Oct 16, 2026
Politik

Rekam Jejak Karhutla Enam Tahun Terakhir Jadi Sorotan

JAKARTA — Rekam jejak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia selama enam tahun terakhir menjadi sorotan publik menyusul beredarnya infografis yang merangkum dinamika peristiwa tersebut da...

Rekam Jejak Karhutla Enam Tahun Terakhir Jadi Sorotan

JAKARTA — Rekam jejak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia selama enam tahun terakhir menjadi sorotan publik menyusul beredarnya infografis yang merangkum dinamika peristiwa tersebut dari tahun ke tahun. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa persoalan karhutla masih menjadi persoalan serius yang memerlukan penanganan berkelanjutan, terlebih karena dampaknya menyentuh aspek lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga hubungan diplomatik antarnegara.

Berdasarkan rangkuman data tersebut, karhutla di Indonesia tidak pernah sepenuhnya hilang dari pemberitaan. Setiap tahun, titik panas (hotspot) terus terdeteksi di sejumlah provinsi, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut luas. Provinsi seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat secara konsisten muncul sebagai daerah dengan jumlah titik api tertinggi.

Faktor Pendorong dan Pola Musiman

Pola karhutla di Indonesia sangat dipengaruhi oleh musim kemarau. Ketika curah hujan menurun drastis, lahan gambut yang mengering menjadi sangat rentan terbakar. Kondisi ini diperparah oleh praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, yang masih ditemukan di sejumlah wilayah meski telah dilarang oleh peraturan perundang-undangan.

Selain faktor alam, aktivitas manusia disebut sebagai penyebab dominan. Pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertanian menjadi salah satu pemicu utama. Hal ini membuat upaya pencegahan tidak cukup hanya dengan pemadaman, tetapi juga memerlukan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tercatat berulang kali menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pembakaran lahan. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga aktif melakukan operasi pemadaman darat dan udara ketika intensitas karhutla meningkat.

Dampak Ekologis dan Kesehatan

Dampak karhutla tidak hanya terbatas pada kerusakan ekosistem. Asap yang dihasilkan dari pembakaran lahan gambut mengandung partikel berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Kualitas udara di beberapa kota besar pernah menurun drastis hingga masuk kategori tidak sehat, bahkan berbahaya.

Selain itu, kabut asap lintas batas juga sempat menimbulkan ketegangan diplomatik dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Kondisi tersebut mendorong Indonesia untuk terus berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla.

Kerugian ekonomi akibat karhutla juga tidak main-main. Sektor penerbangan, pariwisata, dan kesehatan terdampak langsung. Berbagai kajian menyebutkan bahwa kerugian akibat karhutla dapat mencapai angka triliunan rupiah dalam satu periode kejadian.

Upaya Penanganan Berkelanjutan

Dalam catatan enam tahun terakhir, sejumlah langkah telah ditempuh, seperti peningkatan patroli terpadu, penguatan desa peduli api, serta penerapan teknologi pemantauan titik panas berbasis satelit. Rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga juga rutin digelar setiap tahun, terutama menjelang puncak musim kemarau.

Meski demikian, para pengamat menilai masih ada tantangan besar dalam implementasi kebijakan di lapangan. Lemahnya pengawasan, keterbatasan sumber daya manusia, serta ego sektoral disebut menjadi penghambat utama dalam penanganan karhutla secara menyeluruh.

Dengan melihat rekam jejak enam tahun tersebut, pemerintah dituntut untuk tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga pada upaya pencegahan dan pemulihan ekosistem gambut. Pendekatan yang bersifat komprehensif dinilai menjadi kunci agar persoalan karhutla tidak terus berulang setiap tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User