Rico Waas Tegur PUD Pasar, Fadli Zon Buka Bawomataluo Expo
Medan, Apaberita.com — Dua agenda penting di Sumatera Utara berlangsung serentak pada Senin (27/7/2026). Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin
Medan, Apaberita.com — Dua agenda penting di Sumatera Utara berlangsung serentak pada Senin (27/7/2026). Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin rapat evaluasi PUD Pasar dengan nada tegas, sementara di ujung selatan provinsi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi membuka Bawomataluo Expo IV di Nias Selatan (Nisel). Kedua peristiwa ini sama-sama menekankan transformasi tata kelola: satu mendorong lembaga ekonomi menjadi mesin pencetak untung, yang lain memobilisasi kebudayaan sebagai motor pariwisata dan identitas kolektif.
Rico Waas: “Kerja Jangan Monoton, PUD Pasar Harus Inovatif”
Rapat Monitoring dan Evaluasi Triwulan II PUD Pasar Kota Medan di Balai Kota, Senin pagi, berubah menjadi forum teguran terbuka. Rico Waas menilai jajaran PUD Pasar masih bekerja dalam zona nyaman dengan pola yang disebutnya “monoton dan jauh dari orientasi laba”.
“Saya minta PUD Pasar berhenti sekadar menjalankan rutinitas. PUD Pasar harus menjadi mesin pencetak untung bagi Kota Medan. Kalau perlu, tiru model bisnis modern yang fleksibel, tanpa meninggalkan fungsi pelayanan publik,” tegas Rico di hadapan direksi dan manajer unit pasar.
“Kerja jangan monoton, PUD Pasar harus menjadi mesin pencetak untung bagi pendapatan daerah.” — Wali Kota Medan Rico Waas
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar semester I 2026 baru menyentuh 42 persen dari target tahunan. Angka ini memantik kemarahan Wali Kota karena PUD Pasar mengelola 54 pasar tradisional dengan ribuan pedagang dan potensi retribusi yang seharusnya bisa dimaksimalkan.
Rico mendorong diversifikasi pendapatan, seperti optimalisasi parkir, pengelolaan kios secara profesional, kerja sama fasilitas logistik, dan digitalisasi pembayaran retribusi. Ia juga meminta evaluasi kinerja setiap kepala unit pasar paling lambat akhir Agustus, disertai rencana aksi perbaikan yang terukur.
“Jangan sampai pasar-pasar kita hanya berfungsi sebagai tempat transaksi tanpa memberi kontribusi finansial signifikan ke daerah. Musuh kita adalah kebiasaan lama: kerja aman-aman saja. Itu yang harus diubah,” ujarnya menambahkan.
Ketua Tim Monitoring PUD Pasar menyatakan akan segera mengimplementasikan arahan Wali Kota dan menargetkan peningkatan perolehan 20 persen pada triwulan berikutnya melalui strategi baru, termasuk penataan kios nonaktif dan kerja sama dengan mitra perbankan untuk sistem cashless.
Fadli Zon Buka Bawomataluo Expo, Serukan Gotong Royong Budaya
Berjarak sekitar 300 kilometer dari Medan, Desa Bawomataluo di Kecamatan Fanayama, Nias Selatan, berubah menjadi panggung spektakuler pada malam yang sama. Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi membuka Pagelaran Budaya “Gema Budaya Famaedodano” Bawomataluo Expo IV, menandai perhelatan budaya akbar yang memadukan seni, tradisi, dan pameran ekonomi kreatif khas Nias.
Ribuan warga dan wisatawan domestik-mancanegara menyaksikan upacara adat Famaedodano, prosesi pembukaan yang diwarnai tabuhan gendang perang, tarian tradisional, dan pertunjukan ikonik lompat batu (Fahombo). Menteri Fadli Zon tampak antusias menyaksikan pemuda Nisel melompati susunan batu setinggi 2 meter yang melambangkan keperkasaan dan sportivitas.
“Mari bergotong royong lestarikan kebudayaan kita. Bawomataluo adalah warisan dunia yang harus dijaga bersama.” — Menteri Kebudayaan Fadli Zon
Dalam pidatonya, Fadli Zon menekankan bahwa Bawomataluo tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur rumah adat Omo Hada, tetapi juga nilai-nilai komunal yang hidup di masyarakat. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan — pemerintah daerah, pelaku budaya, komunitas, serta sektor swasta — untuk bersinergi menjaga kebudayaan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
“Kebudayaan bukan sekadar tontonan atau ritual. Ia adalah sumber kesejahteraan, asalkan dikelola dengan serius. Expo ini bukti bahwa budaya luhur Nias mampu menarik minat dunia. Jangan berhenti di sini. Tingkatkan kualitas, perbaiki akses, dan teruslah berinovasi agar generasi muda tetap memiliki kebanggaan,” ujar Fadli.
Bawomataluo Expo IV akan berlangsung hingga 31 Juli 2026, diisi pameran produk UMKM, kuliner khas, lomba seni, diskusi kebudayaan, hingga ekspedisi heritage ke situs megalitikum sekitar desa. Kepala Dinas Pariwisata Nisel menyebut tahun ini target kunjungan naik 30 persen dari ekspo sebelumnya berkat dukungan promosi Kementerian Kebudayaan dan platform digital.
Dua Transformasi: Dari Pasar ke Panggung Budaya
Dua peristiwa yang terjadi di hari yang sama ini mencerminkan semangat transformasi di dua lini berbeda. Rico Waas mendorong PUD Pasar menjadi entitas bisnis modern yang menguntungkan, sedangkan Fadli Zon mendesak pengelolaan budaya menjadi daya ungkit ekonomi lokal. Keduanya memiliki benang merah: perbaikan tata kelola agar potensi yang ada tidak hanya menjadi narasi, tetapi benar-benar mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari Kota Medan, pesan tegas tentang profesionalisme sektor publik menggema. Dari Desa Bawomataluo, spiritualitas & warisan budaya berdentum. Sumatera Utara menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian kebudayaan bukan dua jalan terpisah — keduanya justru memperkuat identitas dan kedaulatan lokal.
[SOCIAL_TWEET]: Wali Kota Medan Rico Waas tegur keras PUD Pasar: “Jangan monoton, jadikan mesin pencetak untung!” Di Nias Selatan, Menteri Fadli Zon buka Bawomataluo Expo, ajak gotong royong jaga budaya. Baca lengkap di Apaberita.com.[SOCIAL_TG]: Rico Waas tegur PUD Pasar ➕ Fadli Zon buka Bawomataluo Expo. Dua sisi transformasi Sumatera Utara: dari pasar ke panggung budaya. Klik selengkapnya.
Comments (0)