Fadli Zon Dorong Sultra Jadi Episentrum Prasejarah Dunia

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa lukisan purba di kawasan karst Muna, Sulawesi Tenggara, telah terkonfirmasi sebagai yang tertua di dunia dengan usia mencapai 67.800 tahun. Pernyataan t...

Jul 12, 2026 - 13:43
0 0

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa lukisan purba di kawasan karst Muna, Sulawesi Tenggara, telah terkonfirmasi sebagai yang tertua di dunia dengan usia mencapai 67.800 tahun. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Kawasan Strategis Nasional Bidang Kebudayaan di Jakarta, Selasa (3/6/2025). Temuan ini sekaligus melampaui rekor lukisan gua di kompleks Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, yang sebelumnya diyakini sebagai gambar cadas paling tua di Bumi.

"Berdasarkan hasil uji serial uranium terbaru, lukisan fauna dan cetakan tangan di Leang Kobori, Muna, menunjukkan usia yang jauh melampaui figur babirusa di Maros. Ini bukan sekadar kebanggaan nasional, melainkan penanda bahwa Indonesia adalah laboratorium peradaban awal manusia modern," ujar Fadli Zon.

Lompatan Kronologis: Dari Maros ke Muna

Hasil penanggalan mutakhir yang dilakukan oleh tim peneliti gabungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Griffith, Australia, mengungkap bahwa lapisan kalsium karbonat yang menutupi pigmen di Gua Muna terbentuk pada 67,8 kilo annum (ribuan tahun yang lalu). Angka ini menggeser posisi lukisan figuratif di Maros yang berusia sekitar 45.500 tahun. Bahkan, temuan Muna turut mengungguli lukisan abstrak di Gua Maltravieso, Spanyol, yang tercatat 64.800 tahun, serta cap tangan di Quesang, Tibet, yang ditaksir 226.000 tahun namun masih diperdebatkan konteks antropiknya.

Fadli Zon menekankan bahwa dominasi kronologi ini harus diikuti dengan kebijakan afirmatif. "Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Sultra harus segera ditransformasi menjadi pusat studi prasejarah global, dengan infrastruktur riset yang memadai dan akses publik yang terkendali," tegasnya.

Cetak Biru Pusat Prasejarah Terintegrasi

Kementerian Kebudayaan, sambung Fadli Zon, telah menyusun cetak biru pengembangan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muna. Rencana induk ini mencakup pembangunan Laboratorium Arkeometri bertaraf internasional, pusat interpretasi imersif, serta jalur wisata geoarkeologi yang terhubung dengan Taman Bumi (Geopark) Wakatobi yang sedang diusulkan ke UNESCO Global Geoparks.

"Kami mengalokasikan anggaran multiyears sebesar Rp 147 miliar untuk tahap awal. Ini meliputi konservasi in-situ, penataan kawasan, dan pelatihan masyarakat adat sebagai pemandu dan konservator lokal," tambahnya.

Sinergi Regulasi dan Tata Kelola

Untuk memperkuat payung hukum, Fadli Zon menginstruksikan jajarannya agar segera menerbitkan Keputusan Menteri tentang Penetapan Zonasi Cagar Budaya Muna, merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Di saat yang sama, pihaknya tengah menginisiasi revisi Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Registrasi Nasional dan Pelestarian Cagar Budaya untuk mengakomodasi kekhususan situs prasejarah yang rentan terhadap perubahan iklim dan aktivitas tambang.

"Kita akan bertindak cepat. Izin pertambangan di sekitar zona inti akan ditinjau ulang secara ketat. Bentang alam karst Muna harus dijaga sebagai kesatuan lansekap budaya yang tak ternilai," katanya.

Resonansi Global dan Agenda Diplomasi Budaya

Lebih jauh, Kementerian Kebudayaan akan menjadikan temuan Muna sebagai portofolio utama dalam pengajuan nominasi Situs Warisan Dunia UNESCO untuk kategori serial transnasional 'The Dawn of Human Creativity'. Fadli Zon telah menjadwalkan audiensi dengan Direktur Jenderal UNESCO pada September mendatang guna mempercepat proses penetapan Outstanding Universal Value.

"Kita ingin dunia melihat bahwa pusat inovasi seni pertama umat manusia ada di Nusantara. Bukan di Eropa. Ini diplomasi budaya tingkat tinggi," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, menyambut baik instruksi menteri dan berjanji akan mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pariwisata untuk menunjang aksesibilitas menuju kawasan Muna. "Bandara Sugimanuru di Muna akan kami tingkatkan kelasnya dan jalan provinsi menuju Leang Kobori segera diaspal. Kami siap menjadi etalase prasejarah Indonesia," katanya.

Pemberdayaan Masyarakat Adat sebagai Penjaga Warisan

Fadli Zon menekankan bahwa strategi pusat prasejarah tidak akan berhasil tanpa pelibatan penuh masyarakat Muna. Oleh karena itu, Kementerian Kebudayaan menggandeng Dewan Adat Muna untuk menyusun modul pelatihan interpretasi budaya. Sebanyak 250 pemuda setempat akan direkrut sebagai Ranger Budaya yang mendapat insentif dari Dana Indonesiana.

"Mereka adalah pewaris sah gua-gua tersebut. Kami akan membentuk koperasi wisata budaya yang dikelola langsung oleh komunitas, sehingga manfaat ekonomi tetap berputar di lingkungan sekitar," ujarnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User