran Tegaskan Inovasi dan Kualitas

MAKASSAR — Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian menghadiri syukuran 46 tahun organisasi tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (13/7/2026). Mengenakan busana adat khas Sulawesi Selatan, istri Menteri Dalam Negeri itu mewakili Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming Raka, yang dalam momentum yang sama menekankan penguatan inovasi dan peningkatan kualitas produk kerajinan nasional.

Syukuran yang digelar di salah satu hotel pusat kota ini dihadiri jajaran pengurus Dekranas pusat dan daerah, perwakilan pemerintah provinsi, serta puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan. Acara berlangsung khidmat dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, dilanjutkan pagelaran seni tari dan musik tradisional Sulawesi Selatan yang menampilkan kekayaan budaya setempat.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Tri Tito, Selvi Gibran menyampaikan bahwa usia 46 tahun bukan sekadar angka, melainkan momentum refleksi dan akselerasi. Ia mengingatkan bahwa tantangan industri kerajinan semakin kompleks, terutama dengan terbukanya pasar global dan perubahan selera konsumen.

“Dekranas harus menjadi motor penggerak agar produk kerajinan Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional. Inovasi desain, pemanfaatan teknologi digital, dan konsistensi kualitas adalah kunci yang tidak bisa ditawar,” tegas Selvi melalui pernyataan tertulis.

Ia juga mendorong seluruh pengurus daerah untuk memperkuat pendampingan kepada perajin, mulai dari akses permodalan, pelatihan keterampilan, hingga pemasaran daring. Menurutnya, potensi ekonomi kreatif Indonesia sangat besar dan kerajinan merupakan salah satu pilar utama yang menyumbang devisa serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Transformasi Dekranas Menuju Era Digital

Peringatan 46 tahun Dekranas kali ini mengusung tema besar transformasi digital. Organisasi yang berdiri sejak 3 Maret 1980 ini terus berbenah agar tetap relevan di era teknologi. Salah satu program unggulan yang sedang didorong adalah digitalisasi katalog produk dan pelatihan pemasaran melalui platform e-commerce.

“Kami tidak ingin perajin hanya membuat produk bagus, tetapi tidak tahu bagaimana menjualnya dengan harga pantas. Melalui berbagai pelatihan yang digelar Dekranas, perajin diajarkan memotret produk, membuat deskripsi menarik, dan mengelola toko daring,” ujar Tri Tito dalam sesi bincang-bincang seusai acara.

Langkah ini dinilai krusial mengingat penetrasi internet dan media sosial yang semakin masif. Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, baru sekitar 32 persen pelaku UMKM kerajinan yang memanfaatkan kanal penjualan daring. Dekranas menargetkan angka itu naik signifikan dalam dua tahun ke depan melalui kerja sama dengan berbagai marketplace nasional.

Peran Strategis Sulawesi Selatan

Dipilihnya Makassar sebagai tuan rumah syukuran bukan tanpa alasan. Sulawesi Selatan dikenal sebagai salah satu lumbung kerajinan nusantara dengan produk unggulan berupa tenun sutra, songket, ukiran kayu, perak, dan anyaman. Provinsi ini juga memiliki banyak desa wisata berbasis kerajinan yang menjadi destinasi wisatawan mancanegara.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap program Dekranas. Ia menuturkan bahwa pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan sentra kerajinan dan perbaikan infrastruktur pendukung.

“Kami berkomitmen menjadikan Sulsel sebagai barometer kerajinan nasional. Kehadiran Dekranas pusat menjadi penyemangat bagi perajin daerah untuk terus berkarya,” ujarnya.

Seusai acara, Tri Tito berkeliling mengunjungi stan pameran produk kerajinan yang menampilkan karya terbaik dari 24 kabupaten/kota di Sulsel. Ia tampak mendengarkan dengan saksama para perajin yang berbagi cerita tentang proses kreatif dan kendala yang dihadapi.

Dukungan Pemerintah dan Sinergi Lintas Sektor

Tri Tito menekankan bahwa penguatan sektor kerajinan memerlukan kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Kementerian Dalam Negeri, kata dia, siap memfasilitasi sinergi program antara Dekranas, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota.

“Kita tidak bisa bergerak sendiri. Harus ada keterpaduan dari hulu ke hilir. Mulai dari penyediaan bahan baku berkualitas, pelatihan teknis, akses permodalan, hingga perluasan pasar,” paparnya.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Perindustrian yang hadir menyebutkan bahwa nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada 2025 mencapai 1,2 miliar dolar AS, naik 8 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan potensi besar yang harus terus dioptimalkan.

Perajin yang hadir mengaku merasakan manfaat pendampingan Dekranas. Suryani, perajin tenun dari Kabupaten Wajo, mengatakan bahwa pelatihan yang diikutinya membantu meningkatkan kualitas tenun dan memperluas jaringan pemasaran.

“Dulu saya hanya menjual di pasar lokal. Sekarang sudah ada pembeli dari Jakarta, bahkan luar negeri. Itu semua berkat bimbingan dari Dekranas dan dinas terkait,” ungkapnya.

Syukuran 46 tahun Dekranas diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan penyerahan santunan kepada perajin lansia sebagai bentuk kepedulian sosial. Selvi Gibran dan Tri Tito menegaskan bahwa Dekranas akan terus hadir sebagai garda depan pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi perajin Indonesia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User