Sudaryono dan Taj Yasin Bahas Koalisi: 'Kalau Ada Jalannya, Why Not'

Rembang — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menemui mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, Taj Yasin Maimoen, di Pondok Pesantren Al Anwar IV, S...

Sudaryono dan Taj Yasin Bahas Koalisi: 'Kalau Ada Jalannya, Why Not'

Rembang — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menemui mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, Taj Yasin Maimoen, di Pondok Pesantren Al Anwar IV, Sarang, Kabupaten Rembang, pada Jumat (4/4). Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam secara tertutup itu membuka ruang komunikasi politik baru menjelang pemilihan kepala daerah berikutnya.

Usai diskusi, Sudaryono tidak menampik bahwa pembicaraan tersebut menyentuh peluang terbentuknya poros koalisi.

“Saya dan Gus Yasin berdiskusi intens. Kalau ada jalannya, why not? Politik itu dinamis, yang penting punya tujuan yang sama untuk Jawa Tengah,”
ujarnya dengan nada optimistis.

Bertemu di Bumi Para Kiai

Lokasi pertemuan bukan tanpa makna. Ponpes Al Anwar IV Sarang adalah pusat pendidikan Islam tradisional di pesisir utara Jawa dengan pengaruh yang mengakar. Taj Yasin merupakan putra almarhum KH Maimoen Zubair, ulama kharismatik yang menjadi tokoh sentral Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan dihormati luas oleh kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Kehadiran Sudaryono di lingkungan ini dipandang sebagai upaya mendekatkan diri dengan basis massa Muslim tradisional.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertemuan turut dihadiri pengasuh pondok dan sejumlah elite lokal Partai Gerindra. Suasana digambarkan hangat, disertai jamuan khas pesantren.

“Kami berbicara banyak hal, mulai dari kondisi sosial ekonomi warga, pendidikan, hingga masa depan Jawa Tengah,”
kata Sudaryono.

Sinyal Koalisi dan Pernyataan Tegas

Ketika didesak mengenai kemungkinan berpasangan dengan Taj Yasin, Sudaryono kembali melontarkan kalimat yang diplomatis namun sarat sinyal.

“Saya kira semua pintu masih terbuka. Yang penting ada kecocokan visi dan keinginan kuat untuk membangun. Kalau ada jalannya, why not?”
tegasnya, seraya menyebut bahwa komunikasi dengan tokoh NU sudah menjadi agenda rutin Gerindra.

Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin menyatakan silaturahmi semacam ini penting bagi ikatan kebangsaan.

“Ini bukan soal bagi-bagi kursi. Ini tentang bagaimana kita merawat persaudaraan dan mencari jalan terbaik untuk umat dan masyarakat,”
ujarnya. Ia menambahkan, pondok pesantren harus tetap menjadi ruang netral yang terbuka bagi siapa pun tanpa sekat politik praktis.

Peta Koalisi dan Dukungan Akar Rumput

Analis politik dari Universitas Diponegoro, Dr. Tri Cahya Utama, menilai pertemuan itu sebagai sinyal awal terbentuknya poros koalisi baru di Jawa Tengah.

“Gerindra membutuhkan figur dengan basis massa kuat dan sentuhan religius untuk memenangkan kontestasi di Jateng. Gus Yasin adalah magnet bagi pemilih santri dan NU. Sebaliknya, Gus Yasin memerlukan kendaraan politik yang memiliki struktur partai solid. Pertemuan ini langkah strategis,”
katanya.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, Abdul Azis, menyambut baik komunikasi tersebut.

“Kami menghormati setiap inisiatif untuk membangun silaturahmi. Namun, PKB memiliki mekanisme sendiri dalam menentukan arah dukungan dan calon,”
ujarnya. PKB dianggap sebagai partai yang juga memiliki basis massa santri signifikan.

Manuver Sudaryono sejalan dengan strategi nasional Gerindra memperluas basis dukungan di provinsi-provinsi kunci. Jawa Tengah, sebagai lumbung suara terbesar, mencatat lebih dari 28 juta pemilih pada Pemilu 2024. Mengamankan dukungan tokoh non-partai dengan ikatan kultural kuat menjadi kunci. Taj Yasin sendiri memiliki rekam jejak pengalaman pemerintahan sebagai Wagub mendampingi Ganjar Pranowo, dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi pesantren dan program sosial keagamaan.

Meski sinyal koalisi menguat, belum ada deklarasi resmi dari kedua tokoh. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, pendaftaran pasangan calon kepala daerah masih memiliki waktu cukup panjang. Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Gerindra Jateng yang dijadwalkan bulan depan disebut akan menjadi forum penetapan arah dukungan partai.

“Semua harus dibicarakan di rapat internal, dan tentu kami menindaklanjuti dinamika di lapangan,”
ujar Sudaryono. Hingga berita ini ditulis, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun sejumlah pengurus DPD kabupaten/kota mulai menyatakan dukungan terbuka terhadap langkah komunikasi intensif ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User