Radithya Bayu Wardhana Incar Juara di Final Jaya Raya Junior
JAKARTA — Tunggal putra andalan Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, menegaskan ambisinya untuk meraih gelar juara pada turnamen Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025. Langkah i...
JAKARTA — Tunggal putra andalan Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, menegaskan ambisinya untuk meraih gelar juara pada turnamen Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025. Langkah itu kian terbuka setelah ia memastikan tiket ke partai puncak yang akan digelar di GOR Jaya Raya, Jakarta Timur, Minggu (15/6).
Kepastian tersebut diraih Radithya seusai menundukkan unggulan kedua asal Malaysia, Muhammad Haziq, dalam duel rubber game ketat dengan skor 21-18, 17-21, 21-14 di hadapan pendukung tuan rumah. Kemenangan ini sekaligus menjadi penanda bahwa ia mampu mengulangi capaiannya pada edisi 2023 silam, ketika ia juga menembus final di ajang yang sama.
"Saya merasa sangat bersyukur bisa kembali ke final. Ini bukan sekadar pengulangan, melainkan kesempatan untuk menuntaskan pekerjaan yang dua tahun lalu belum selesai. Saat itu saya harus puas sebagai runner-up. Sekarang waktunya membawa pulang gelar," ujar Radithya melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/6).
Jalan Terjal Menuju Puncak
Perjalanan pemain asal klub Exist Jakarta itu menuju final tidaklah mulus. Di babak pertama, ia harus berhadapan dengan wakil India, Arjun Prasetya, yang memberikan perlawanan sengit lewat permainan reli-reli panjang. Radithya hanya menang dengan skor tipis 22-20, 21-19. Adapun di perempat final, ia menghadapi unggulan ketiga asal Thailand, Thanakorn Charoenchai, yang ia kalahkan dalam dua gim langsung: 21-15, 21-15.
Pertandingan semifinal melawan Haziq menjadi ujian mental terberat. Sempat kehilangan gim kedua karena banyak melakukan kesalahan sendiri, Radithya mampu bangkit di gim penentuan berkat perubahan strategi yang diinstruksikan oleh pelatih. "Pelatih meminta saya untuk lebih sering memainkan dropshot dan tidak memberi kesempatan lawan melancarkan smash kerasnya. Alhamdulillah berjalan baik," jelasnya.
Berdasarkan data pertandingan, Radithya menorehkan 14 smash mematikan dan hanya melakukan 5 unforced error di gim ketiga—sebuah efisiensi yang kontras dengan 12 error yang ia bukukan di gim kedua. Peningkatan akurasi ini menjadi kunci keberhasilannya memulangkan wakil Negeri Jiran tersebut.
Target Gelar dan Peluang Emas
Di final, Radithya akan berhadapan dengan wakil Korea Selatan, Park Sung-ho, yang di babak empat besar menyingkirkan unggulan pertama asal Jepang, Kaito Yamamoto, lewat pertarungan dramatis tiga gim. Laga ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua pemain memiliki tipikal permainan menyerang yang agresif.
"Park Sung-ho pemain cepat dengan footwork luar biasa. Saya harus siap dengan antisipasi di depan net dan tidak boleh memberi ruang untuk mengontrol permainan. Tapi saya percaya dengan persiapan yang sudah dijalani," kata Radithya yang saat ini menempati peringkat 12 dunia junior.
Manajer Tim Junior Indonesia, Rionny Mainaky, menyatakan bahwa final ini menjadi ajang pembuktian bagi Radithya. "Dia sudah menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dari sisi mental bertanding. Kami optimistis dia bisa memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah. Gelar ini penting untuk menambah poin dan meningkatkan peringkat menjelang Kejuaraan Dunia Junior bulan depan," tegas Rionny.
Dukungan Penuh dari Publik dan Sejarah Turnamen
Turnamen Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025 merupakan bagian dari kalender resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) untuk kelompok umur junior, dengan level Grade 2. Turnamen ini menyedot 345 peserta dari 15 negara, menjadikannya salah satu ajang paling bergengsi di Asia Tenggara untuk mengukur kekuatan pemain muda.
Sepanjang sejarah penyelenggaraan, Indonesia baru dua kali menempatkan wakil di final tunggal putra, dan belum pernah meraih gelar. Radithya berpeluang mencatatkan namanya sebagai juara pertama dari tuan rumah jika mampu menuntaskan laga dengan kemenangan. Pada edisi 2023, ia takluk dari wakil China, Zhang Wei, dengan skor 19-21, 15-21.
Ratusan penonton yang memadati tribun GOR Jaya Raya sejak babak semifinal memberikan energi tersendiri bagi Radithya. "Dukungan dari teman-teman dan keluarga membuat saya semakin termotivasi. Saya ingin membayar dukungan itu dengan hasil terbaik," tutupnya.
Comments (0)