Rudi Margono Resmi Dilantik Jadi Kepala Kejati DKI Jakarta

Jakarta – Rudi Margono secara resmi menyandang jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Balai Utama Kejaksaan Agung,...

Jul 13, 2026 - 06:26
0 0
Rudi Margono Resmi Dilantik Jadi Kepala Kejati DKI Jakarta

Jakarta – Rudi Margono secara resmi menyandang jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Balai Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (10/3/2025). Prosesi dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Republik Indonesia, disaksikan oleh seluruh jajaran pejabat tinggi kejaksaan, perwakilan kementerian, serta tamu undangan dari lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan lembaga penegak hukum lain.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 28/TPA Tahun 2025 yang ditetapkan pada 5 Maret 2025, Rudi Margono menggantikan pejabat sebelumnya yang memasuki masa purnabakti. Pelantikan ini merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi di tubuh Korps Adhyaksa, khususnya dalam merespons dinamika penegakan hukum di ibu kota negara. "Rotasi jabatan adalah keniscayaan organisasi. Kejati DKI Jakarta membutuhkan pemimpin yang tangguh, berintegritas, dan mampu mengawal setiap perkara secara profesional," tegas Jaksa Agung dalam sambutannya usai prosesi pengambilan sumpah.

Prosesi Pelantikan Berlangsung Khidmat

Pengambilan sumpah jabatan berlangsung dalam suasana khidmat. Rudi Margono mengucapkan sumpah sesuai agama yang dianutnya, dipandu oleh rohaniwan, dengan disaksikan para saksi yang terdiri dari Jaksa Agung Muda Pembinaan dan Jaksa Agung Muda Intelijen. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan, serah terima memori jabatan, serta penyematan tanda jabatan oleh Jaksa Agung. Dalam sesi tersebut, hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri se-DKI Jakarta, para asisten, serta keluarga besar Rudi Margono.

Usai penyematan, Jaksa Agung menyampaikan arahan khusus kepada Kepala Kejati yang baru. Arahan itu menitikberatkan pada empat pilar utama: pemberantasan korupsi tanpa kompromi, perlindungan hak-hak masyarakat pencari keadilan, penguatan pengawasan internal, dan sinergi antarinstitusi. "Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta harus menjadi barometer penegakan hukum nasional. Tidak ada ruang bagi jaksa yang bermain-main dengan perkara," ujar Jaksa Agung dalam pengarahan tertutup seusai acara.

Rekam Jejak Karier Rudi Margono

Rudi Margono bukan sosok baru di lingkungan kejaksaan. Pria kelahiran Surabaya, 15 Agustus 1970 ini mengawali karier sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan pada 1994, lalu bertugas di Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang. Secara bertahap, ia menapaki jenjang struktural mulai dari Kasi Pidum, Kajari di beberapa daerah, hingga menduduki posisi strategis di Kejaksaan Agung.

Sebelum dilantik sebagai Kepala Kejati DKI Jakarta, Rudi Margono menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sejak 2022. Di bawah kepemimpinannya, Kejati Sumut mencatat sejumlah prestasi, antara lain penyelamatan kerugian negara senilai Rp 178 miliar dari perkara tindak pidana korupsi dan keberhasilan eksekusi 12 perkara inkrah tanpa hambatan. Rekam jejak ini menjadi salah satu pertimbangan Jaksa Agung menempatkannya di ibu kota. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Koordinator pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

Pendidikan hukum Rudi Margono ditempuh di Fakultas Hukum Universitas Airlangga dan dilanjutkan dengan Magister Hukum dari Universitas Indonesia. Ia juga mengikuti berbagai pelatihan penegakan hukum, termasuk program kerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Australian Federal Police (AFP) di bidang investigasi kejahatan kerah putih. Kombinasi pengalaman lapangan dan penguasaan akademik itu diharapkan menjadi modal kuat dalam memimpin Kejati DKI Jakarta yang menangani ribuan perkara setiap tahun.

Tantangan Berat di Ibu Kota

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta memiliki beban kerja yang jauh lebih kompleks dibandingkan daerah lain. Selain menangani perkara pidana umum dan khusus, Kejati DKI juga menjadi garda terdepan dalam perkara korupsi bernilai besar, sengketa lahan, serta tindak pidana pencucian uang yang melibatkan korporasi besar. Data Laporan Kinerja Kejati DKI 2024 menunjukkan, sepanjang tahun lalu terdapat 3.612 perkara pidana umum yang masuk, 47 perkara tindak pidana korupsi yang masih dalam tahap penyidikan, serta 23 perkara tindak pidana khusus lain yang berkaitan dengan kepabeanan dan perpajakan.

Menanggapi ekspektasi tersebut, Rudi Margono menyatakan komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi internal. "Saya akan memetakan seluruh potensi dan kendala yang ada, termasuk memastikan semua jaksa dan staf bekerja sesuai standar operasional prosedur yang berlaku," ujarnya dalam konferensi pers singkat usai pelantikan. Ia juga menekankan pentingnya transparansi penanganan perkara. "Masyarakat berhak tahu perkembangan perkara yang menjadi perhatian publik. Kami akan membuka akses informasi sepanjang tidak mengganggu proses hukum," tambahnya.

Salah satu prioritas yang langsung disinggung adalah kelanjutan penanganan perkara korupsi besar yang melibatkan sejumlah badan usaha milik daerah. Rudi Margono menegaskan tidak akan ada intervensi dalam penuntasan kasus-kasus tersebut. "Kami akan bekerja berdasarkan alat bukti, bukan tekanan pihak mana pun," tegasnya.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Aparat Lain

Posisi Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan bisnis menuntut sinergi erat antara Kejati DKI dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta instansi vertikal lain. Dalam sambutannya, Jaksa Agung secara khusus meminta Rudi Margono untuk membangun komunikasi yang intensif dengan semua pemangku kepentingan. "Tidak ada satu lembaga pun yang bisa bekerja sendiri. Koordinasi dan sinergi menjadi kunci keberhasilan penegakan hukum di Jakarta," pesan Jaksa Agung.

Rudi Margono pun mengiyakan arahan tersebut. "Kami akan aktif dalam forum komunikasi pimpinan daerah serta memperkuat hubungan kelembagaan dengan seluruh mitra kerja. Tidak hanya di level penindakan, tetapi juga di ranah pencegahan dan penerangan hukum," ungkapnya. Ia juga berencana melanjutkan program Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Sahabat Masyarakat sebagai wujud pendekatan humanis kejaksaan kepada warga ibu kota.

Pelantikan ini mengakhiri masa transisi kepemimpinan di Kejati DKI Jakarta yang berlangsung selama dua pekan. Para pejabat struktural, jaksa, dan pegawai di lingkungan Kejati DKI menyambut positif penunjukan Rudi Margono. "Beliau adalah sosok pemimpin yang mengayomi dan memiliki visi penegakan hukum yang jelas," ujar salah satu Kasi di Kejati DKI yang enggan disebutkan namanya.

Dengan resminya Rudi Margono sebagai Kepala Kejati DKI Jakarta, publik kini menanti gebrakan nyata dalam penegakan hukum yang adil, transparan, dan bebas dari kepentingan politik. Tantangan besar telah menanti, namun rekam jejak dan pengalaman panjang sang jaksa diyakini mampu menjadi jawaban.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User