Rugaiya Usman, Istri Setia Jenderal Wiranto, Berpulang
Jakarta, Apaberita — Keluarga besar Jenderal TNI (Purnawirawan) Wiranto tengah dirundung duka mendalam. Rugaiya Usman, pendamping hidup mantan Panglima ABRI dan Menteri Koordinator Bidang Politik, H...
Jakarta, Apaberita — Keluarga besar Jenderal TNI (Purnawirawan) Wiranto tengah dirundung duka mendalam. Rugaiya Usman, pendamping hidup mantan Panglima ABRI dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut, mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 6 April 2023 pukul 03.45 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Almarhumah wafat dalam usia 75 tahun setelah menjalani perawatan intensif selama dua pekan terakhir.
Informasi resmi dari pihak keluarga yang disampaikan melalui juru bicara keluarga, Kolonel Inf (Purn) Heru Wicaksono, menyebutkan bahwa almarhumah meninggal dunia akibat komplikasi penyakit yang telah dideritanya dalam beberapa tahun terakhir. Jenazah langsung dibawa ke kediaman pribadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, untuk disemayamkan dan mendapatkan penghormatan terakhir dari kerabat serta kolega.
“Kami sekeluarga sangat kehilangan. Ibu adalah sosok yang sangat sabar, penuh kasih sayang, dan selalu menjadi perekat keluarga di setiap situasi,” ujar salah seorang putra almarhumah, Adi Wiranto, dengan suara terbata di rumah duka, Jumat (7/4/2023).
Pendamping Setia Sejak Masa Remaja
Rugaiya Usman dan Wiranto menikah pada tahun 1974, ketika Wiranto masih berpangkat Letnan Dua dan merintis karier sebagai perwira pertama di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Ikatan pernikahan yang berlangsung nyaris setengah abad itu menjadi saksi pasang surut perjalanan karier militer dan politik Wiranto. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai tiga orang anak. Putri sulung mereka, Maya Wiranto, meninggal dunia pada 2007 setelah berjuang melawan kanker stadium lanjut. Kedua putra lainnya, Adi Wiranto dan Iwan Wiranto, tumbuh menjadi profesional di bidang hukum dan bisnis, serta tetap aktif mendampingi sang ayah dalam berbagai kegiatan sosial.
Di mata keluarga, Rugaiya adalah figur ibu yang tidak hanya mengurus rumah tangga, melainkan juga menjadi penasihat utama Wiranto.
“Beliau tidak pernah lelah mengingatkan saya untuk tetap rendah hati dan selalu mengutamakan kepentingan bangsa,” tutur Wiranto dalam sebuah kesempatan refleksi kariernya beberapa tahun lalu.
Menjaga Keharmonisan di Tengah Badai Politik
Sebagai istri pejabat tinggi negara, Rugaiya Usman jarang menonjol di ruang publik. Namun, di lingkungan internal, ia dikenal sebagai perekat keharmonisan keluarga di saat Wiranto menghadapi dinamika politik paling tajam: dari masa reformasi 1998 ketika menjabat Panglima ABRI, hingga periode kontroversial sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada 2016–2019. Dalam buku biografi Wiranto yang diterbitkan tahun 2021, disebutkan bahwa Rugaiya selalu menjadi tempat berteduh saat suaminya diterpa kritik dan tekanan politik.
“Di saat semua orang menjauh karena perbedaan politik, ibu justru semakin mendekat dan menguatkan kami. Itu pelajaran berharga tentang arti keluarga sejati,” kenang Iwan Wiranto, putra bungsu almarhumah.
Dedikasi Sosial dan Warisan Kemanusiaan
Di luar peran domestik, Rugaiya Usman aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai salah satu penggerak Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana pada masa dinas aktif Wiranto, fokus pada program pemberdayaan ekonomi istri prajurit dan pendidikan anak-anak keluarga militer. Setelah Wiranto purnawirawan, Rugaiya ikut menggagas Yayasan Jenderal Wiranto Peduli yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan bantuan bencana alam. Sejumlah program beasiswa bagi anak yatim piatu korban konflik dan bencana menjadi jejak nyata kepeduliannya.
Pada tahun 2018, yayasan tersebut membangun klinik kesehatan keliling di daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur atas inisiatif Rugaiya.
“Ibu selalu bilang, menjadi istri pejabat bukan untuk bermewah-mewah, tapi harus lebih banyak memberi,” ujar Adi Wiranto mengutip pesan almarhumah.
Perjuangan Melawan Penyakit dan Detik-Detik Akhir
Menurut keterangan tim dokter RSPAD Gatot Soebroto yang dipimpin oleh Brigjen TNI Dr. Slamet Riyadi, Sp.PD-KHOM, Rugaiya Usman telah menjalani pengobatan kanker sejak awal 2022. Kondisinya sempat membaik setelah serangkaian terapi, namun pada pertengahan Maret 2023 terjadi penurunan fungsi organ vital yang mengharuskannya dirawat secara intensif. Pihak keluarga memutuskan untuk tidak mempublikasikan perkembangan penyakit demi menjaga privasi.
“Tim medis telah memberikan perawatan maksimal sesuai standar etika dan protokol rumah sakit. Keluarga menerima hasil akhir ini dengan ikhlas dan menganggap kepergian almarhumah sebagai panggilan Ilahi,” kata Kolonel (Purn) Heru Wicaksono mewakili keluarga.
Hingga akhir hayatnya, Rugaiya Usman dikelilingi oleh suami, kedua putra, menantu, serta cucu-cucunya. Suasana haru menyelimuti ruang ICU ketika Wiranto membisikkan kalimat tauhid di telinga sang istri tepat sebelum ia mengembuskan napas terakhir.
Ungkapan Duka dari Tokoh Nasional dan Rencana Pemakaman
Berita wafatnya Rugaiya Usman segera menjadi perhatian publik dan memicu gelombang belasungkawa dari berbagai tokoh. Presiden Joko Widodo melalui juru bicara kepresidenan menyampaikan duka cita mendalam dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunggah ucapan duka melalui akun media sosial pribadinya:
“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Saya dan Ibu Ani Yudhoyono menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Ibu Rugaiya Usman, istri dari Bapak Wiranto. Semoga almarhumah husnul khotimah.”
Menteri Pertahanan kala itu, Prabowo Subianto, serta sejumlah mantan petinggi TNI seperti Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Laksamana (Purn) Widodo Adi Sutjipto turut melayat ke rumah duka. Delegasi partai politik dan organisasi masyarakat juga hadir memberikan penghormatan terakhir.
Jenazah almarhumah dishalatkan di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, pada Jumat siang, sebelum diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta. Upacara pemakaman militer dipimpin oleh Kepala Staf Umum TNI dengan inspektur upacara Panglima TNI. Ribuan pelayat memadati area pemakaman untuk memberikan penghormatan kepada istri salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah militer dan politik Indonesia tersebut.
“Kehilangan ini adalah ujian bagi keluarga besar kami. Kami berterima kasih atas seluruh doa dan simpati yang mengalir dari masyarakat Indonesia,” tutup Adi Wiranto mewakili keluarga.
Baca juga:
Comments (0)