Saksi Beberkan Kronologi Sutrimo Tewas di Depan Klinik Mordent
Jakarta Selatan – Aparat Kepolisian Sektor Kebayoran Baru tengah mendalami peristiwa mengejutkan yang terjadi pada Senin pagi (27/7/2026). Seorang pria bernama Sutrimo dilaporkan meninggal dunia sec...
Jakarta Selatan – Aparat Kepolisian Sektor Kebayoran Baru tengah mendalami peristiwa mengejutkan yang terjadi pada Senin pagi (27/7/2026). Seorang pria bernama Sutrimo dilaporkan meninggal dunia secara mendadak di depan Klinik Mordent yang berlokasi di Jalan Iskandarsyah Raya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sejumlah saksi di lokasi kejadian memberikan keterangan mengenai detik-detik saat korban tergeletak tak bernyawa, menjadi titik awal penyelidikan yang kini berjalan di bawah koordinasi Polres Metro Jakarta Selatan.
Kronologi Versi Saksi Mata
Seorang staf administrasi klinik, Sari (40 tahun), menjadi salah satu saksi kunci yang melihat langsung insiden tersebut. Dalam keterangannya kepada petugas, Sari menuturkan bahwa korban tiba di depan klinik sekitar pukul 07.15 WIB. “Saya lihat dia berjalan dengan langkah gontai, seperti orang yang sedang tidak sehat. Tiba-tiba dia jatuh tersungkur di depan pintu klinik,” ujarnya di lokasi.
Sari yang saat itu sedang bertugas membersihkan area lobi klinik segera berlari menghampiri. Ia mendapati Sutrimo dalam posisi tengkurap dan tidak memberikan respons saat dipanggil. “Saya berteriak minta tolong ke dalam. Beberapa rekan kerja langsung keluar dan mencoba membalikkan badannya, tapi dia sudah tidak sadar,” lanjut Sari dengan wajah tegang. Saksi lain, petugas keamanan klinik bernama Andi (35), menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda keributan atau insiden kekerasan sebelum korban ambruk.
Upaya Pertolongan Medis dan Laporan Polisi
Begitu mendapat laporan, dokter jaga Klinik Mordent, dr. Indah Pratiwi, segera melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) terhadap korban. Tim medis berusaha selama hampir dua puluh menit untuk menyelamatkan nyawa Sutrimo. “Kami sudah melakukan prosedur medis sesuai standar, mulai dari RJP hingga pemberian oksigen darurat. Namun, tidak ada tanda kehidupan. Korban kemungkinan telah meninggal beberapa saat sebelum jatuh,” jelas dr. Indah.
Manajemen klinik langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kebayoran Baru pada pukul 07.40 WIB. Kepala Polsek Kebayoran Baru, Kompol Rudi Hartono, memimpin langsung tim yang tiba di lokasi pukul 07.55 WIB. Polisi segera memasang garis polisi dan meminta agar area depan klinik disterilkan untuk keperluan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Olah TKP dan Identifikasi Awal
Unit Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan bersama tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan bukti ilmiah. Puluhan personel berpakaian hazmat terlihat melakukan pengambilan sidik jari, sampel DNA, serta dokumentasi fotografi secara rinci. Hal ini menandakan keseriusan aparat meskipun dugaan sementara mengarah pada kematian wajar.
Dari hasil pemeriksaan awal di tubuh dan barang bawaan korban, polisi menemukan kartu identitas yang menunjukkan nama Sutrimo (45), beralamat di Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru. “Kami temukan KTP, dompet berisi uang tunai, dan satu unit telepon genggam. Tidak ada jejak perampasan, sehingga motif kejahatan jalanan kami kesampingkan sementara,” terang Kompol Rudi saat memberikan keterangan resmi.
Keterangan Pihak Keluarga
Sekitar pukul 10.00 WIB, istri korban, Sutinah, tiba di klinik setelah dihubungi polisi. Kedatangannya diwarnai isak tangis histeris yang membuat warga sekitar turut berdatangan. Menurut penuturan kerabat, Sutrimo dikenal memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi. Ia biasa berjalan kaki setiap pagi menuju klinik untuk membeli obat rutin. “Suami saya sering mengeluh sakit kepala belakangan ini. Kami tidak menyangka beliau akan pergi secepat ini,” ucap Sutinah sambil berurai air mata.
Keluarga telah memberikan izin kepada kepolisian untuk melakukan tindakan pemeriksaan lebih lanjut—termasuk kemungkinan autopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo—jika dirasa perlu untuk memastikan sebab pasti kematian. Kompol Rudi menegaskan bahwa pihaknya menghormati duka keluarga, namun tetap berpegang pada prosedur hukum yang berlaku. “Kami akan menindaklanjuti dengan gelar perkara internal untuk menentukan langkah berikutnya. Jika hasil visum menyatakan bukan pidana, kasus akan segera dihentikan,” tegasnya.
Respons Manajemen Klinik Mordent
Direktur Operasional Klinik Mordent, Hadi Susanto, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh karyawan dan tenaga medis telah bertindak cepat sesuai protokol yang ditetapkan. “Klinik Mordent akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwajib dalam proses penyelidikan. Kami juga siap memberikan seluruh rekaman CCTV dan data kunjungan guna memperlancar investigasi,” demikian bunyi pernyataan resmi manajemen klinik.
Hingga berita ini disusun, aparat kepolisian masih menunggu hasil laboratorium forensik dan visum et repertum dari rumah sakit. Pelaksanaan olah TKP telah selesai pada pukul 12.30 WIB, dan jenazah Sutrimo telah dibawa ke kamar mayat RSUD Kebayoran untuk observasi lebih lanjut. Perkembangan terbaru akan diumumkan setelah Rapat Koordinasi antara Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan Puslabfor Polri selesai digelar.
Comments (0)