Raja Abdullah II Tiba di Indonesia, Perkuat Kemitraan Strategis

Jakarta, Apaberita – Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (11/4) pagi, memulai kunjungan kenegaraan selama tiga hari yang me...

Jul 12, 2026 - 19:04
0 0
Raja Abdullah II Tiba di Indonesia, Perkuat Kemitraan Strategis

Jakarta, Apaberita – Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (11/4) pagi, memulai kunjungan kenegaraan selama tiga hari yang menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara. Pesawat kerajaan yang membawa Raja beserta delegasi disambut oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Kepala Staf Kepresidenan, sebelum kemudian bertolak menuju Istana Merdeka untuk upacara penyambutan resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kunjungan ini merupakan lawatan pertama Raja Abdullah II ke Indonesia sejak transisi kekuasaan nasional dan kawasan yang dinamis. Agenda padat yang disusun Kementerian Luar Negeri mencakup pertemuan bilateral, forum bisnis, hingga dialog antaragama, dengan fokus utama pada penguatan kerja sama ekonomi, energi, dan posisi bersama terhadap isu Palestina.

Jadwal dan Agenda Strategis

Berdasarkan keterangan resmi Istana, Presiden Prabowo akan menerima Raja Abdullah II dalam pertemuan tatap muka tertutup yang dilanjutkan dengan rapat bilateral melibatkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Dalam sesi tersebut, kedua pemimpin dijadwalkan membahas peningkatan nilai perdagangan, investasi di sektor energi baru terbarukan, serta kerja sama pertahanan. Nilai perdagangan Indonesia-Yordania pada 2023 tercatat sebesar 536 juta dolar AS, dengan Indonesia menikmati surplus dari ekspor minyak sawit, tekstil, dan produk kayu.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan optimisme bahwa kunjungan ini akan menghasilkan perjanjian konkret.

“Kita tengah memfinalisasi nota kesepahaman di bidang industri pupuk dan fosfat, yang sangat vital bagi ketahanan pangan nasional. Yordania adalah pemasok utama bahan baku pupuk bagi Indonesia,”
ujarnya di Jakarta, Kamis (10/4).

Agenda kenegaraan juga mencakup jamuan santap malam di Istana Negara yang akan dihadiri para tokoh nasional dan duta besar negara sahabat. Pada hari kedua, Raja Abdullah dijadwalkan meresmikan forum bisnis Indonesia-Yordania yang mempertemukan pengusaha kedua negara untuk menjajaki investasi di kawasan industri halal dan pariwisata.

Sosok Pemimpin Visioner dari Dinasti Hasyim

Raja Abdullah II lahir di Amman pada 30 Januari 1962 dan menempuh pendidikan militer dan akademik tingkat tinggi, termasuk di Universitas Oxford dan Georgetown University. Sebelum naik takhta pada 7 Februari 1999 menggantikan Raja Hussein, ia berkarier di pasukan khusus Yordania dan meraih pangkat mayor jenderal. Sebagai pemimpin generasi ke-43 dari Dinasti Hasyim yang memiliki garis keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW, Raja Abdullah juga memegang peran sentral sebagai penjaga tempat-tempat suci Islam dan Kristen di Yerusalem (Custodian of the Holy Sites).

Di panggung diplomasi global, ia dikenal sebagai penggerak Inisiatif Perdamaian Arab dan juru damai di Timur Tengah. Di bawah pemerintahannya, Yordania tetap menjadi oasis stabilitas di kawasan yang bergejolak, sembari konsisten menyuarakan solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina.

Hubungan Bilateral yang Saling Melengkapi

Hubungan diplomatik Indonesia-Yordania yang telah terjalin puluhan tahun kian strategis karena komplementaritas ekonomi kedua negara. Yordania mengimpor lebih dari 70 persen kebutuhan fosfat dan kalium Indonesia yang menjadi bahan baku utama pupuk non-organik. Sebaliknya, Indonesia menjadi pasar penting bagi produk olahan Yordania dan hub wisatawan yang terus tumbuh—tercatat lebih dari 12 ribu warga Yordania berkunjung ke Indonesia pada 2024.

Kerja sama pendidikan juga menjadi pilar penting. Saat ini, lebih dari 300 mahasiswa Indonesia menempuh studi di universitas-universitas Yordania, terutama di bidang ilmu keislaman dan bahasa Arab. Beasiswa dari pemerintah Yordania bagi santri berprestasi dari Indonesia menjadi jembatan diplomasi publik yang efektif.

Palestina di Pusat Pembicaraan

Isu Palestina dipastikan menempati posisi sentral dalam pertemuan bilateral. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Roy Soemirat, menegaskan bahwa kunjungan ini akan menghasilkan pernyataan bersama yang mengukuhkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

“Indonesia dan Yordania memiliki pandangan yang sejalan tentang pentingnya penghentian agresi di Gaza, pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, dan dimulainya kembali negosiasi menuju negara Palestina merdeka,”
kata Roy dalam taklimat pers.

Sebagai penjaga tempat suci, Raja Abdullah memiliki pengaruh besar terhadap dinamika politik di Yerusalem. Kedua pemimpin diperkirakan akan membahas langkah-langkah kolektif negara-negara Muslim dan OKI dalam mendesak implementasi resolusi PBB serta pengakuan internasional terhadap Negara Palestina.

Dengan kunjungan kenegaraan yang sarat substansi ini, Indonesia dan Yordania memperlihatkan komitmen bersama untuk tidak sekadar menjalin persahabatan seremonial, melainkan membangun kemitraan strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat kedua negara dan perdamaian kawasan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User