Sugiono dan Araghchi Bahas Situasi Regional dan Global di Tehran

Teheran, Apaberita – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono dan Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi menggelar pertemuan bilateral di Gedung Kementerian Luar Negeri Iran, Teheran, ...

Jul 12, 2026 - 04:48
0 1
Sugiono dan Araghchi Bahas Situasi Regional dan Global di Tehran

Teheran, Apaberita – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono dan Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi menggelar pertemuan bilateral di Gedung Kementerian Luar Negeri Iran, Teheran, pada Senin (14/4). Pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam itu secara khusus membahas eskalasi ketegangan di Timur Tengah, prospek perdamaian global, serta penguatan kerja sama ekonomi bilateral di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.

Dalam ruang pertemuan yang tertutup, kedua diplomat utama ini bertukar pandangan secara terus terang mengenai serangkaian krisis yang tengah mengguncang kawasan. Sugiono hadir dalam rangka kunjungan kerja selama tiga hari, yang turut mencakup pembicaraan dengan sejumlah pejabat tinggi Iran. Kunjungan ini merupakan bagian dari diplomasi proaktif Indonesia untuk menjaga stabilitas kawasan dan memperjuangkan penyelesaian damai berbasis hukum internasional.

Sorotan Krisis Timur Tengah

Salah satu isu utama yang mengemuka adalah perang berkepanjangan di Gaza. Sugiono menegaskan kembali posisi Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina berdasarkan solusi dua negara. "Indonesia tidak akan pernah bergeser dari komitmen konstitusional dan moral untuk mendukung perjuangan bangsa Palestina," ujar Sugiono dalam konferensi pers singkat seusai pertemuan. Ia juga mendesak agar seluruh pihak menahan diri dan segera kembali ke meja perundingan.

Menanggapi hal ini, Araghchi mengapresiasi sikap tegas Indonesia di berbagai forum multilateral, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam. "Indonesia selalu menjadi suara lantang bagi keadilan. Kami menghargai konsistensi Jakarta dalam mengecam agresi dan blokade yang tidak manusiawi di Gaza," kata Araghchi. Kedua menteri sepakat bahwa gencatan senjata permanen harus segera diwujudkan dan pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan menjadi prioritas mendesak.

Dinamika Global dan Energi

Pembicaraan juga merambah ke situasi global, terutama menyangkut ketegangan perdagangan yang dipicu kebijakan tarif dan sanksi sepihak. Sugiono menyampaikan keprihatinan Indonesia terhadap dampak disrupsi rantai pasok global terhadap negara-negara berkembang. "Kami melihat proteksionisme dan unilateralisme justru memperlebar jurang ketimpangan. Negara seperti Indonesia dan Iran harus terus mendorong sistem perdagangan multilateral yang adil," tegasnya.

Dalam konteks kerja sama energi, kedua menteri membahas rencana peningkatan impor minyak mentah dan gas alam cair dari Iran ke Indonesia. Sugiono mengungkapkan bahwa tim teknis kedua negara telah menyelesaikan pembahasan kerangka nota kesepahaman yang akan ditandatangani secara virtual pada akhir April 2025. "Sektor energi adalah pilar penting hubungan bilateral kami. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh rincian teknis dalam waktu dekat," ucap Sugiono. Araghchi menambahkan bahwa Iran siap memasok kebutuhan energi Indonesia dengan skema pembayaran yang fleksibel dan saling menguntungkan.

Penguatan Hubungan Bilateral

Di luar isu politik dan keamanan, kedua menlu juga membahas peningkatan interaksi antarmasyarakat, termasuk di bidang pendidikan dan pariwisata. Sugiono menyambut baik rencana penambahan kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di universitas Iran, khususnya di bidang sains, teknologi, dan farmasi. Araghchi juga mengundang lebih banyak perusahaan konstruksi Indonesia untuk turut serta dalam proyek pembangunan infrastruktur di Iran, sejalan dengan selesainya proses rekonstruksi di beberapa wilayah.

Pertemuan ini turut menghasilkan kesepakatan untuk menggelar Komisi Bersama Kerja Sama Ekonomi pada triwulan ketiga tahun ini di Jakarta. Forum tersebut direncanakan akan membahas potensi kerja sama di bidang pertanian, industri halal, dan farmasi. "Ini adalah bukti bahwa hubungan Indonesia-Iran tidak hanya di tataran politik, tetapi juga semakin nyata di sektor ekonomi yang menyentuh langsung kesejahteraan rakyat kedua negara," pungkas Sugiono.

Kunjungan Sugiono ke Teheran merupakan bagian dari rangkaian lawatan ke Timur Tengah yang mencakup Arab Saudi dan Turki, yang dijadwalkan berlangsung hingga 18 April mendatang. Diplomasi maraton ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai jembatan perdamaian dan pemain kunci dalam arsitektur kerja sama Selatan-Selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User