Raja Abdullah II Tiba di Jakarta, Berikut Profil dan Agendanya

Kunjungan Kenegaraan Perdana Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Jumat (tanggal). Kunjungan ini merupakan lawatan kenegaraan perdana s...

Jul 12, 2026 - 08:59
0 0
Raja Abdullah II Tiba di Jakarta, Berikut Profil dan Agendanya

Kunjungan Kenegaraan Perdana

Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Jumat (tanggal). Kunjungan ini merupakan lawatan kenegaraan perdana sang raja ke Tanah Air sejak naik tahta pada 1999, sekaligus menandai babak baru penguatan hubungan bilateral kedua negara. Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Raja Abdullah II akan menggelar pertemuan tatap muka dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui siaran pers menyatakan, rangkaian kunjungan ini akan membahas isu-isu multilateral, perdamaian, dan peningkatan kerja sama ekonomi. “Kunjungan Yang Mulia Raja Abdullah II sangat penting bagi Indonesia, tidak hanya untuk memperdalam hubungan bilateral tetapi juga untuk bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah, terutama isu kemerdekaan Palestina,” ujar Retno. Pertemuan juga diagendakan dengan sejumlah pimpinan lembaga negara dan tokoh nasional.

Profil Pemimpin Dinasti Hasyimiyah

Abdullah bin Al-Hussein lahir di Amman, 30 Januari 1962. Sebagai putra sulung Raja Hussein bin Talal dan Putri Muna al-Hussein, ia merupakan generasi ke-43 keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Hasyim bin Abdu Manaf. Nasab inilah yang menjadikan Dinasti Hasyimiyah memiliki legitimasi kuat di dunia Islam.

Pendidikan formalnya dimulai di Amman, lalu dilanjutkan ke Inggris di St Edmund’s School, dan Amerika Serikat di Eaglebrook School serta Deerfield Academy. Karier militernya ditempa di Royal Military Academy Sandhurst, Inggris, tempat ia lulus dengan pangkat letnan dua. Ia kemudian mengabdi di Angkatan Bersenjata Yordania, meraih pangkat mayor jenderal, dan memimpin Pasukan Khusus Yordania. Pendidikan tingginya di bidang hubungan internasional ditempuh di University of Oxford dan Georgetown University, tempat ia meraih gelar Master of Science in Foreign Service.

Setelah wafatnya Raja Hussein, Abdullah diangkat menjadi raja pada 7 Februari 1999. Di awal masa pemerintahannya, ia memperkenalkan reformasi politik dan ekonomi yang signifikan. Di tingkat global, Raja Abdullah II dikenal melalui inisiatif Amman Message (2004) dan A Common Word (2007), yang menyerukan toleransi antaragama dan dialog antarkeyakinan.

Raja Abdullah II menikah dengan Ratu Rania pada 1993 dan dikaruniai empat anak: Putra Mahkota Hussein (lahir 1994), Putri Iman, Putri Salma, dan Pangeran Hashem. Ratu Rania dikenal sebagai advokat pendidikan anak-anak dan pemberdayaan perempuan di forum internasional.

Agenda dan Isu Strategis

Selain pertemuan dengan Presiden Jokowi, Raja Abdullah II dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Ketua DPR RI serta menghadiri jamuan kenegaraan di Istana Bogor. Dalam kunjungan ini, kedua negara dijadwalkan menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU) di bidang perdagangan, pendidikan, pertahanan, dan penanggulangan terorisme. Diplomasi ekonomi menjadi salah satu topik utama, mengingat potensi kerja sama kedua negara yang belum sepenuhnya tergarap.

“Kami berharap kunjungan ini dapat membuka akses pasar yang lebih besar bagi produk-produk Indonesia di Yordania dan kawasan Levant,” ujar Duta Besar RI di Amman, Ade Padmo Sarwono, saat dihubungi secara terpisah. Ia menyebut komoditas unggulan seperti minyak kelapa sawit, kopi, rempah-rempah, dan produk tekstil Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus pasar Yordania.

Di sisi lain, kerja sama di bidang pertahanan dan kontraterorisme juga menjadi agenda strategis. Yordania, sebagai salah satu negara yang paling berpengalaman dalam menangkal ekstremisme, dinilai dapat berbagi praktik terbaik dengan Indonesia. Kedua negara telah lama menjalin kerja sama intelijen dan pelatihan pasukan khusus yang akan diperkuat melalui piagam kerja sama baru.

Potensi Perdagangan dan Investasi

Menurut data Kementerian Perdagangan RI, total perdagangan bilateral Indonesia-Yordania pada 2023 mencapai USD 240,5 juta, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 180 juta. Ekspor utama Indonesia adalah minyak sawit, kertas, dan produk kayu, sementara impor dari Yordania didominasi pupuk dan fosfat. Angka ini dinilai masih jauh dari potensi sebenarnya, sehingga kedua negara berkomitmen meningkatkan volume perdagangan melalui perjanjian preferensi perdagangan (PTA) yang tengah dirundingkan.

Investasi Yordania di Indonesia masih terbatas, namun dengan adanya kunjungan raja, diharapkan investor Yordania melirik sektor infrastruktur, farmasi, dan pariwisata halal. Demikian pula, BUMN Indonesia dapat menjajaki peluang di sektor konstruksi dan energi terbarukan di Yordania. Peluang kerja sama dalam bidang logistik dan rute perdagangan juga terbuka lebar mengingat posisi strategis Yordania sebagai pintu gerbang ke pasar Timur Tengah dan Afrika Utara.

Hubungan Bersejarah yang Erat

Hubungan diplomatik Indonesia-Yordania secara resmi dimulai pada 1950, namun dukungan Kerajaan Hasyimiyah terhadap kemerdekaan Indonesia sudah tampak sejak sebelum proklamasi. Raja Hussein bin Talal, ayah Raja Abdullah II, adalah salah satu pemimpin Arab pertama yang memberikan pengakuan de facto atas kedaulatan Indonesia dan menyuarakan dukungan di forum internasional. Kunjungan Raja Hussein ke Indonesia pada 1976, yang disambut oleh Presiden Soeharto, menjadi tonggak penting hubungan kedua negara.

Saat ini, komunitas Indonesia di Yordania terus tumbuh, terutama mahasiswa yang menempuh studi di bidang keislaman dan sains. Sebaliknya, banyak warga Yordania yang mengunjungi Indonesia untuk wisata dan pendidikan. Dalam kancah multilateral, Indonesia dan Yordania kerap bersuara sama dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan memperjuangkan keadilan di kawasan Timur Tengah. Kedekatan ini diperkirakan akan semakin erat melalui kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II yang bersejarah ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User