DELI SERDANG — Pemerintah Indonesia secara resmi memperluas jaringan konektivitas udara internasional melalui penerbangan perdana maskapai SalamAir dengan rute Muscat–Medan. Pesawat penumpang tersebut mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, menandai dibukanya jalur langsung antara Oman dan salah satu pintu gerbang utama kawasan barat Indonesia.
Penerbangan perdana itu disambut dengan upacara penyambutan resmi yang dihadiri jajaran Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, serta perwakilan pemerintah daerah. Kedatangan armada SalamAir tersebut ditetapkan sebagai tonggak awal layanan rutin yang menghubungkan ibu kota Oman dengan Kualanamu, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor penerbangan nasional pascapandemi.
Pemerintah Optimistis Kunjungan Wisman Meningkat
Dalam keterangan resminya, pemerintah menegaskan bahwa pembukaan rute Muscat–Medan berpotensi mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari kawasan Timur Tengah. Menurut pemerintah, Timur Tengah merupakan pasar strategis yang selama ini memiliki ikatan historis, budaya, dan keagamaan dengan Sumatra Utara, khususnya Kota Medan dan kawasan sekitarnya.
"Rute Muscat–Medan ini kami nilai akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara Teluk," demikian pernyataan resmi pemerintah yang disampaikan pada acara penyambutan penerbangan perdana tersebut.
Pemerintah menyatakan, pembukaan rute ini merupakan hasil tindak lanjut dari serangkaian Rapat Koordinasi yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, otoritas bandara, serta mitra maskapai. Berdasarkan keputusan dalam rapat tersebut, jalur penerbangan langsung dinilai mampu mempersingkat waktu tempuh sekaligus menekan biaya perjalanan bagi wisatawan maupun pelaku usaha.
Kualanamu sebagai Gerbang Wisata Halal
Bandar Udara Internasional Kualanamu ditetapkan sebagai salah satu bandara internasional utama di Indonesia bagian barat. Pemerintah menilai, posisi Kualanamu yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Medan menjadikannya titik masuk yang efisien bagi wisman kawasan Timur Tengah yang hendak mengunjungi destinasi wisata halal, warisan budaya, maupun kawasan wisata alam di Sumatra Utara.
Selain itu, rute Muscat–Medan diyakini turut membuka peluang kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi. Pemerintah menyatakan, konektivitas udara yang semakin terbuka akan mempermudah mobilitas pelaku usaha kedua negara, termasuk sektor ekspor-impor serta industri jasa.
Berdasarkan data yang dihimpun, pemerintah menargetkan pertumbuhan kunjungan wisman dari Timur Tengah melalui tiga strategi utama, yakni penguatan promosi destinasi, perluasan akses penerbangan langsung, serta peningkatan kualitas layanan di pintu masuk. Rute Muscat–Medan dinilai sejalan dengan strategi tersebut.
Dorongan bagi Pemulihan Pariwisata Nasional
Pemerintah menegaskan, pembukaan rute baru ini merupakan bagian dari upaya pemulihan sektor pariwisata dan transportasi udara yang terdampak pandemi. Melalui penambahan konektivitas internasional, pemerintah berharap arus kunjungan wisatawan dapat tumbuh berkelanjutan serta memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.
Lebih lanjut, pemerintah menyatakan akan terus mendorong maskapai lain untuk membuka rute serupa demi memperluas jaringan penerbangan internasional dari dan menuju Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama di kawasan Asia Tenggara.
SalamAir, sebagai maskapai yang berbasis di Oman, resmi mengoperasikan layanan rute Muscat–Medan setelah melalui proses perizinan yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan kedua negara. Penerbangan perdana tersebut disahkan sebagai awal dari operasional rute reguler yang dijadwalkan berlangsung secara berkala.
Dengan dibukanya rute Muscat–Medan, pemerintah menegaskan keyakinannya bahwa hubungan bilateral Indonesia–Oman akan semakin erat, khususnya di bidang konektivitas, pariwisata, dan ekonomi. Pemerintah juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata, untuk menindaklanjuti peluang ini secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Comments (0)