Akhmad Wiyagus Resmi Jabat Wakil Menteri Dalam Negeri Kabinet Merah

JAKARTA — Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Akhmad Wiyagus resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dalam Kabinet Merah, di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa. Prosesi ...

Jul 12, 2026 - 07:55
0 1
Akhmad Wiyagus Resmi Jabat Wakil Menteri Dalam Negeri Kabinet Merah

JAKARTA — Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Akhmad Wiyagus resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dalam Kabinet Merah, di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut menandai masuknya sosok perwira tinggi purnawirawan ke dalam jajaran eksekutif pemerintahan, menggantikan posisi yang sebelumnya ditinggalkan oleh pejabat lama. Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden di hadapan sejumlah pejabat tinggi negara serta pimpinan lembaga.

Berdasarkan Keputusan Presiden yang dibacakan dalam upacara tersebut, penunjukan Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus merupakan bagian dari penyegaran kabinet untuk memperkuat koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri dengan instansi keamanan. Dengan pengalaman panjang di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), ia diharapkan mampu menyelaraskan kebijakan pemerintahan dalam negeri dan penanganan isu-isu strategis keamanan daerah. Akhmad Wiyagus mengucapkan sumpah jabatan yang disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta Menteri Dalam Negeri.

Dalam keterangan pers usai pelantikan, Presiden menegaskan bahwa pengalaman operasional seorang perwira tinggi diperlukan untuk menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks. "Kita butuh figur yang paham lapangan dan punya kemampuan taktis, karena situasi di daerah seringkali memerlukan respons cepat dan kolaborasi lintas sektor," ujar Presiden. Presiden juga menekankan bahwa Kabinet Merah akan terus mengedepankan sinergi antara unsur sipil dan latar belakang militer-kepolisian demi stabilitas nasional.

Prosesi Pelantikan dan Amanat Presiden

Acara yang digelar di Ruang Utama Istana Negara tersebut dimulai pada pukul 10.00 WIB. Sebelum mengucapkan sumpah, Akhmad Wiyagus terlebih dahulu menyatakan kesetiaan kepada Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. Hadir dalam pelantikan antara lain Menteri Dalam Negeri, Panglima TNI, Kapolri, serta para duta besar negara sahabat. Suasana penuh kehormatan menandakan pentingnya jabatan wakil menteri dalam struktur kabinet kali ini.

Presiden dalam amanatnya menyampaikan tiga penekanan utama kepada wakil menteri baru: mempercepat sinkronisasi program pusat-daerah, meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, dan memastikan keamanan dalam setiap tahapan pemilihan kepala daerah serentak yang akan datang. "Tugas Bapak bukan hanya administratif, tapi memastikan seluruh jajaran pemerintahan dalam negeri berjalan selaras dengan arah kebijakan nasional," tegas Presiden di hadapan tamu undangan.

Rekam Jejak di Korps Bhayangkara

Akhmad Wiyagus meniti karier selama lebih dari tiga dekade di Polri. Lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1989 ini pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Asisten Operasi Kapolri, dan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Jabatan terakhirnya di Polri adalah Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri dengan pangkat Komisaris Jenderal sebelum memasuki masa pensiun.

Selama bertugas, perwira kelahiran Makassar, 15 April 1966 tersebut dikenal vokal dalam penanganan gangguan keamanan dan kerap memimpin langsung operasi skala besar. Beberapa penghargaan yang pernah diterimanya meliputi Bintang Bhayangkara Pratama, Bintang Yudha Dharma, dan Satyalancana Pengabdian. Rekam jejak ini menjadi modal berharga ketika ia kini harus bertransisi dari dunia penegakan hukum ke ranah birokrasi pemerintahan.

“Pengalaman di Polri mengajarkan saya bahwa pelayanan publik harus cepat, transparan, dan akuntabel. Prinsip itu akan saya bawa ke Kementerian Dalam Negeri agar birokrasi kita semakin baik,” kata Akhmad Wiyagus saat ditemui usai pelantikan.

Amanah Baru dan Tantangan di Kementerian Dalam Negeri

Sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus akan membantu Menteri Dalam Negeri dalam mengawal tiga isu besar: pemantapan otonomi daerah, pengelolaan keuangan daerah, dan pembinaan aparatur sipil negara. Dalam rapat koordinasi tertutup yang digelar sehari sebelum pelantikan, sejumlah poin krusial telah dibahas, termasuk langkah-langkah strategis menghadapi masa transisi kepemimpinan di berbagai provinsi pasca pemilu kepala daerah.

Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri menyebutkan bahwa kehadiran figur berlatar belakang kepolisian di posisi wakil menteri akan memperkuat sistem deteksi dini konflik. “Pak Wiyagus memiliki naluri yang tajam dalam membaca potensi gejolak, dan itu sangat berguna untuk menjaga stabilitas daerah,” ujar seorang pejabat kementerian yang enggan disebutkan namanya. Di sisi lain, kalangan akademisi menilai penunjukan ini sebagai langkah pragmatis pemerintah untuk merespons dinamika keamanan yang kerap bersinggungan dengan politik lokal.

Akhmad Wiyagus sendiri menegaskan bahwa dirinya akan fokus pada pembenahan tata kelola pemerintahan daerah tanpa melupakan akar pengabdiannya sebagai aparat. “Saya di sini untuk melayani, bukan untuk mengawasi. Semua elemen harus duduk bersama membangun Indonesia dari daerah,” tandasnya. Pernyataan tersebut disambut optimistis oleh sejumlah kepala daerah yang hadir dalam pelantikan, berharap Kementerian Dalam Negeri semakin responsif.

Kabinet Merah yang baru saja disempurnakan ini memang menempatkan sejumlah tokoh berlatar belakang keamanan di posisi kunci. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa agenda pembangunan nasional berjalan dalam iklim yang kondusif. Dengan masuknya Akhmad Wiyagus ke dalam lingkup Kementerian Dalam Negeri, publik menanti gebrakan nyata di sektor pemerintahan daerah, terutama dalam menyederhanakan birokrasi dan memacu pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.

Pelantikan ini sekaligus menandai babak baru bagi karier seorang jenderal polisi yang telah lama mengabdi di institusi Bhayangkara. Dari jalur intelijen dan operasional, kini ia beralih ke jalur kebijakan dan koordinasi pemerintahan. Banyak pihak berharap, sinergi antara kepolisian dan kementerian teknis ini mampu menciptakan terobosan bagi pelayanan publik di seluruh penjuru Tanah Air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User