Pria Hilang di Nganjuk Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan Sendiri
Warga Dusun Nanggungan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diguncang penemuan jasad seorang pria yang sebelumnya dilaporkan hilang. Korban bernama Gatut Tri Wahyu Widodo (53) ditemukan dalam kondisi tidak...
Warga Dusun Nanggungan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diguncang penemuan jasad seorang pria yang sebelumnya dilaporkan hilang. Korban bernama Gatut Tri Wahyu Widodo (53) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah tubuhnya terkubur di area pekarangan rumahnya sendiri. Polisi menduga kuat peristiwa ini bukan sekadar kematian wajar, melainkan hasil dari tindak pidana yang direncanakan.
Kronologi Hilangnya Korban
Gatut dilaporkan menghilang oleh pihak keluarga sejak tiga hari sebelum penemuan jasad. Menurut keterangan kerabat, korban terakhir kali terlihat pada malam hari di sekitar kediamannya. Tidak ada tanda-tanda ia akan pergi jauh atau meninggalkan rumah untuk waktu lama. Keluarga sempat melakukan pencarian mandiri ke sejumlah tempat yang biasa dikunjungi korban, namun tidak membuahkan hasil. Kekhawatiran memuncak ketika salah satu anggota keluarga melihat bekas galian tanah yang mencurigakan di sudut pekarangan belakang rumah. Tanah tersebut tampak baru diuruk dan tidak rata seperti biasanya.
Atas temuan itu, keluarga segera melapor ke perangkat desa dan diteruskan ke Kepolisian Sektor setempat. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan penggalian di titik yang dicurigai. Setelah proses penggalian berlangsung sekitar satu jam, tim menemukan sesosok tubuh manusia dalam posisi tertelungkup dan telah membusuk. Identifikasi awal memastikan bahwa jasad tersebut adalah Gatut, berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan sesuai dengan laporan orang hilang.
Penyelidikan Polisi dan Dugaan Kriminal
Kepala Kepolisian Resor Nganjuk, AKBP Pranoto Hadi, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa kasus ini langsung ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal. "Kami telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, termasuk cangkul dan sekop yang diduga digunakan untuk mengubur korban," ujarnya di Mapolres Nganjuk, Rabu (16/7/2026). Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan bahwa lubang tempat korban dikuburkan memiliki kedalaman sekitar satu meter dan sengaja ditutupi dengan tanah serta dedaunan kering untuk menyamarkan keberadaannya.
Polisi tidak menemukan identitas pelaku secara langsung di lokasi, tetapi jejak dan pola penguburan mengindikasikan bahwa pelaku kemungkinan besar mengenal kondisi rumah korban dengan baik. Tidak ada tanda-tanda pembongkaran paksa di pintu atau jendela rumah, sehingga dugaan sementara mengarah pada orang terdekat. Motif pembunuhan masih terus didalami, namun penyidik menyebut bahwa korban diketahui memiliki riwayat konflik dengan sejumlah pihak terkait urusan pribadi.
Tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri telah melakukan autopsi terhadap jenazah. Hasil pemeriksaan sementara mengungkapkan adanya luka benda tumpul di bagian kepala korban yang diduga menjadi penyebab kematian. "Kami masih menunggu hasil laboratorium lebih lanjut, tetapi temuan awal mengarah pada tindak kekerasan sebelum korban dikuburkan," jelas AKBP Pranoto. Pihak kepolisian kini memeriksa sejumlah saksi, termasuk anggota keluarga, tetangga dekat, dan rekan bisnis korban yang pernah terlibat cekcok.
Reaksi Masyarakat dan Langkah Keamanan
Kejadian ini meninggalkan guncangan psikologis bagi warga Nanggungan. Banyak yang tidak menyangka bahwa di lingkungan mereka yang dikenal tenteram, tindakan sadis semacam ini bisa terjadi. Seorang tetangga, Sutrisno (55), mengaku tidak pernah mendengar suara mencurigakan pada malam-malam menjelang hilangnya korban. "Kalau siang memang sepi karena banyak yang bekerja, tapi malam biasanya sepi juga. Tidak ada keributan," katanya.
Kepala Desa Nanggungan, H. Subandi, meminta polisi segera mengungkap pelaku agar keresahan warga tidak berkepanjangan. Ia juga mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap aktivitas asing. Sementara itu, pihak keluarga korban masih dalam suasana duka mendalam. Mereka tidak menyangka bahwa orang yang mereka cari selama tiga hari ternyata sudah tidak bernyawa dan dikuburkan tepat di sekitar tempat tinggal mereka sendiri.
Kepolisian Resor Nganjuk menegaskan bahwa pengusutan kasus ini menjadi prioritas. Patroli wilayah ditingkatkan dan posko pengaduan dibuka untuk mempercepat pengumpulan informasi dari masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangka yang ditetapkan, namun penyidik optimistis akan segera menangkap pelaku berdasarkan petunjuk yang terus berkembang di lapangan. Masyarakat diminta tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat berwajib.
Comments (0)