Bibit Siklon Tropis 97W Terpantau, BMKG Rilis Peringatan Cuaca 12 Juli

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan telah mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 97W di kawasan Samudra Pasifik bagian barat, yang diproyeksikan memicu hujan dengan inte...

Jul 12, 2026 - 14:04
0 0

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan telah mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 97W di kawasan Samudra Pasifik bagian barat, yang diproyeksikan memicu hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 12 Juli 2026. Pemantauan sistem tekanan rendah ini dilakukan secara kontinu melalui perangkat penginderaan jauh dan model numerik, menghasilkan prakiraan cuaca yang disiarkan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

Berdasarkan analisis citra satelit terakhir pada Sabtu malam pukul 19.00 WIB, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 97W berada pada koordinat sekitar 8,2 Lintang Utara dan 133,4 Bujur Timur, atau kurang lebih 1.200 kilometer di timur laut Manado, Sulawesi Utara. Sistem ini memiliki kecepatan angin berkelanjutan maksimum 40 knot (sekitar 74 kilometer per jam) dengan tekanan udara minimum di pusat mencapai 1000 hPa. Pergerakan bibit siklon cenderung lambat ke arah barat-barat laut, menuju perairan timur Filipina, namun konvergensi dan belokan angin yang dihasilkan sudah membentuk zona pertemuan massa udara di atas sebagian besar wilayah Indonesia.

Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Deputi Bidang Meteorologi BMKG menyampaikan bahwa keberadaan Bibit Siklon Tropis 97W secara tidak langsung memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah. "Meskipun jaraknya relatif jauh dari daratan Indonesia, sirkulasi siklonik yang terbentuk menarik massa uap air dari Samudra Pasifik dan memperkuat monsun. Dampaknya, hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa provinsi," ujarnya dalam konferensi pers daring yang digelar di Jakarta, Sabtu malam.

Wilayah yang masuk dalam kategori Siaga hujan lebat pada Minggu meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. BMKG memperingatkan potensi hujan dengan curah di atas 100 milimeter per hari yang dapat memicu genangan, banjir, serta tanah longsor di daerah berlereng curam. Selain itu, daerah-daerah di sepanjang pesisir utara Papua dan Kepulauan Maluku diminta mewaspadai peningkatan kecepatan angin yang dapat mencapai 30–35 knot, terutama pada siang hingga malam hari.

Di sektor kelautan, BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4,0 meter di perairan Laut Sulawesi, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua, dan perairan Raja Ampat. "Kami mengimbau operator kapal, khususnya perahu nelayan dan kapal berukuran kecil, untuk menunda pelayaran di zona berisiko tinggi tersebut hingga kondisi membaik," tegas Deputi Bidang Meteorologi BMKG. Gelombang signifikan juga diproyeksikan berdampak pada rute penyeberangan antarpulau di Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

Peringatan Dini dan Langkah Antisipasi

Menindaklanjuti situasi tersebut, BMKG telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah setempat untuk mengaktifkan posko siaga bencana. Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, dalam keterangan terpisah, menyatakan bahwa peringatan dini cuaca ekstrem telah disebarluaskan melalui kanal resmi, termasuk aplikasi InfoBMKG dan media sosial, sejak Sabtu petang. "Masyarakat diimbau untuk memantau pembaruan prakiraan cuaca setiap tiga jam dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan," katanya.

BMKG juga merekomendasikan pengetatan operasional di sektor transportasi udara, khususnya penerbangan perintis menuju Papua dan Maluku, mengingat potensi penurunan jarak pandang akibat hujan lebat serta turbulensi. Bandara-bandara yang melayani rute tersebut, termasuk Bandara Sentani di Jayapura dan Bandara Sultan Babullah di Ternate, telah menerima notifikasi pembaruan informasi cuaca penerbangan (aerodrome warning) yang diperbarui setiap jam.

Prakiraan Cuaca di Kota-Kota Besar

Sementara itu, untuk wilayah Indonesia bagian barat dan tengah, BMKG memprakirakan kondisi cuaca yang lebih terkendali meskipun tetap diwarnai potensi hujan ringan hingga sedang. Di Jakarta, pagi hari diprakirakan berawan tebal, berpotensi hujan lokal pada siang menjelang sore di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, dengan suhu udara berkisar 23–31 derajat Celsius. Surabaya diprediksi cerah berawan sepanjang hari, dengan kelembaban udara 65–85 persen dan potensi hujan nihil. Medan akan mengalami hujan ringan di malam hari, sementara Makassar dan Manado berpotensi hujan sedang disertai angin kencang pada siang hari akibat pengaruh tidak langsung dari bibit siklon. BMKG mengingatkan bahwa prakiraan ini dapat berubah seiring dinamika atmosfer terkini.

BMKG menegaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 97W masih dalam kategori potensi pertumbuhan dan belum menunjukkan tanda-tanda menguat menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Namun, masyarakat diminta tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan mengakses informasi resmi BMKG sebagai satu-satunya rujukan peringatan dini cuaca. Pemantauan akan terus dilakukan dan pembaruan akan disampaikan jika terjadi perkembangan signifikan yang mengancam keselamatan publik.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User