Raja Yordania Abdullah II Kunjungi Indonesia
Raja Yordania Abdullah bin Al-Hussein atau dikenal sebagai Raja Abdullah II dijadwalkan melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Jumat, 24 Februari 2022. Kunjungan ini merupakan bagian dari...
Raja Yordania Abdullah bin Al-Hussein atau dikenal sebagai Raja Abdullah II dijadwalkan melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Jumat, 24 Februari 2022. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral antara Kerajaan Hashemite Yordania dan Republik Indonesia di bidang politik, ekonomi, serta kerja sama kemanusiaan.
Kunjungan tersebut dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri RI melalui pernyataan resmi yang diterbitkan pada Selasa, 21 Februari 2022. Dalam pernyataan tersebut, pihak Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa kunjungan Raja Abdullah II merupakan respons atas undangan Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam pertemuan sebelumnya.
Latar Belakang Hubungan Bilateral Indonesia-Yordania
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Yordania telah terjalin sejak 25 Mei 1950. Kedua negara memiliki kesamaan sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan komitmen terhadap perdamaian dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama ekonomi menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan bilateral pada 2021 mencapai USD 245,6 juta, meningkat 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain ekonomi, kedua negara juga aktif dalam forum multilateral seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non-Blok. Isu Palestina menjadi salah satu fokus utama dialog bilateral, mengingat Yordania sebagai penjaga tempat suci di Yerusalem dan Indonesia sebagai pendukung kemerdekaan Palestina.
Profil Raja Abdullah II
Raja Abdullah II lahir pada 30 Januari 1962 di Amman, Yordania. Ia merupakan putra sulung Raja Hussein bin Talal dan Ratu Muna al-Hussein. Pendidikan dasarnya ditempuh di Amman, kemudian melanjutkan studi di St. Edmund's School di Inggris, lalu meraih gelar sarjana ilmu politik dari Universitas Oxford. Setelah itu, ia mengikuti pendidikan militer di Royal Military Academy Sandhurst di Inggris dan bertugas di Angkatan Bersenjata Yordania.
Raja Abdullah II naik tahta pada 7 Februari 1999 setelah wafatnya ayahnya. Ia dikenal sebagai pemimpin yang mendorong reformasi politik dan ekonomi di Yordania. Di bawah kepemimpinannya, Yordania menjalin hubungan dekat dengan negara-negara Barat, namun tetap mempertahankan posisi independen dalam isu-isu regional terutama yang berkaitan dengan Palestina dan Irak. Raja Abdullah II juga aktif dalam dialog antaragama dan kemanusiaan, termasuk peran sebagai mediator di kawasan Timur Tengah.
Agenda Kunjungan Kenegaraan
Dalam kunjungan selama dua hari, Raja Abdullah II dijadwalkan melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Agenda utama meliputi pembahasan peningkatan kerja sama investasi di sektor energi, pertanian, dan pariwisata. Selain itu, kedua pemimpin juga akan membahas situasi terkini di Timur Tengah, khususnya perkembangan proses perdamaian Israel-Palestina.
Menurut Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, salah satu hasil yang ditargetkan adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang kesehatan dan pendidikan. "Kami berharap kunjungan ini dapat menghasilkan kerja sama konkret yang bermanfaat bagi kedua bangsa," ujar Retno dalam konferensi pers di Kantor Kemenlu, Rabu, 22 Februari 2022.
Signifikansi Kunjungan bagi Hubungan Bilateral
Kunjungan Raja Abdullah II dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis Yordania di Asia Tenggara. Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Ahmad Najib, menilai bahwa kehadiran Raja Yordania menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap peran Indonesia di kancah global. "Indonesia dan Yordania memiliki kesamaan pandangan dalam isu-isu kemanusiaan dan perdamaian. Kunjungan ini bisa menjadi jembatan untuk memperluas kerja sama multilateral," ujarnya.
Di sisi lain, kunjungan ini juga menjadi ajang promosi investasi. Yordania menawarkan peluang investasi di bidang pariwisata, logistik, dan energi terbarukan. Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN, diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi produk Yordania ke pasar Asia Tenggara. Sementara itu, Indonesia berpotensi meningkatkan ekspor produk halal dan tekstil ke Yordania.
Raja Abdullah II dijadwalkan bertolak dari Indonesia pada Sabtu, 25 Februari 2022, dan akan melanjutkan perjalanan ke beberapa negara Asia lainnya. Seluruh rangkaian kunjungan akan berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat, mengingat pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya mereda.
Comments (0)