Sep 16, 2026
Hukum

RSUD Karangasem Kekurangan Mesin, 76 Pasien Cuci Darah Harus Mengantre

AMLAPURA — Ruang perawatan hemodialisis di RSUD Karangasem selalu dipenuhi deru mesin yang bekerja tanpa henti setiap harinya. Bagi ratusan penderita gagal

RSUD Karangasem Kekurangan Mesin, 76 Pasien Cuci Darah Harus Mengantre

AMLAPURA — Ruang perawatan hemodialisis di RSUD Karangasem selalu dipenuhi deru mesin yang bekerja tanpa henti setiap harinya. Bagi ratusan penderita gagal ginjal kronis di Kabupaten Karangasem, Bali, keberadaan selang-selang transparan penyuplai darah tersebut adalah penyambung nyawa utama. Namun, di balik pelayanan medis yang terus berjalan ketat, tersimpan kecemasan mendalam ketika puluhan penderita lainnya terpaksa harus bersabar dalam antrean panjang akibat keterbatasan fasilitas.

Berdasarkan data terkini dari manajemen rumah sakit, tercatat sebanyak 256 warga Karangasem terdiagnosa mengalami penyakit gagal ginjal. Dari total penderita tersebut, sebanyak 180 pasien telah mendapatkan penanganan rutin hemodialisis atau cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu. Sementara itu, sebanyak 76 pasien lainnya masih tertahan di daftar antrean dan belum mendapatkan jadwal pelayanan reguler di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Kapasitas Mesin Tak Sebanding Lonjakan Pasien

Direktur RSUD Karangasem, dr. I Putu Angga Wirayogi, didampingi Kepala Bidang Pelayanan, dr. I Gusti Lanang Udiyana, mengungkapkan bahwa saat ini RSUD Karangasem baru memiliki 30 unit mesin hemodialisis. Untuk memaksimalkan penggunaan alat yang ada, operasional layanan dibagi menjadi dua gelombang (shift) setiap harinya.

"Untuk satu hari kami melayani 60 pasien, dibagi dua shift. Shift pagi sebanyak 30 pasien, kemudian shift siang 30 pasien. Sekali menjalani cuci darah membutuhkan waktu sekitar empat jam," jelas dr. Angga saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Ngurah Rai, Amlapura.

Dengan skema tindakan dua kali seminggu bagi setiap penderita, kapasitas 30 mesin tersebut hanya mampu mengover 180 pasien dalam rotasi tiga hari pelayanan. Hal ini membuat kemampuan operasional fasilitas hemodialisis berada pada batas maksimal harian.

Indikator Layanan Jumlah / Keterangan
Total Penderita Gagal Ginjal 256 Pasien
Pasien Terlayani Rutin 180 Pasien (2 shift / hari)
Pasien Masih Mengantre 76 Pasien
Jumlah Mesin Dialisis Aktif 30 Unit
Rencana Penambahan Mesin 20 Unit Baru

Terkendala Ruangan: Rencana Penambahan 20 Mesin Tertahan

Manajemen RSUD Karangasem sejatinya telah menyiapkan skenario penambahan 20 unit mesin hemodialisis baru agar seluruh 256 pasien dapat tertampung secara keseluruhan. Penambahan ini diyakini menjadi solusi permanen untuk menghapus daftar antrean cuci darah di Karangasem.

Namun, eksekusi rencana tersebut menemui jalan buntu akibat keterbatasan fisik bangunan. Masalah utama yang dihadapi RSUD Karangasem saat ini bukan sekadar ketersediaan anggaran atau armada mesin, melainkan ketersediaan ruang pelayanan hemodialisis yang belum memadai untuk ekspansi fasilitas.

Ruangan pelayanan cuci darah saat ini sudah terisi padat oleh 30 mesin yang ada. Tanpa adanya perluasan gedung atau penyediaan ruangan baru, penambahan armada alat medis belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Dampaknya, sebagian pasien terpaksa menunda tindakan atau mencari alternatif fasilitas kesehatan di luar wilayah Kabupaten Karangasem.

Tantangan Layanan Kesehatan dan Upaya Pencegahan Dini

Kondisi tertahannya 76 pasien dalam antrean menjadi perhatian serius bagi dunia kesehatan daerah. Bagi penderita gagal ginjal kronis, keterlambatan prosedur penanganan hemodialisis berisiko tinggi memicu komplikasi kesehatan fatal akibat penumpukan cairan dan racun di dalam tubuh. Akselerasi pembangunan gedung baru atau pemanfaatan ruang lain di RSUD Karangasem menjadi kebutuhan mendesak yang membutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah.

Di sisi lain, lonjakan kasus gagal ginjal hingga menyentuh angka 256 pasien di Karangasem juga menjadi peringatan penting bagi masyarakat luas. Kesadaran akan pola hidup sehat, pembatasan konsumsi gula dan garam, kecukupan asupan air putih, serta pemeriksaan kesehatan berkala merupakan langkah krusial guna menekan bertambahnya kasus baru gagal ginjal di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User