JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menggelar pertemuan dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen, di Pondok Pesantren Al Anwar IV Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup dan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, dengan agenda utama membahas dinamika politik terkini di Provinsi Jawa Tengah, termasuk kemungkinan kerja sama pada kontestasi pemilihan gubernur mendatang.
Dalam pertemuan itu, Sudaryono menegaskan bahwa komunikasi politik dengan berbagai tokoh merupakan bagian dari tugas kepartaian yang diamanatkan oleh DPP Partai Gerindra. Ia menyatakan bahwa silaturahmi ke pesantren bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan upaya menjaring aspirasi ulama dan santri dalam menentukan arah pembangunan Jawa Tengah ke depan.
"Kalau ada jalannya, why not? Yang jelas, komunikasi ini bagian dari upaya membangun Jawa Tengah yang lebih baik," ujar Sudaryono saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Penjajakan Koalisi dan Peta Politik Jawa Tengah
Menurut Sudaryono, pertemuan tersebut membahas sejumlah hal strategis, mulai dari konsolidasi kekuatan politik, peta dukungan basis massa, hingga kemungkinan duet kepemimpinan pada Pilgub Jawa Tengah. Ia menyebut bahwa Partai Gerindra membuka ruang komunikasi dengan semua partai politik yang memiliki visi sama dalam memperkuat pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan, pertanian, dan infrastruktur pedesaan.
Sumber internal partai menyatakan bahwa pertemuan di Ponpes Al Anwar IV Sarang berlangsung intens selama beberapa jam. Pembicaraan tidak hanya menyangkut elektabilitas calon, tetapi juga pemetaan dukungan kiai dan jaringan pesantren yang selama ini menjadi kekuatan sosial politik signifikan di kawasan Pantura Jawa Tengah. Basis pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan preferensi pemilih pada pemilu serentak 2024 dan Pilgub berikutnya.
Taj Yasin Maimoen, yang juga putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair, merupakan figur yang memiliki rekam jejak kuat di kalangan nahdliyin. Selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah, ia dikenal aktif dalam program pengembangan pesantren dan pemberdayaan ekonomi umat. Nama Taj Yasin kerap muncul dalam berbagai survei sebagai salah satu kandidat potensial pada Pilgub Jawa Tengah.
Respons Taj Yasin dan Sikap Politik Pesantren
Dalam pertemuan tersebut, Taj Yasin menyambut baik kedatangan Sudaryono beserta rombongan. Ia menekankan bahwa silaturahmi politik merupakan tradisi yang harus dijaga, terutama dalam menjaga stabilitas dan kerukunan umat menjelang tahapan pemilu. Menurutnya, pesantren tidak boleh ditarik secara praktis ke dalam kepentingan politik sesaat, tetapi tetap menjadi ruang pendidikan dan pencerdasan umat.
"Pesantren itu rumah bagi semua. Siapa pun yang datang bersilaturahmi, kami terima dengan baik. Yang penting, niatnya membangun dan membawa manfaat bagi masyarakat," kata Taj Yasin.
Ia juga menyatakan bahwa keputusan mengenai dukungan politik sepenuhnya berada di tangan partai politik dan mekanisme internal masing-masing kandidat. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama politik apabila dinilai sejalan dengan kepentingan masyarakat Jawa Tengah, terutama dalam penguatan pendidikan keagamaan dan pemberdayaan pesantren.
Konsolidasi Partai Jelang Tahapan Pilkada
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi Partai Gerindra di Jawa Tengah. Sudaryono sebelumnya tercatat aktif melakukan kunjungan ke sejumlah kabupaten dan kota, termasuk ke basis-basis organisasi masyarakat dan tokoh agama. Partai Gerindra menargetkan peningkatan perolehan suara di Jawa Tengah pada pemilu legislatif dan eksekutif mendatang.
Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur wajib memenuhi syarat dukungan partai politik atau gabungan partai politik dengan jumlah kursi tertentu di DPRD provinsi. Oleh karena itu, komunikasi lintas partai menjadi keniscayaan bagi setiap kandidat yang hendak maju pada kontestasi pemilihan kepala daerah.
Pengamat politik menilai pertemuan Sudaryono dan Taj Yasin merupakan sinyal positif bagi terbentuknya poros baru di Jawa Tengah. Kombinasi figur muda dengan latar belakang pertanian dan teknologi, serta figur santri dengan basis massa nahdliyin, dinilai memiliki daya tarik elektoral tersendiri. Kendati demikian, keputusan final tetap bergantung pada mekanisme internal partai dan dinamika koalisi yang terbentuk menjelang pendaftaran calon.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari DPP Partai Gerindra maupun pengurus Partai Kebangkitan Bangsa terkait hasil pertemuan tersebut. Sudaryono menyatakan bahwa komunikasi politik akan terus berlanjut dalam rangka menindaklanjuti pembicaraan awal, dengan mengedepankan kepentingan rakyat Jawa Tengah di atas kepentingan golongan.
Comments (0)