Silaturahmi Kapolri-Panglima TNI Perkuat Soliditas Antarlembaga
Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Besar Tentara Nasional Indonesia di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Minggu, 13 Juli 2026. Pertemuan yang berl...
Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Besar Tentara Nasional Indonesia di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Minggu, 13 Juli 2026. Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB itu diterima langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama jajaran kepala staf angkatan. Agenda utama silaturahmi adalah meneguhkan kembali soliditas dan sinergitas antara institusi Polri dan TNI dalam bingkai tanggung jawab bersama menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.
Pertemuan Empat Mata dan Rapat Terbatas
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan empat mata antara Kapolri dan Panglima TNI di ruang kerja Panglima. Kedua pemimpin lembaga itu membahas sejumlah isu strategis yang memerlukan koordinasi lintas institusi, di antaranya perkembangan situasi keamanan di Papua, potensi kerawanan menjelang Pemilihan Kepala Daerah serentak 2027, serta penanganan bencana alam yang semakin meningkat frekuensinya. Setelah itu, pertemuan dilanjutkan dalam format rapat terbatas yang dihadiri oleh pejabat utama dari kedua institusi. Dari pihak TNI hadir Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Sementara itu, Kapolri didampingi oleh Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto, Kabaintelkam Polri Komjen Pol Wahyu Widada, dan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho.
Komitmen Soliditas di Atas Kepentingan Sektoral
Dalam sambutannya, Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa hubungan TNI-Polri adalah hubungan darah yang harus terus dirawat. “Kami bersaudara. Tidak ada ruang sedikit pun untuk jarak. Sinergi TNI-Polri adalah pilar utama keamanan dalam negeri,” ujar Panglima TNI di hadapan peserta rapat. Senada dengan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa tantangan keamanan ke depan semakin kompleks sehingga tidak bisa dihadapi secara parsial. “Kami menyampaikan komitmen penuh untuk terus memperkuat kerja sama di lapangan, terutama dalam operasi terpadu yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” kata Jenderal Sigit. Ia menambahkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, kedua institusi memiliki landasan legal yang kuat untuk saling mendukung dalam tugas pokok masing-masing.
Aksi Nyata Sinergi di Berbagai Sektor
Dari pertemuan ini, disepakati sejumlah langkah konkret yang akan segera diimplementasikan. Pertama, peningkatan frekuensi latihan gabungan antara satuan-satuan TNI dan Polri, khususnya dalam penanganan terorisme, konflik sosial, dan pengamanan perbatasan darat serta laut. Kedua, penguatan mekanisme pertukaran data intelijen secara real time melalui pusat komando terpadu yang telah terbentuk di sejumlah wilayah rawan. Ketiga, percepatan pelaksanaan Operasi Terpadu Damai Cartenz di Papua dengan penambahan personel dan peralatan pendukung. Keempat, penyusunan rencana kontingensi pengamanan Pilkada serentak 2027 yang melibatkan satuan kewilayahan TNI dan Polri secara lebih terpadu. Kelima, revitalisasi pos-pos gabungan di daerah perbatasan untuk memperketat pengawasan lalu lintas orang dan barang ilegal. Jenderal Sigit menegaskan bahwa instruksi telah dikeluarkan kepada seluruh kapolda untuk segera berkoordinasi dengan pangdam, pangarmada, dan pangkoopsau setempat guna menyelaraskan rencana operasi. “Kami tidak ingin ada ego sektoral. Tujuan kami satu: keamanan dan kenyamanan rakyat,” tegas Kapolri.
Di akhir pertemuan, kedua pemimpin lembaga menandatangani nota kesepakatan bersama tentang penguatan kerja sama operasional yang akan menjadi pedoman bagi seluruh jajaran di tingkat pusat dan daerah. Momentum ini sekaligus menepis spekulasi publik tentang potensi gesekan di lapangan yang kadang mengemuka pasca-penugasan personel di wilayah konflik. Masyarakat, demikian pernyataan kedua tokoh, berhak mendapatkan jaminan keamanan berkelanjutan tanpa harus mempertanyakan warna seragam yang bertugas. Soliditas TNI-Polri bukan sekadar retorika seremonial, melainkan kebutuhan nyata yang dinanti oleh seluruh anak bangsa.
Baca juga:
Comments (0)