Oct 08, 2026
Politik

Sudaryono Buka Peluang Duet dengan Taj Yasin di Pilgub Jateng

JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah Sudaryono menggelar pertemuan intens dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, Taj Yasin Maimoen. Pertemuan tersebu...

Sudaryono Buka Peluang Duet dengan Taj Yasin di Pilgub Jateng

JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah Sudaryono menggelar pertemuan intens dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, Taj Yasin Maimoen. Pertemuan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al Anwar IV Sarang, Kabupaten Rembang, sebagai bagian dari rangkaian konsolidasi politik menjelang penetapan arah koalisi pada pemilihan gubernur Jawa Tengah mendatang.

Dalam pertemuan yang dikemas sebagai silaturahmi kebangsaan itu, Sudaryono menegaskan bahwa komunikasi politik dengan berbagai tokoh berpengaruh di Jawa Tengah merupakan langkah niscaya untuk membangun kesepahaman visi pembangunan daerah. Ia menyatakan bahwa Taj Yasin merupakan figur yang memiliki rekam jejak kepemimpinan eksekutif serta akar sosial keagamaan yang kuat di wilayah pesisir utara Jawa Tengah.

"Kalau ada jalannya, why not? Yang penting semua komunikasi ini bermuara pada kepentingan masyarakat Jawa Tengah," ujar Sudaryono dalam keterangan resminya, menirukan diksi yang ia sampaikan saat bertemu Taj Yasin.

Pernyataan tersebut dibaca oleh kalangan pengamat sebagai sinyal terbukanya opsi duet antara Partai Gerindra dan jaringan politik Pesantren Al Anwar dalam kontestasi tingkat provinsi. Meski demikian, Sudaryono menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai pencalonan tetap menunggu mekanisme internal partai, termasuk Rapat Koordinasi dan Pleno DPD, sebelum dibawa ke Dewan Pimpinan Pusat.

Konsolidasi Ulama dan Kekuatan Politik

Pondok Pesantren Al Anwar IV Sarang dipilih bukan tanpa alasan. Basis pendidikan keagamaan tersebut merupakan pusat jaringan politik yang dibangun almarhum KH Maimoen Zubair, ayahanda Taj Yasin. Dalam konteks politik Jawa Tengah, dukungan dari lingkaran pesantren sering kali menjadi variabel determinan dalam menentukan peta elektoral, terutama di daerah pemilihan pesisir dan kawasan tapal kuda.

Taj Yasin sendiri menuturkan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan kebangsaan, mulai dari pembangunan infrastruktur pedesaan hingga pemberdayaan ekonomi santri. Ia menekankan pentingnya dialog lintas kekuatan politik agar agenda pembangunan tidak terputus oleh pergantian kepemimpinan.

"Kami berdiskusi intens soal bagaimana pesantren bisa menjadi motor penggerak ekonomi, bukan sekadar lembaga pendidikan. Itu yang kami tekankan," kata Taj Yasin.

Menurutnya, komunikasi politik semacam ini merupakan tradisi yang lazim dalam demokrasi dan tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan. Ia menambahkan bahwa siapa pun yang akan maju pada pemilihan gubernur harus memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan.

Dinamika Koalisi Jelang Pilgub Jawa Tengah

Pertemuan antara Sudaryono dan Taj Yasin terjadi di tengah dinamika koalisi yang kian cair di tingkat provinsi. Partai Gerindra saat ini memiliki basis kursi yang signifikan di DPRD Jawa Tengah hasil pemilihan legislatif terakhir, namun tetap memerlukan mitra koalisi untuk memenuhi ambang batas pencalonan kepala daerah sesuai ketentuan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah.

Berdasarkan regulasi yang berlaku, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur harus diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal 20 persen kursi DPRD atau 25 persen akumulasi suara sah pemilu legislatif. Kondisi ini menuntut negosiasi politik yang intensif antara partai-partai pemilik kursi di parlemen provinsi.

Sejumlah nama kandidat telah mencuat dalam bursa penjajakan, baik dari kalangan petahana, kepala daerah kota dan kabupaten, maupun figur nasional yang memiliki keterikatan historis dengan Jawa Tengah. Sudaryono menegaskan bahwa partainya membuka pintu bagi semua tokoh yang memiliki kapasitas untuk memimpin provinsi dengan jumlah penduduk terbesar keempat di Indonesia itu.

Respons Internal Partai dan Langkah Berikutnya

Di internal Partai Gerindra, manuver komunikasi Sudaryono dengan Taj Yasin dilaporkan telah dilaporkan kepada pengurus pusat sebagai bagian dari pemetaan politik daerah. Seorang fungsionaris DPD menyatakan bahwa hasil pertemuan akan dibahas dalam Rapat Koordinasi terbatas untuk kemudian ditindaklanjuti dengan uji kelayakan dan kepatutan terhadap bakal calon.

Proses penjaringan itu, lanjutnya, akan mengedepankan parameter elektabilitas, kapasitas manajerial, serta kemampuan membangun koalisi lintas partai. Keputusan resmi dijadwalkan ditetapkan melalui mekanisme Pleno yang dihadiri seluruh pengurus DPD dan perwakilan DPC dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Sementara itu, kalangan pesantren menyambut positif komunikasi politik tersebut. Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar IV menilai bahwa silaturahmi antara tokoh partai dan representasi ulama merupakan cerminan kedewasaan demokrasi yang perlu dirawat, terlebih pada tahun-tahun politik yang sering diwarnai polarisasi.

Dengan rekam jejak Taj Yasin sebagai wakil gubernur dan posisi strategis Sudaryono sebagai ketua partai pemenang di sejumlah daerah, duet keduanya diprediksi akan mengubah konfigurasi peta politik Jawa Tengah. Kendati demikian, semua skenario masih bersifat dinamis dan bergantung pada keputusan resmi partai politik yang akan disahkan melalui mekanisme internal masing-masing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User