Mandalika Street Food Festival 2026 Pikat Wisatawan dengan Kuliner Legendaris
Area Bazaar Mandalika dan Kuta Lane, Lombok Tengah, menjadi pusat keramaian selama tiga hari, 10 hingga 12 Juli 2026, saat gelaran Mandalika Street Food Festival 2026 resmi dibuka. Festival yang menyu...
Area Bazaar Mandalika dan Kuta Lane, Lombok Tengah, menjadi pusat keramaian selama tiga hari, 10 hingga 12 Juli 2026, saat gelaran Mandalika Street Food Festival 2026 resmi dibuka. Festival yang menyuguhkan puluhan gerai jajanan khas Lombok ini langsung menyedot perhatian ribuan wisatawan domestik dan mancanegara yang tengah berlibur di kawasan ekonomi khusus tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, festival ini dibuka secara resmi oleh Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, didampingi Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari strategi pemulihan pariwisata pascapandemi sekaligus ajang promosi kekayaan kuliner tradisional Lombok.
Antusiasme Membludak Sejak Hari Pertama
Meski baru memasuki hari pertama, antrean panjang sudah terlihat di sejumlah gerai makanan legendaris. Panitia mencatat, dalam dua jam pertama pembukaan, lebih dari 2.500 pengunjung telah memasuki area festival. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga puncak akhir pekan.
"Kami tidak menyangka responsnya sebesar ini. Banyak wisatawan yang sengaja mengatur jadwal liburan mereka agar bisa menikmati festival ini," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Putria, saat ditemui di sela acara.
Festival yang mengusung tema "Jejak Rasa Nusantara" ini tidak hanya menyediakan sajian kuliner, tetapi juga panggung hiburan musik tradisional, lomba memasak, serta workshop pembuatan jajanan khas Lombok bagi pengunjung.
Menggali Cita Rasa Legendaris Lombok
Sebanyak 65 stan UMKM berpartisipasi, menghadirkan lebih dari 150 varian menu. Yang paling diburu adalah hidangan-hidangan yang telah melegenda seperti ayam taliwang dengan sambal khasnya yang membakar lidah, plecing kangkung segar, sate bulayak dengan lilitan ketupat, serta nasi puyung yang kaya rempah.
Selain itu, pengunjung juga dapat mencicipi jajanan pasar tradisional seperti jaje tujak, opak-opak, dan serabi Lombok yang dibuat secara langsung di lokasi. Sejumlah pedagang mengaku sudah mempersiapkan diri sejak sebulan sebelum acara untuk memastikan cita rasa terjaga dan stok mencukupi.
"Kami membawa resep turun-temurun dari nenek moyang. Setiap bumbu diracik manual tanpa pengawet. Festival ini jadi kesempatan emas memperkenalkan warisan kuliner kami ke dunia," kata Ni Made Sukerti, pemilik usaha Ayam Taliwang Ibu Sukerti yang telah berdiri sejak 1985.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Pemerintah daerah menargetkan adanya perputaran uang minimal Rp5 miliar selama festival berlangsung. Angka ini dihitung dari penjualan langsung produk kuliner dan suvenir, serta dampak ikutannya terhadap hotel, transportasi, dan sektor pendukung lainnya di The Mandalika.
General Manager The Mandalika ITDC, Bram Subiandoro, menyatakan bahwa festival ini selaras dengan visi menjadikan Mandalika sebagai destinasi wisata kelas dunia yang juga kaya akan atraksi budaya. "Kami siapkan infrastruktur terintegrasi. Area bazaar dilengkapi jalur pedestrian yang ramah pejalan kaki, tempat parkir luas, dan pengelolaan sampah profesional," ujarnya.
Para pelaku UMKM pun merasakan manfaat langsung. I Wayan Sudarsana, penjual Sate Bulayak di stan nomor 17, mengaku omzetnya meningkat tiga kali lipat dibanding hari biasa. "Kalau hari biasa kami jualan di pinggir jalan, paling laku 100 tusuk. Di sini, sampai siang saja sudah habis 400 tusuk," katanya.
Keamanan dan Kenyamanan Terjaga
Untuk menjamin kelancaran acara, Tim Pengamanan Terpadu yang terdiri dari personel Polres Lombok Tengah, Satpol PP, dan petugas keamanan internal disebar di titik strategis. Pengelola menerapkan sistem tiket masuk seharga Rp10.000 per orang dengan fasilitas asuransi kecelakaan, guna mengatur kapasitas dan memastikan keselamatan.
"Kami juga menyediakan pos kesehatan dan ambulans siaga 24 jam. Pengunjung diimbau tetap mematuhi protokol kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya," kata Kepala Dinas Kesehatan setempat.
Harapan ke Depan
Keberhasilan Mandalika Street Food Festival diharapkan menjadi kalender tahunan pariwisata Lombok yang mampu bersaing dengan festival kuliner internasional. Pemerintah daerah bersama ITDC berencana untuk memperluas skala acara pada tahun berikutnya, dengan mengundang lebih banyak partisipan dari daerah lain di Indonesia.
"Tahun depan, kami ingin mengundang para chef dari Bali, Yogyakarta, dan Sumatera agar terjadi kolaborasi kuliner Nusantara. Mandalika Street Food Festival bukan hanya tentang Lombok, tetapi tentang Indonesia," pungkas Bupati Pathul Bahri.
Dengan segala daya tariknya, festival ini membuktikan bahwa wisata kuliner bukan sekadar soal rasa, melainkan juga cerita, tradisi, dan keberlanjutan ekonomi komunitas lokal.
Comments (0)