Ratu Máxima Tuntaskan Kunjungan Kerja Strategis di Indonesia

JAKARTA – Ratu Máxima dari Kerajaan Belanda resmi menuntaskan rangkaian kunjungan kerja selama tiga hari di Indonesia pada Rabu (12/3). Lawatan yang dimulai sejak Senin (10/3) ini menandai babak ba...

Jul 12, 2026 - 07:55
0 1
Ratu Máxima Tuntaskan Kunjungan Kerja Strategis di Indonesia

JAKARTA – Ratu Máxima dari Kerajaan Belanda resmi menuntaskan rangkaian kunjungan kerja selama tiga hari di Indonesia pada Rabu (12/3). Lawatan yang dimulai sejak Senin (10/3) ini menandai babak baru penguatan kerja sama bilateral, khususnya di sektor keuangan inklusif dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Ratu Máxima yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Keuangan Inklusif untuk Pembangunan (UNSGSA) menegaskan komitmen Kerajaan Belanda dalam mendukung transformasi ekonomi Indonesia yang berkeadilan. Ia didampingi oleh Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, Reinette Klever, serta delegasi teknis dari lembaga keuangan dan badan pembangunan internasional.

Presiden Republik Indonesia menerima kunjungan kehormatan Ratu Máxima di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (11/3) pagi. Pertemuan tertutup yang berlangsung selama 90 menit itu membahas sejumlah isu strategis, termasuk percepatan digitalisasi layanan keuangan, perluasan akses kredit usaha mikro, dan penguatan infrastruktur keuangan desa. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang turut serta dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa kunjungan Ratu Máxima memberikan momentum untuk mengevaluasi capaian dan hambatan inklusi keuangan nasional. "Kehadiran Ratu Máxima membawa perspektif global yang sangat relevan bagi upaya kami menurunkan kesenjangan akses keuangan, terutama di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal," ujar Menko Perekonomian dalam keterangan resmi.

Agenda Padat dan Strategis

Ratu Máxima mengawali kunjungan dengan meninjau langsung implementasi program inklusi keuangan berbasis digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (10/3). Ia berdialog dengan para pelaku usaha mikro, perempuan petani, serta agen layanan keuangan digital di Desa Cibodas. Ratu Máxima mengapresiasi terobosan teknologi yang memungkinkan pembukaan rekening tabungan tanpa biaya minimum dan penyaluran kredit berbasis skor alternatif melalui telepon seluler. "Model kolaborasi antara regulator, perbankan, dan perusahaan teknologi di Indonesia patut menjadi contoh bagi negara berkembang lainnya," ungkapnya dalam sesi diskusi.

Dari Bogor, rombongan kerajaan bergerak ke pusat data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta untuk mengkaji integrasi data nasional yang menghubungkan identitas kependudukan dengan profil kredit usaha rakyat. Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK, yang mendampingi sepanjang sesi paparan, menjelaskan bahwa tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 88,7 persen pada 2024, naik dari 76,1 persen pada 2019. "Ratu Máxima memberikan catatan kritis mengenai pentingnya literasi digital agar perluasan akses tidak melahirkan risiko baru," ujar Deputi Komisioner tersebut.

Dorong Inklusi Keuangan Digital

Puncak kunjungan berlangsung di Jakarta Convention Center pada Selasa (11/3) petang, saat Ratu Máxima menjadi pembicara utama pada Forum Inklusi Keuangan Indonesia-Belanda. Di hadapan lebih dari 400 peserta dari sektor perbankan, fintech, dan kementerian terkait, ia memaparkan strategi percepatan inklusi keuangan pasca-pandemi. Ratu Máxima menekankan tiga pilar utama: identitas digital yang interoperabel, infrastruktur pembayaran real-time, dan kerangka perlindungan konsumen yang adaptif.

"Kita harus memastikan bahwa jutaan warga yang baru pertama kali mengakses layanan keuangan tidak menjadi korban penipuan digital atau jeratan utang predatoris. Regulasi harus mendahului inovasi, bukan sekadar mengejarnya," tegas Ratu Máxima dalam pidato yang mendapat aplaus meriah.

Forum tersebut juga menghasilkan nota kesepahaman antara Bank Indonesia dan De Nederlandsche Bank untuk pertukaran pengetahuan dan teknologi pada pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC). Gubernur Bank Indonesia, yang menandatangani dokumen tersebut, menyebut kerja sama ini sebagai fondasi penting bagi stabilitas sistem keuangan di era digital. "Dukungan Ratu Máxima menjadi katalis bagi kolaborasi teknis yang lebih konkret," ujarnya.

Penguatan Hubungan Bilateral

Di luar agenda ekonomi, Ratu Máxima meluangkan waktu untuk meninjau proyek konservasi terumbu karang di Kepulauan Seribu yang didanai bersama oleh pemerintah Belanda dan lembaga filantropi Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan yang mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan bahwa alih teknologi rehabilitasi ekosistem laut menjadi salah satu hasil konkret lawatan Ratu Máxima. "Belanda memiliki pengalaman panjang dalam manajemen air dan pesisir. Transfer pengetahuan ini akan memperkuat ketahanan iklim Indonesia," ucapnya.

Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, dalam pernyataan terpisah, menegaskan bahwa total komitmen investasi dan hibah yang diumumkan sepanjang kunjungan mencapai 150 juta euro, yang akan disalurkan untuk program keuangan inklusif, manajemen air, dan pendidikan kejuruan. "Kemitraan kita bukan hanya antarnegara, melainkan antarmasyarakat," ucap Dubes.

Ratu Máxima meninggalkan Indonesia melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (12/3) pukul 14.30 WIB dengan pengawalan kenegaraan penuh. Kedutaan Besar Belanda menyatakan bahwa hasil lawatan ini akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang dijadwalkan pada kuartal kedua 2025 untuk memastikan seluruh butir kesepakatan tertuang dalam rencana aksi yang terukur. "Kunjungan ini bukan akhir, melainkan percepatan dari agenda bersama yang telah kita susun," pungkas Dubes.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User