Radithya Bayu Incar Gelar Perdana di Final Jaya Raya Junior GP
Jakarta — Tunggal putra muda Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, memastikan langkah ke partai puncak turnamen bulu tangkis junior bergengsi, Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 20...
Jakarta — Tunggal putra muda Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, memastikan langkah ke partai puncak turnamen bulu tangkis junior bergengsi, Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025. Dalam laga yang berlangsung di GOR Jaya Raya, Jakarta Timur, Sabtu (17/5) malam, ia menumbangkan unggulan asal Malaysia dengan skor ketat 21-18, 16-21, 21-15. Keberhasilan ini mengantarkan pemain berusia 17 tahun itu pada final keduanya di turnamen yang sama setelah musim lalu harus puas sebagai runner-up.
Radithya, yang saat ini menghuni peringkat 28 dunia junior BWF, tampil agresif sejak awal pertandingan. Smes keras dan penempatan bola di garis belakang menjadi senjata utama untuk meredam permainan cepat lawannya. Di gim ketiga, ia tak memberi celah setelah unggul 11-7 saat interval dan terus melaju hingga menutup laga dalam tempo 67 menit. “Saya bermain lebih sabar dan tidak terburu-buru mematikan bola. Kunci kemenangan ada di penguasaan lapangan dan pengembalian servis yang akurat,” ujar Radithya selepas pertandingan.
Dengan raihan ini, Radithya Bayu Wardhana melaju ke final untuk menghadapi unggulan utama asal Thailand, yang di semifinal menghentikan wakil Korea Selatan dua gim langsung. Final dijadwalkan berlangsung Minggu (18/5) pukul 14.00 WIB di lapangan utama yang sama.
Target Balas Kegagalan Musim Lalu
Ini adalah kali kedua bagi Radithya menembus final Jaya Raya Junior International Grand Prix. Pada edisi 2024, ia terhenti di tangan pemain India dalam duel rubber game yang dramatis. Kekalahan itu menjadi pelajaran berharga bagi pemain binaan PB Djarum tersebut. “Tahun lalu saya terlalu tegang di poin-poin kritis. Sekarang saya lebih siap secara mental. Saya ingin mempersembahkan gelar ini untuk tim dan keluarga yang terus mendukung,” katanya dengan nada serius.
Persiapan intensif selama enam pekan di pelatnas junior Cipayung tampak membuahkan hasil. Pelatih tunggal putra, Hendra Setiawan, menyebut peningkatan terbesar Radithya terletak pada variasi serangan dan ketahanan fisik. “Kami banyak melakukan simulasi pertandingan dengan tekanan tinggi. Radithya kini mampu menjaga konsistensi di gim ketiga, sesuatu yang sebelumnya menjadi kelemahannya,” jelas Hendra dalam sesi jumpa pers malam itu.
Dominasi Tuan Rumah di Sektor Tunggal Putra
Keberhasilan Radithya menembus final melengkapi dominasi Indonesia di nomor tunggal putra junior kejuaraan ini. Sejak pertama kali digelar pada 2008, tuan rumah sudah sembilan kali menempatkan wakil di partai puncak dan mengoleksi enam gelar juara. Capaian terbaru adalah gelar yang direbut Alwi Farhan pada 2022 silam. Radithya berpeluang menambah daftar juara Indonesia bila mampu mengatasi wakil Thailand.
Selain final tunggal putra, Indonesia juga masih memiliki wakil di final ganda campuran dan ganda putri. Tuan rumah sudah memastikan gelar dari sektor ganda putri setelah terjadi all-Indonesian final. Total, Indonesia menempatkan empat wakil di empat partai final yang akan digelar esok hari.
Misi Membangun Prestasi Jelang Kejuaraan Dunia Junior
Turnamen ini sekaligus menjadi ajang uji coba menjelang Kejuaraan Dunia Junior 2025 yang akan berlangsung di Guadalajara, Meksiko, November mendatang. Penampilan impresif Radithya diyakini bisa menambah kepercayaan diri serta poin ranking dunia junior yang krusial untuk menentukan unggulan di ajang bergengsi tersebut. Saat ini, ia tercatat mengantongi 8.420 poin dan berpotensi naik ke posisi 20 besar dunia andai keluar sebagai juara.
Radithya mengakui, fokus utamanya adalah membangun fondasi kuat menuju level senior. “Junior Grand Prix ini penting, tapi saya juga terus menatap jenjang berikutnya. Semua pengalaman bertanding, termasuk tekanan di final, akan sangat berguna nanti,” ucapnya.
Dukungan dari publik Jakarta Timur yang memadati tribun juga menjadi energi tambahan. Sejak babak perempat final, sorak-sorai penonton tak henti menggema setiap kali Radithya meraih poin. Ia berharap atmosfer serupa tercipta di partai puncak. “Ini rumah sendiri. Saya harus memanfaatkan dukungan itu dengan maksimal,” pungkasnya.
Pertemuan final melawan pemain Thailand diprediksi berlangsung alot. Keduanya belum pernah bertemu di level junior. Namun, Radithya menyatakan sudah memelajari rekaman pertandingan lawan dan siap mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Pertandingan puncak ini akan disiarkan langsung oleh televisi nasional dan platform streaming resmi PBSI.
Baca juga:
Comments (0)